…NASI SALA, KULINER PARIAMAN YANG MENAKJUBKAN…

Standar

ImageImageImageImageImageKebanyakan orang mengenal SALA sebagai makanan khas Pariaman.  Sala yang awam diketahui oleh banyak orang adalah sejenis makanan terbuat dari tepung beras di racik dengan bumbu lalu dibentuk bulat sebesar setengah ukuran bola pingpong, lalu di goreng.  Rasanya enak dan gurih.  

Membuat SALA sebetulnya murah-murah susah.  Tekhnik pembuatannya sederhana, tapi untuk mendapatkan SALA yang gurih sangatlah ‘menantang’ alias susah, karena jika salah-salaah dalam meracik maka yang muncul justru ‘gorengan bulat sekeras batu kali’.  Nah karena unik inilah makanya makanan ini jika ditemui di luar Kota Pariaman, akan berbed dengan yang ditemui langsung di Kota Pariaman.  Bahkan, karena sulit sulit mudah itulah, saat ini terdapat warga beberapa warga Kota Pariaman yang dengan sengaja meracikkan tepung pembuat SALA tersebut yang siap jadi, layaknya bumbu ayam goreng yang ada di supermarket.

SALA yang mau saya ceritakan yang satu ini sebetulnya bukan sala dalam bentuk Bulatan, tetapi adalah SALA yang digoreng dengan isi IKAN.  Kalau yang ini tekhnik pembuatannya masih sama dengan SALA yang dalam bentuk bulatan, tetapi yang membedakannya adalah formasi ikan di dalam adonan SALA.

Jika teman-teman dan saudara berkunjung ke Kota Pariaman, jangan sampai ketinggalan mencicipi hidangan kuliner ini.  Hanya bisa ditemui di pagi hari mulai jam 7 sampai jam 10 pagi.  Jika anda telat, silahkan tunggu pagi berikutnya.

Anda siap berkuliner ria ? datang dan nikmati kerenyahan SALA dan segarnya ikan yang langsung di ambil di lauta  Pariaman.

 

SALAM….

…Diskusi Dengan Ibu-Ibu Anak PAUD…

Standar

ImageKayaknya ini pengalaman perdana saya memandu diskusi dengan Ibu-IBu.  Tak tanggung-tanggung yang saya hadapi adalah kelompok ibu yang memiliki anak PAUD di Sebuah Desa di Pariaman.  Karena baru pengalaman perdana, tentu saja saya menyiapkan bahan yang luar biasa ‘perfect’ (dari kacamata teori siy..), abisnya saya belum punya pengalaman ngasuh anak langsung siy, apalagi yang usia PAUD, kalaupun ngasuh cuman pengalaman ngasuh ponakan, itupun masih di bantu oleh mama nya langsung.  Nah, jadilah keberangkatan saya ke PAUD hari itu dengan semangat tinggi plus deg deg an.

Sesampai di PAUD saya di sambut ‘curiga”.  Awalnya siy para ibu-ibu menduga saya utusan Dinas Pendidikan yang punya gawean, tetapi setelah acara dimulai barulah mereka ‘ngeh’ kalau saya adalah narasumbernya. 

Lima menit pertama, saya grogi habis, awalnya siy menggunakan BAHASA INDONESIA RAYA.  Tapi akhirnya kerena melihat ibu-ibu jadi serius bawaannya, saya menukar menjadi BAHASA MINANG ASLI, nah lanngsung tuh ibu-ibu pada senyam senyum.  Lanjut ampai 15 menit saya menyampaikan beberapa pokok penting dan kemudian dilanjutkan dengan diskusi. 

Di sesi diskusi saya nggak nyangka, hampir semuanya nanayain bagaimana ngasuh anak, bagaimana jika anak berperilaku begini, begitu, bagaimana mendisiplinkan anak, bagaimana membujuk anak yang ngambek, dan segalanya wahhhhh pokoknya seru, sangat aplikatif dan jauh dari teori yang ada.  Tak teras 2 jam berlalu, pas mau pulang ada ibu-ibu yang nanya.

“Sudah berkeluarga Pak ?”….wahhhh selalu yang satu ini di tanyain ke saya kalau sudah diskusi di kampung wkwkwkwkwkw.  Saya jawab..”menurut ibu gimana ?”….langsung deh pada gerrrrrrrrrrrrrrrrr

Image

…Eksotisme Pulau Pagang…

Standar

zLama tak aktif ngeblog, akhirnya muncul lagi, sedikit tertatih, tak apalah, dari pada tak berjalan sama sekali.

Entah masih bisa menuliskan cerita, entah tidak, tapi saya akan coba orat oret perihal perjalanan singkat ke Pulau Pagang.  Begini ceritanya.

Kamis, di bulan Januari 2013 ada tanggal merah, saya langsung kepikiran mau menghilangkan suntuk untuk liburan, maka yang tercetus di hari hari sebelumnya adalah mengunjungi Pulau.  Ide ini muncul manakali melihat sejumlah foto menarik yang di tag oleh seorang teman di situs jaring sosialnya.  Saya langsung tertarik dan kemudian mengumpulkan pasukan buat liburan ke pulau.  Tak menunggu lama, srengggg akhirnya d beberapa yang lansgung meng iyakan.

