
Suatu malam…
“Bang, udah tidur blum ?” sebuah sms masuk
“Blum san, ada apa ?”
“Mau curhat siy bang…habis dah pusing bgt niy, boleh gak ?”
“Boleh..emang ada apa..kok keliatannya berat bgt..”
Santi (bukan nama sebenarnya) mulai curhat…

Suatu malam…
“Bang, udah tidur blum ?” sebuah sms masuk
“Blum san, ada apa ?”
“Mau curhat siy bang…habis dah pusing bgt niy, boleh gak ?”
“Boleh..emang ada apa..kok keliatannya berat bgt..”
Santi (bukan nama sebenarnya) mulai curhat…

Saya gak habis pikir, kenapa selalu saja ada kebetulan dalam hidup ini. Apakah karena memang kita ditakdirkan untuk menjalani sebuah skenario oleh tuhan, ataukah obsesi kita terhadap sesuatu yang menuntun kita kepada kebetulan tersebut.
Ada dua hal menarik yang saya alami dalam satu bulan ini.

Ini adalah kali pertama dalam hidup saya, memandu diskusi kewalahan. Bukan karena yang dihadapi adalah orang-orang bertitel, tapi justru yang dihadapi adalah anak-anak utusan Kabupaten/Kota Se Sumatera Barat. Kami semua dipertemukan dalam sebuah kegiatan FORUM ANAK SUMATERA BARAT 2009. Ini adalah kegiatan rutin yang di helat oleh Pemerintah Propinsi Sumbar sebagai salah satu bentuk implementasi ‘hak partisipasi anak’. Forum Anak ini menjadi media bagi anak-anak untuk menyampaikan ide, pikiran, saran dan berbagai hal yang dirasakan oleh mereka menyangkut kehidupan mereka sendiri.

“Gw rasa, para blogger harus hati-hati menulis, kagak perlu normatif di blog, takutnya nanti menyesatkan”
Ini adalah kalimat paling bagus yang saya terima dari seorang sahabat yang menurut pengakuannya setia mengikuti perkembangan blog saya. Kalimat tersebut dalam sekali maknanya bagi para blogger. Paling tidak bagi saya. Satu pertanyaan yang muncul, bagaimana sebuah blog bisa menyesatkan ?.
Lanjutkan membaca ‘…menakar kepribadian seseorang lewat blog…’

Hari ini ponakan perempuan saya datang. Perempuan. Usia 5 tahun. Bapaknya adalah kakak saya. Hari ini dititip di rumah, karena sang bapak mau ke bengkel. Kebetulan saya lagi gak kemana-mana. Sementara itu, dirumah saya selama ini sudah ada dua ponakan. Keduanya laki-laki, yang satu usia 5 tahun dan yang satu usia 8 tahun.
Saya sudah memprediksi bahwa akan mengalami kesulitan untuk mengendalikan tiga makhluk ini. Maklum saja, ketiganya sedang lucu-lucunya dan sedang bikin sebel-sebelnya. Tidak mau dilarang. Lari sana-lari sini, teriak-teriak, bongkar lemari mainan, main tanah, main layangan, dan sebagainya. Awalnya saya sudah melarang mereka lari-larian. Tapi berenti sebentar, lalu main lagi. Karena mulai bosan, saya biarin mereka bermain sesuka hati, dengan pikiran ’yah…biarin aja, capek ngelarang, toh mereka anak-anak yang lagi suka bermain, nanti rumah bisa diberesin lah..”. dengan pikiran itu saya kemudian ketiduran beberapa jenak. Sementara mereka masih berlarian.

Bang, kenapa jalur kereta api Padang menuju Pariaman
dan sebaliknya tidak pernah mati ya ?”
Pertanyaan sederhana ini meluncur dari salah seorang peserta Pesta Blogger ”Ngeblog Asyik Bareng Telkomsel” atau dalam istilah bekennya Blogger’s Train Tours. Kegiatan yang digelar pada Minggu, 31 Mei 2009 ini diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Sumatera Barat ’Palanta’ bekerjasama dengan Telkomsel dan SIPP Female Radio. Tak disangka-sangka, hajatan ini mendapat sambutan yang luar biasa oleh para blogger. Tidak hanya yang sudah lama bergabung dengan Komunitas Palanta, tetapi juga yang baru hari itu bergabung.

Gara-gara email ini Bu Prita di tahan di Lembaga Pemasyarakatan. Ayo dukung Bu Prita

Hari ini saya bertemu dengan ‘makhluk ajaib’ di gerbong kereta api yang membawa seluruh penumpang menuju Pariaman. Tak ada firasat sedikitpun saya bakalan bertemu dengan makhluk ini. Sssstttttt jumlahnya ada tiga. Yang satu keliatannya masih sehat , yang dua kayaknya udah ada gangguan dimatanya. Amit-amit mimpi apa semalaman, saya bisa ketemu makhluk yang begini aneh.

“Banyak Bajalan Banyak Nan di Tampuah”, “Banyak Bajalan Banyak Nan Diliek”
Ini adalah pepatah orang-orang tua di Minang, yang kira-kira artinya, jika semakin kita banyak melangkahkan kaki menuju negeri orang, maka semakin banyak hal yang kita ketahui. Ungkapan ini ternyata kemudian menjadi sebuah filosofi orang Minang untuk kemudian membudayakan sebuah kebiasaan yang disebut Merantau.

Malam, 20 Mei 2009
Malam Renungan AIDS Nusantara 2009 (MRAN 2009) kembali digelar. Peringatan ini dilakukan untuk mengenang orang-orang yang meninggal akibat HIV dan AIDS. Selain itu juga bertujuan untuk menggalang kebersamaan untuk memutus mata rantai penularan virus ini.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kembali saya mengikuti peringatan MRAN 2009 ini. Saya tidak pernah absen mengikutinya sejak tahun 1999. Tak tahu kenapa, entah karena solider dengan teman-teman yang telah mempersiapkan kegiatan ini atau entah dari pada gak ada kegiatan aja, lalu bisa ketemu dengan teman-teman lain, saya tak tahu juga. Tetapi satu hal yang membuat peringatan ini memilki daya magis bagi saya yaitu puncak peringatan dengan menyalakan lilin seraya menyayikan lagu “Lilin Lilin Kecil” dan “Usah Kau Lara Sendiri”. Paling tidak, bagi saya kedua lagu ini memiliki kekuatan yang luar biasa. Tidak hanya mampu membawa kita hanyaut kedalam liriknya, tetapi juga mampu menyentuh relung hati paling dalam untuk melakukan perenungan. Perenungan untuk hal-hal yang lain selain HIV dan AIDS.
Komentar Terakhir