…doa kami terkabul…
09 Des 2011 4 Komentar
Semua Bahagia, Doa Kami Terkabul….
Akhirnya REZA tidak betah di Kerinci. Kembali Pulang dan Kembali Bersekolah…
ALHAMDULILAH Ya….
…empat bocah jujur…
08 Des 2011 4 Komentar
Ini dia empat orang anak dari Pariaman. Datang ke Padang beberapa waktu yang lau dengan niat Refreshing. Maklum mereka habis ujian PRA UN dan ada ang mau PRA UN. Maka seperti biasa, pastilah saya dan beberapa orang ikutan menemani, sekalian juga refreshing bareng. Akhirnya tempat yang kami pilih adalah FUN STATION di Basko Mall. Entah kenapa daya tarik permainan basket di FUN STATION cukup membuat kita semua kecanduan.
Kami melangkahkan kaki ke kasir dan segera mengisi kartu isi ulang sebesar 100.000,-. Kami pikir cukuplah untuk main 5 orang. Setelah mengisi, kami menuju TKP dan baru saja sampai di depan salah satu alat permainan basket ini, salah seorang menemukan HP Nokia N Series, dia kaget dan saya liat ada pikiran berkecamuk di kepalanya. Antara ambil atau serahkan kembali ke pemiliknya.
Dari jauh saya liat saja anak ini. Masih ragu-ragu dan membolak balik HP itu. Yang lain mulai mempengaruhi. Pedapat jadi terpecah. Satu orang menyarankan ambil aja, satu lagi menyarankan balikin ke pemilik kalau di telepon dan seorang lagi terserah aja. Nah, bingung kan.
Lalu saya dekati mereka dan tanpa ba bi bu HP tersebut saya ambil, saya kantongi lalu berkata “kita harus balikin”. Sudah bisa diduga, kalau saya yang memerintahkan pasti mereka nurut. Kami kembali main. Setiap 10 menit anak yang menemukan selalu tanya ke saya “sudah ada yg telepon bang ?”. Berharap sebetulnya tidak ada yang menghubungi, dan akhirnya HP menjadi milik dia (wkwkwkwkwk saya bisa duga pikirannya). Hampir satu jam, tidak ada juga yang menghubungi hingga setelah itu ada sebuah SMS masuk berbunyi “Mama lagi dimana…? (Dari PAPA SOLEP)”.
…Museum Tuanku Imam Bonjol…
30 Nov 2011 4 Komentar
in My STory
Siapa gerangan Tuanku Imam Bonjol tidak perlu di jelaskan banyak. Semua sudah tahu kalau beliau adalah salah seorang pahlawan nasional. Tentu kita semua mengenal atau paling tidak pernah mendengar PERANG PADERI. Perang yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol di daerah Bonjol Kab. Pasaman, SUmatera Barat. Tuanku Imam Bonjol atau yang juga dikenal dengan panggilan Peto Syarif berhasil menggelorakan semangat perlawanan terhadap Belanda pada 1821-1837. Wahhh hampir 16 tahun lamanya perang.
Saya berkesempatan berkunjung kembali ke Kabupaten Pasaman ini. Ada undangan diskusi. Sudah pasti saya akan melewati Kec. Bonjol yang menjadi basis Perang Paderi. Tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini, saya menyediakan waktu untuk berkunjung ke Museum Tuanku Imam Bonjol. Persis terletak di jalur Khatulistiwa, titik nol derajat Equator. Inilah uniknya Kab. Pasaman. Selain menjadi salah satu dari dua wilayah yang dilewati garis khatulistiwa, disini juga semnagat memerangi penjajah belanda di dengungkan Tuanku Imam Bonjol.
