Membaca cerpen Pak Suhadi berjudul UMI, membuat saya merasa bangga sekaligus sedih. Bangga karena cerpen itu di dedikasikan untuk saya (terima kasih). Sedih, karena cerpen UMI mampu menguakkan kesedihan lama yang sampai hari ini masih berusaha saya hilangkan….Kesedihan itu beralasan, karena cerpen Pak Suhadi terasa nyata dalam kehidupan saya, karena saya pernah mengalami hal yang sama.
Kata teman saya, jika ingin menghilangkan kenangan lama yang seharusnya dihilangkan, maka ceritakanlah apa yang kita rasakan itu kepada orang lain……agar kesedihan yang dirasakan bisa di bagi…..





Komentar Terakhir