PERJALANAN III. Welcome Party Vizon Organizer

ImagePerjalanan ke Jogjakarta kami sebetulnya sudah pernah saya lakukan beberapa kali.  Tetapi perjalanan kali ini memang terbilang istimewa karena didampingi sang istri.  Saya gak juga bilang ini adalah bulan madu, karena pernikahan kami telah menginjak bulan ke tiga.  Tetapi saya menyebut ini adalah perjalanan persaudaraan.  Kenapa demikian karena Jogjakarta menjadi pilihan kami, selain kotanya yang enak, tapi dibalik semua itu juga ada saudara kami UDA VIZON.  Semua narablog barangkali sudah mengenal siapa uda yang satu ini.  Tak diragukan lagi konsistensi belau di jagad raya percaturan blogger dan bahkan kalau di perhatikan bisa dinobatkan sebagai RAJA KOPDAR (heheheh).

Tak perlu lama sampai ke jogja, satu jam perjalanan udara, saya sampai.  Celingak celinguk nyari uda Vizon.  Tetapi beliau tidak ada.  Saya SMS, ehhh ternyata beliau sedang dalam perjalanan dari Solo dan hamper sampai di bandara, guna menjemput saya dan istri.  Sambil menunggu, kami berdua menikmati bandara kecil sederhana tetapi elegan.  Bule-bule berseliweran, nampaknya Jogja lagi diserbu wisatawan asing.

Lagi

PERJALANAN II. Jaksa dan Monas Malam Hari

Image

Singgah di Jakarta dulu, sebelum ke Jogjakarta.  Tujuannya simple ketemu CATRA, teman blogger dan nyaris sudah seperti adik sendiri.  Sebelum take off, kejadiannya begini.

“Cat, sudah jadi carikan penginapan yang murah meriah dan mewah di Jakarta ?”

“Sudah bang, aman di Jaksa….”

Wah, kalau Jaksa siy saya sudah tahu, kalau itu adalah kawasan backpacker.  Tapi kalau nginap di kawasan tersebut, seumur-umur belum pernah.  Maklum, kalau dulu masih lajang, pastinya nebeng di kamar kos teman.   Tapi kali ini bawa istri.

Singkat cerita, akhirnya kami mendarat sempurna di Bandara Soeta.  Cuaca dilaporkan cerah.  Kami melanjutkan perjalan dengan menggunakan DAMRI menuju Stasiun GAMBIR.  Sambil menikamati perjalanan yang tidak macet.

“Cat, apa nama penginapannya di Jaksa?’

“Nick bang, lumayan murah,a man dan bersih..”

Hampir satu jam kemudian, kami sampai di Jaksa.  Celingak-celinguk, akhirnya sampai juga di Nick’s.  Sebuah penginapan bagi kaum Backpacker.  Kami masuk, lalu ketemu penjaga dan kami di kasih kunci.  Naik lantai 2.  Di lantai satu kami melihat gelimpangan para backpacker yang mungkin juga baru sampai.  Dengan model yang sangat beragam dan semuanya pada satu maksud.  Istirahat untuk selanjutnya melakukan perjalanan ke tujuan berikut. 

Lagi

…Gempa Datang Lagi…

Menjelang shalat Ashar di bulan April 2012, bumi bergoncang lagi.  Sumbernya Simeulue Aceh, kekuatan dahsyat 8,3 SR.  Gempa sebesar itu sampai juga ke Pariaman.  Kala itu saya sedang duduk santai membaca artikel dari beberapa situs menarik yang tersedia.  Sedang menunggu azhan.

“Gempa Mu…” Begitu bos saya berteriak gecil.  Maklum, saat itu hanya saya dan beberapa ibi-ibu saja yang ada di Kantor.

“Iya bu, tapi gak kuat…”

Belum sempat saya selesai menjelaskan, Ibu bos telah sampai di luar gedung.  Maklum, saya berada di lantai dasar bangunan kantor dari dua lantai yang tersedia.  Lantai diatasnya belum di isi apa-apa, maklum masih dalam perbaikan (akibat gempa 2009 lalu).

Lagi

…DI BIM ADA PEDAGANG KAKI LIMA…

Rencana perjalanan jauh saya dengan istri memang telah lama tertunda.  Ada saja sebab yang menghalanginya.  Baru memasuki pernikhan pada bulan ke-3, saya bisa memenuhi janji untuk jalan-jalan.  Tujuan kami yang utama adalah Jogjakarta.  Hal ini atas permintaan istri yang sangat berkeinginan ke Borobudur.  Tapi tentu saja saya memberikan tawaran yang menarik.  Selain menikmati seluruh ke indahan dan pesona Jogja, saya juga menawarkan untuk singgah ke Solo, Bandung dan tentunya Jakarta.  Jadilah kemudian kesepakatan kami ‘perjalanan suka-suka’ alias tidak terpaku dengan satu tujuan, tetapi nikmati saja, kalau masih ada waktu, lanjutkan ke tempat lain yang mempesona, tentunya juga kalau masih ada uang tersisa (wkwkwkwk).