Continue reading

Mencoba Kembali. “Anak-Anak Korban Banjir BAndang di Padang”

Standar

ImageKelurahan Tabing Banda Gadang, di Kota Padang adalah sebuah kelurahan yang tidak jauh dari pusat kota.  Letaknya persis di seberang bukit kecil di kawasan Gunung Pangilun Padang atau persisnya di belakang PDAM Padang.  Sejak isue tsunami dan beberapa kali peristiwa gempa bumi yang melanda Padang, masyarakat mulai ramai berpindah dan mendiami lokasi tersebut.  Sederhana, jika memang terjadi tsunami, maka sangat gampang mengevakuasi diri ke atas bukit tersebut.  Tetapi yang namanya bencana tak kenal lokasi.  Di penghujung Juli, justru bencana banjir bandang yang melanda lokasi ini.  Hujan yang turun di hulu Batang Kuranji, telah sukses menghayutkan dan merendam rumah-rumah warga di lokasi ini.  Sedih memang melihat Padang selalu tertimpa bencana.

Image

Sehari setelah bencana banjir bandang, saya dan seluruh teman teman berdiskusi menyikapi situasi tersebut.  Tanpa di komndo kami semua menggalang donasi, dan luar biasa, ternyata semnagat dan animo masyarakat mulai mengalir deras.  Dan akhirnya pada tanggal 4 Agustus 2012.  Bertempat di lokasi banjir bandang, kami melakukan kegiatan menggembalikan keceriaan anak-anak di Tabing BAnda Gadang.  Terima kasih untu seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini.

PERJALANAN III. Welcome Party Vizon Organizer

Standar

ImagePerjalanan ke Jogjakarta kami sebetulnya sudah pernah saya lakukan beberapa kali.  Tetapi perjalanan kali ini memang terbilang istimewa karena didampingi sang istri.  Saya gak juga bilang ini adalah bulan madu, karena pernikahan kami telah menginjak bulan ke tiga.  Tetapi saya menyebut ini adalah perjalanan persaudaraan.  Kenapa demikian karena Jogjakarta menjadi pilihan kami, selain kotanya yang enak, tapi dibalik semua itu juga ada saudara kami UDA VIZON.  Semua narablog barangkali sudah mengenal siapa uda yang satu ini.  Tak diragukan lagi konsistensi belau di jagad raya percaturan blogger dan bahkan kalau di perhatikan bisa dinobatkan sebagai RAJA KOPDAR (heheheh).

Tak perlu lama sampai ke jogja, satu jam perjalanan udara, saya sampai.  Celingak celinguk nyari uda Vizon.  Tetapi beliau tidak ada.  Saya SMS, ehhh ternyata beliau sedang dalam perjalanan dari Solo dan hamper sampai di bandara, guna menjemput saya dan istri.  Sambil menunggu, kami berdua menikmati bandara kecil sederhana tetapi elegan.  Bule-bule berseliweran, nampaknya Jogja lagi diserbu wisatawan asing.

Continue reading

PERJALANAN II. Jaksa dan Monas Malam Hari

Standar

Image

Singgah di Jakarta dulu, sebelum ke Jogjakarta.  Tujuannya simple ketemu CATRA, teman blogger dan nyaris sudah seperti adik sendiri.  Sebelum take off, kejadiannya begini.

“Cat, sudah jadi carikan penginapan yang murah meriah dan mewah di Jakarta ?”

“Sudah bang, aman di Jaksa….”

Wah, kalau Jaksa siy saya sudah tahu, kalau itu adalah kawasan backpacker.  Tapi kalau nginap di kawasan tersebut, seumur-umur belum pernah.  Maklum, kalau dulu masih lajang, pastinya nebeng di kamar kos teman.   Tapi kali ini bawa istri.

Singkat cerita, akhirnya kami mendarat sempurna di Bandara Soeta.  Cuaca dilaporkan cerah.  Kami melanjutkan perjalan dengan menggunakan DAMRI menuju Stasiun GAMBIR.  Sambil menikamati perjalanan yang tidak macet.

“Cat, apa nama penginapannya di Jaksa?’

“Nick bang, lumayan murah,a man dan bersih..”

Hampir satu jam kemudian, kami sampai di Jaksa.  Celingak-celinguk, akhirnya sampai juga di Nick’s.  Sebuah penginapan bagi kaum Backpacker.  Kami masuk, lalu ketemu penjaga dan kami di kasih kunci.  Naik lantai 2.  Di lantai satu kami melihat gelimpangan para backpacker yang mungkin juga baru sampai.  Dengan model yang sangat beragam dan semuanya pada satu maksud.  Istirahat untuk selanjutnya melakukan perjalanan ke tujuan berikut. 

Continue reading

…Gempa Datang Lagi…

Standar

Menjelang shalat Ashar di bulan April 2012, bumi bergoncang lagi.  Sumbernya Simeulue Aceh, kekuatan dahsyat 8,3 SR.  Gempa sebesar itu sampai juga ke Pariaman.  Kala itu saya sedang duduk santai membaca artikel dari beberapa situs menarik yang tersedia.  Sedang menunggu azhan.

“Gempa Mu…” Begitu bos saya berteriak gecil.  Maklum, saat itu hanya saya dan beberapa ibi-ibu saja yang ada di Kantor.

“Iya bu, tapi gak kuat…”

Belum sempat saya selesai menjelaskan, Ibu bos telah sampai di luar gedung.  Maklum, saya berada di lantai dasar bangunan kantor dari dua lantai yang tersedia.  Lantai diatasnya belum di isi apa-apa, maklum masih dalam perbaikan (akibat gempa 2009 lalu).

Continue reading