…dia memutuskan berhenti…
11 Nov 2011 8 Komentar
in My STory, padang, perlindungan anak, Uncategorized
Pukul 12.30 WIB. Telepon seluler saya sedang dalam status ‘silent’. Tentu saja panggilan masuk tidak bisa diketahui. Ada sekitar 5 panggilan tak terjawab dari nomor yang sama. Setelah di cek ternyata dari salah seorang adik bernama Khalid. Lima kali panggilan, berarti ada hal yang pentig. Saya masih menduga-duga ada apa gerangan. Maksud hati hendak menghubungi balik, tetap malah keduluan. Panggilan ke enam berhasil tersambung.
“Hallo, ada apa khlaid ?”
“Ini bang, tadi Reza menyerahkan buku tabungan beasiswanya, lalu dia bilang dia mau berhenti sekolah dan sore nanti akan berangkat ke Kerinci..”
Astagfirullah…saya tak bisa mengerti, kenapa bisa terjadi. Khalid dan Reza adalah dua dari 32 orang anak yang masuk kedalam program beasiswa yang sedang kami jalankan, khusus bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan secara ekonomi, tetapi memiliki semangat untuk sekolah. Mereka bekerja dua kali lebih keras untuk mendapatkan sekolah, oleh karena itu kami bermaksud mengurangi beban anak-anak tersebut melalui beasiswa ini.
…buku bacaan lebih baik dari pada mainan, teori aneh…
18 Okt 2011 14 Komentar
Pagi hari sebelum berangkat ke Gramedia di Padang, saya bikin kesepakatan dengan dua orang ponakan….
“Alif dan Deden, kalau mau di ajak ke Gramedia harus janji tidak boleh minta mainan”
Tentu saja anak-anak segera mengangguk untuk setuju.
“OK Anjang (Mak Anjang-Minang-)”
Jadilah kami bertiga melangkahkan kaki menuju Gramedia. Sampai di lantai III, Deden bertanya.
“Beli buku cerita boleh gak Njang ?”
“Boleh, pilih yang belum pernah di beli dan bukunya setelah di baca nanti di rumah di simpan baik-baik…”
“Ok…”
Yang kecil tak mau ketinggalan…
“Alif beli kartu huruf Njang…”
“Iya, pilih yang agak besar, jangan yang kecil nanti gampang hilang..” Begitu pesan saya sambil tetap memilih milih Novel.
Akhirnya perburuan selesai, kami ke kasir dan melunasi yang di beli. Ponakan saya yang besar sempat juga minta dibelikan Tabloid Bola, maklum dia pecandu Sepak Bola.
Lanjut ke lantai I dan disitu terpajanglah beraneka ragam mainan yang tentu saja membuat air liur anak-anak berceceran. Ponakan saya larak-lirik, penegn minta. Akhirnya yang kecil memasang tampang memelas.
“Anjang, boleh lihat-lihat mainan gak ?”
Saya gak tahan juga…
“Boleh, tapi jangan lama-lama…”
Akhirnya mereka berlarian menuju rak mainan. Sepulih, dua puluh dan akhirnya tiga puluh menit, mereka belum juga selesai. Saya cari dan akhirnya menemukan mereka sedang asyik membongkar-bongkar mainan di sudut. Saya ajak mereka pulang, tapi gak mau, yang kecil mulai merengek..
“Anjang…beli ini…”
“Eittttt tadi udah janji kan, tidak boleh beli mainan…”
“Tapi kan yang satu ini aja, yang kecil aja, murah kok…”
Kecil berarti murah, begitu pikiran anak-anak. Saya lalu liat harganya…..ASTAGA….lebih mahal dari yang lebih besar…
“Gak boleh, kan tadi sudah janji, Anjang lagi tidak bpunya uang…”
…pelit…
03 Okt 2011 6 Komentar
Saya baru tau kalau ada HARI BATIK. Emang barangkali saya kurang mengikuti isue sekitar batik, yang berkesan hanya perkara gontok-gontokan kita dengan negara tetangga yang sesukanya meng klaim batik miliknya. Bukan batiknya yang bikin saya terkesan saat itu, tapi justru gontok gontok annnya.