Sedari awal sebelum keberangkatan, saya bertekat untuk menuliskan hal-hal menarik yang saya temui selama perjalanan.  Apa saja, yang penting enak buat di tulis di Blog.  Dan inilah hal menarik pertama yang saya temui.

Lagi

…TRAGEDI SEPAK BOLA BOCAH…

Hari Sabtu. Libur kantor. Biasanya kerjaan saya tidur atau kalau nggak nonton. Tapi entah kenapa hari itu, saya ke rumah kontrakan lama. Ada kabar bahwa rumah lama yang saya kontrak, pagarnya di ganggu orang dan berhubung Ibu pemilik rumah masih mempercayakan pengawasan rumah kepada saya, maka amanah itu harus sayajalankan sebaik mungkin.

Siang itu saya menuju kontrakan lama.
Sampai di gang masuk ke rumah, dihalaman depan saya lihat sekelompok anak-anak kecil usia 8 tahunan lagi main bola. Sudah bisa dimaklumi kalau anak-anak lagi main bola, ributnya minta ampun. Salah seorang anak menegur saya.

“Om….” Saya tahu, ini anak tetangga depan rumah. Nama persisnya saya tidak ingat, tapi dia anak yang supel, karena hamper 2 tahun saya ngontrak rumah disana, kalau ketemu dan berpapasan selalu menyapa saya.

Saya lalu masuk ke dalam rumah. Ambil sapu dan sekedar bersih-bersih. Diluar masih rebut. Tak sampai 15 menit, lalu saya dengar ribut-ribut diluar. Suara seorang Ibu menjerit-jerit.

Lagi

…Butuh Kesabaran Ekstra…

Siang tadi saya di temui salah seorang teman yang juga sehari-hari membantu menangani korban tindak kekerasan terhadap anak. Sebut saja SUSI. Terpaksa kerjaan yg sedang menunggu saya hentikan, saya harus meladeni para relawan ini dengan baik, karena sudah mau bekerja tanpa imbalan.

Dia membawa seorang anak. Siapa lagi kalau bukan MIKI (sebut saja begitu namanya). Sambil tersenyum saya sapa miki. Dia balas tersenyum, lalu menyalami saya.

Bu SUsi curhat. Bahwa Miki sejak hari ini dikebalikan pihak panti lagi, karena pihak panti tidak sanggup mengasuh Miki lagi. Saya lalu ingat sejak setahun lalu merekomendasikan Miki ke panti di Padang karena memang telah menjadi korban tindak kekerasan oleh Ibu Kandungnya. Miki di pukuli, tidak disekolahkan, disuruh dagang gorengan dan kalau dagangan tidak habis, kena siksa. Kami terpaksa ambil Miki pada waktu itu, karena Ibunya sudah tidak peduli dengan dia.

Setahun berselang, sejak di tempatkan di Panti, tiba-tiba Miki di pulangkan. Ikut juga pengasuh panti mengantar pulang kembali ke Ibu Susi.

Versi Ibu Panti :
” Saya sudah ampun pak mengasuh Miki, tidak sanggup lagi. Sebetulnya saya sayang sama Miki, tapi karena perangai jeleknya itu, saya gak kuat. Palagi saya hanya beberapa orang saja yang jadi pengasuh di Panti itu ” Ibu panti mengasih prolog panjang soal perangai Miki. Sudah nyerocos panjang tapi tak satupun kesalahan Miki disebut. Hingga akhirnya…

“Dia sering pulang telat, main bola sampai magrib. Berani mulai mencuri, dan terakhir mulai ngintip kakak pantinya mandi, jadi kami tidak tahan lagi…”

Karena saya tidak suka ibu itu membeberkan kesalahan Miki di depan org banyak, saya lalu potong ucapan dia.

“Iya bu, kami beterima kasih atas usaha ibu selama satu tahu. Saya yakin Miki mulai menunjukan perubahan, waalupun masih ada kekurangan yang kita lihat. Tapi paling tidak Miki sekarang Beda dengan Miki setahun lalu. Kalau ibu tidak sanggup lagi, tidak apa-apa, kami akan cari alternatif lain. Saya yakins ekali Miki akan berubah jauh lebih baik, karena setiap orang ber proses”

Si Ibu lalu diam dan mulai ngeles….

“Kalau nanti Miki mau balik lagi ke panti kami, silahkan, tapi mohon di perbaiki perilakunya dulu…”

Saya makin bosan denger curhatan Ibu itu…

“Iya bu gak papa, mudah-mudahn segera. Ngurus anak memang butuh kesabaran ekstra bu, ngurus anak sendiri aja susah, apalagi anak org lain….”.

SELESAI…lalu ibu itu pergi, tinggalkan Miki. Sore itu juga Bu Susi Mengantar Miki Ke sebuah pesantren. Semoga Miki Jadi lebih baik…

…disini saja…

Disini Saja

Sedikit Saja Kau Jauh, Aku Tak Kan Bisa

Kemanupun Kau Pergi, Aku PAstikan Aku Rindu

Dimanapun Aku Berada, Kau Pasti Ada Disisiku, Sekalipun Tak Nyata

Apapun Itu. Disini Sajalah Denganku

“Ungkapan Anti Biasa, Ungkapan Dengan HTML“.

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.