Nah, ini cerita dua hari lalu. Soal batik juga. Hal ikhwal seorang adik mau berangkat ke Jogjakarta mengikuti kegiatan PERNAS AIDS 2011. Oleh panitia dia diberikan kesempatan untuk presentasi pengalaman dalam mengelola kegiatan di daerah masing-masing. Tentu saja dengan kategori peserta seperti ini, adik saya berangkat dengan sponsor sepenuhnya dari panitia. Alhamdulilah banget ya…(wkwkwkw). Nah, karena berangkat dengan pembiayaan panitia, tentu saja yang dibutuhkan adik saya cuman mempersiapkan kebutuhan pribadi. Selebihnya gak penting-penting amat. Apalagi dengar desas desus, yang di sponsori juga akan di beri uang saku. Wah….alhamdulilah banget ya…(wkwkwkwkwk).
Karena itu sebelum berangkat saya temui dia.
“Ju, besok mau berangkat ya…ini uang 100 ribu..”
“Thanks bang…”
“Eitttt, enak aja, bukan buat belanja loe. Tapi tolong cariin Baju Batik ya, kalau bisa dapat 3 biji, karena di sana murah murah dan bagus, yang satu cari dominan warna biru langit, yang kedua dominan warna maroon, yang ketiga terserah aja, ukuran L, trus kalo bisa yang satu cari kerah yang setengah…., kalau uangnya gak cukup pake uang Ju dulu…” Saya nyerocos menjelaskan duduk persoalan itu.
“Ooooooooooooo”
Sang adik melongo mendengarkan penjelasan saya, saya yakin dalam kepalanya bilang…
“Pelit, mau yang bagus tapi duitnya dikit….”
Wkwkwkwkwk biar aja, yg penting saya bakalan dapat Batik Baru, cihuyyyy
…kreatif…
30 Sep 2011 5 Komentar
Sudah hampir tiga kali Hari Senin saya kena tegur atasan. Sederhana, karena tidak memakai seragam yang ditentukan dalam aturan. Sebetulnya bukan saya tak mau memakai seragam tersebut, tapi karena memang belum bikin saja hehehehe (dasar pemalsa…). Tapi setiap kali di tegur, setiap kali itu juga saya bisa berkelit wkwkwkw dan atasan cuman bisa nganguk angguk. Tapi lama-lama juga segan dengan rekan kerja yang selalu senyum senyum simpul mendengar alasan saya. Alhasil akhirnya saya melangkahkan kaki menuju pasar raya buat beli dasar sergam, lalu ke tukang jahit.
Nah, ini adalah tukan jahit baru alias bukan langganan. Ini atas rekomendasi teman dan saya ingin membuktikan. Memang benar, sesampai di tempat jahitan, saya coba menawar, ternyata seribu perak pun gak mau kuran (tanda profesionalitas pertama wkwkwk). Lalu saya coba tawarkan harga lebih supaya bisa segera diselesaikan karena sudah sangat kepepet, takut kena tegur yang ke empat. Jawabnya TIDAK BISA, karena memang 7 hari jadwalnya, kalau tidak berkenan boleh cari tukang jahit lain (wkwkwk tanda profesional kedua). Setelah tidak mempan dengan dua permintaan, akhirnya saya nyerah, karena tak ada alasan lain.
Setelah saya di ukur, lalu saya bayar dan kemudian menerima selembar bukti tanda terima. Dan….saya tersenyum begitu melihat tanda terimanya…KREATIF BANGET…heheh lihatlah ini….
…sendal lebaran…
20 Agu 2011 12 Komentar
Siang itu, di rumah saya tiduran. Capek, maklum habis nyuci satu baskom penuh, apalagi bulan puasa, wuihhh gak kebayang rasanya, gimana rasanya jadi pembantu rumah tangga. Pasti lebih capek lagi. Tapi banyak orang yang gak menghargai jasa-jasa para pekerja rumah tangga itu. Danmalah ada yang tega menyiksa, padahal sudah dimudahkan urusannya.
Saya tidak akan cerita soal pembantu, ataupun cucian. Sedang asyik asyiknya tiduran, seorang anak tetangga, beberapa rumah dari tempat saya datang dengan kantong plastik di tangan. Meminta sesuatu.
“Om, ada jarum pentul gak ?” dia nanya barang yang gak saya punya.
“Buat apa jarum sama kamu ?” Saya tanyai anak yang usianya sekitar 10 tahun itu.
“Buat ini om” Si anak mengacungkan kantongnya.
“Sebentar, Om cari dulu..”
…kopdar dengan sang bunda ratu…
20 Agu 2011 11 Komentar
Saya memang menunggu tanggal 20 Agustus 2011 sebagai tanggal menuliskan cerita singkat ini. Kenapa demikian, konon kabarnya tanggal ini adalah jadwal keberangkatan Mbak Imel menuju Tokyo. Pasti semua juga telah pada tahu, kalau narablog kita yang satu ini adalah ratunya kopdar (setidaknya begitulah kata DM) waktu pesta di Belleza Suite berlangsung.
Terus terang saja, waktu si Catra Prathama memajang foto kopdar bersama Mbak Imel di Bandung, saya sedikit kecewa. Kenapa tidak, agenda kopdar yang sebetulnya sudah kami rencanakan jauh-jauh hari bersama sang ratu, tiba-tiba berubah saja. Saya di telikung ditengah jalan (hehehe) perbuatan curang, saya didahului (heheh). Tapi tak apalah, namanya juga kesempatan datang pada waktu itu di Bandung, apa salahnya Catra mengambil kesempatan itu. Tinggalah saya merana sendiri (huahuahua).
Sebetulnya nyaris saja rencana saya terbang ke Jakarta untuk ketemu sanag “Bunda ratu” gak kesampaian. Setiap hari saya online selalu cek status harga tiket ke Jakarta. Astaga…Mahal….., mahal untuk ukuran saya yang punya kantong pas-pasan. Tapi yang namanya berusaha, terus dilakukan. Cek terusssssssssss, hingga akhirnya kabar baik itu datang.
“Hallo, Bapak Muharman, kami dari bla bla bla, mengundang Bapak untuk rapt hari Rabu hingga Jumat, temapt di Bogor. Seperti yang telah kita agendakan sebelumnya, tapi jadwal sengaja kami majukan atas saran Bapak dan kami setuju untuk mengantisipasi melonjaknya harga tiket menjelang lebaran…”
…kacamata dua…
17 Agu 2011 6 Komentar
Bagi orang yang berkacamata minus seperti saya, jika berpergian maka barang wajib nomor dua yang harus dibawa lebih dari satu adalah kacamata, setelah ban mobil (itupun kalo pake mobil dong). Hal ini baru benar benar saya rasakan manakala kejadian beberapa waktu yang lalu.
Entah kenapa sebelum berangkat ke luar kota, adik saya sempat tanya..
“Kacamata yang satu lagi mana bang ?’
“Ada tuh, bawa satu aja, ntar kalau bawa dua malah repot..” iseng santai saja menjawab.
Mungkin karena si adik tidak begitu antusias sosl kacamata atau hanya sekedar tanya, jadilah kami berangkat ke luar kota dengan bermodal satu kacamata. Sttt tentunya juga modal uang dan tiket.
Hari pertama dan kedua , tidak terjadi hal yang mengkuatirkan dengan kacamata saya. Memasuki hari yang kedua setengah, tragedi itupun terjadi. REntah karena keasyikan, atau tidak peduli, atau terlalu cuek. Terjadilah sesuatu yang membuat saya sangat kuatir. Malam itu saya dan adik nonton Harry Potter di XXI Botani Square Bogor. Syukur alhamdulilah, tidak lagi antri bejibun kayak beberapa waktu belakangan. Tak perlu lama lama antri walaupun boleh dikata tidak juga sepi.






Komentar Terakhir