
Bencana adalah kuasa dari Allah, SWT. Tidak satupun makhluk yang bisa menghambat kuasa tuhan jika DIA telah berkehendak. Walaupun demikian, Allah SWT juga memerintahkan kepada manusia untuk tetap berusaha. Setidaknya inilah yang bisa kita saksikan jika melihat pembangunan jalur evakuasi tsunami di Padang.
Padang adalah sebuah kota di Pesisir Sumatera yang berhadapan langsung dengan samudera terbesar di dunia. Banyak pengamat yang bilang, jika Padang yang dilanda tsunami, maka dahsyatnya lebih besar dibanding tsunami yang pernah melanda Aceh. Korban justru jauh lebih banyak jika tsunami terjadi di Padang. Karena sebagian besar penduduk Padang berada dan berdiam di sepanjang pesisir pantai.

Melihat fakta-fakta itu, maka pembangunan jalur evakuasi tsunami di Kota Padang menjadi sangat strategis. Setidaknya itulah yang bisa kita lihat jika kita berkunjung ke kawasan Gunung Pangilun Padang. Kawasan ini adalah sebuah perbukitan kecil yang terletak persis di tengah-tengah Kota Padang. Jika anda berkunjung ke Padang, cobalah naik angkot dari Pasar Raya Padang menuju Siteba dengan menggunakan angkutan kota yang melalui Gunung Pangilun. Persis di sepanjang jalan Gajahmada Padang, gugusan bukit kecil ini yang sering disebut warga dengan Gunung Pangilun berdiri megah. Ketinggiannya tak kurang dari 50 meter. Struktur tanah perbukitan ini adalah tanah liat, sehingga jika terjadi goncangan, relatif aman dari longsor. Sepertinya Tuhan masih memberikan kasih dan sayangnya kepada warga Padang. Tak pernah di duga, di tengah Kota Padang yang rawan Tsunami ini, Tuhan menghadiahkan rahmat Gunung Pangilun ini.
Sejak beberapa waktu yang lalu Pemerintah Kota Padang bahu membahu membangun sebuah jalur evakuasi tsunami menuju puncak Gunung Pangilun ini. Akhirnya terwujudlah cita-cita itu. Beberapa jalur tangga menuju puncak Gunung pangilun ini telah dibangun. Dan yang terbaru adalah sebuah jalur tangga yang persis berhadapan langsung dengan jalan raya.

Jalur baru ini baru saja selesai dan saya mencobanya. Ada sekitar 260 anak tangga (mudah-mudahan tak salah hitung) jika kita ingin mencapai puncak. Waktu yang digunakan untuk menaiki 260 anak tangga itu tidaklah lama. Hanya 10 menit dengan kecepatan sedang kita sudah bisa menapakan kaki di puncak bukit ini. Dari atas pemandangan sangat Indah, Kota Padang terhampar dan bibir pantai terlihat jelas. Jikalau Tsunami menggulung Padang, maka akan sangat jelas sekali ‘aksi’ nya. Naudzubillah minzalik. Tuhan maha kuasa….

Di puncak bukitpun kita akan menemukan hamparan yang cukup luas dan bisa menampung setidaknya ribuan orang. Mudah-mudahan bisa menampung seluruh warga Padang, jika bencana benar-benar terjadi. Inilah sebuah bentuk usaha manusia dalam menghadapi bencana. Tapi dibalik semua itu kita berharap BENCANA TIDAK AKAN TERJADI.
Tinggal bagaimana pemerintah Kota Padang mensosialisasikan jalur ini seluas mungkin dan membuat prosedur penanganan jika bencana terjadi dengan melibatkan masyarakat setempat. Agar kedepan proses evakuasi bisa berjalan tertib dan lancar.
SEMOGA KITA DI LINDUNGI OLEH ALLAH SWT dari SEGALA BENCANA….





ah judulnya seram p.imoe. saya berharap tsunami gak terjadi. keluarga saya masih banyak di padang dan pessel lho
ada baiknya dibangun lokasi penyelamatan di gunung pangilun. alternatif lain mungkin bukit limau manis dan tahura bung hatta
Imoe, judulnya serem amat y, bikin gw takut aja. Semoga ga terjadi. But, thx for info y. Boleh d suatu saat ajak gw kesana, jadinya gw tau jalur penyelamatannya..
Memang tetap harus diingatkan, karena daerah Padang memang termasuk daerah yang rawan gempa. Bukit itu yang kemana ya? Kalau yang ke arah Universitas Andalas, kan tinggi juga….
Kayaknya jalurnya kekecilan ya? Kalo bener-bener kejadian tsunami, bisa pada jatuh saling sikut.
@ Al : Iya buk, kecil, makanya harus ada pengaturan dan tekhnis pengelolaan bencana. Tapi jalurnya ada beberapa lagi di sekeliling bukit itu.
@ Bu Eni : Iya bu, kearah Univ Andalas Juga tinggi, tapi kalo dari pusat kota, terlalu jauh, keburu tsunaminya datang…kalo yang ini hanya 10 menit sampai dari segala penjuru pusat kota.
@ Asih : iya jeng…ngeri ya…tapi jangan kuatir deh…..
@ Pak Zul : Iya pak, berdoa aja jangan sampai bencana terjadi….saya juga banyak keluarga di Padang Pak…kita hanya harus siap aja suatu ketika jika itu terjadi.
*SEMOGA KITA DI LINDUNGI OLEH ALLAH SWT dari SEGALA BENCANA…. = amiin…
benar bang, perlakuan Allah terhadap alam terserah dari Allah juga. manusia hanya diberikan kesempatan untuk berikhtiar agar kehendak Allah yg buruk tidak menimpa manusia. semoga apa yang telah dipersiapkan pemerintah Padang bisa berguna nantinya jika benar bencana itu terjadi
ini foto jalur evakuasi atau foto narsis nih. hahaha
yup bang selama ini orang2 pada lari ke limau manis atau bypass padahal lebiih dekat ke gunung pangilun
ah, bang im bikin sram aja. jngan mkirin tntang tsunami bang, soalnya bkin ngeri ama bikin gelisah.. mndngan mkirin cewek cantik aja bang.. hehehe…
Moe…bukannya disana dulu daerah pekuburan..??
yang dekat PDAM kan?
Maha Besar Allah SWT Bang, semoga kota Padang dalam LindunganNya…
kampung nyokap gw (berarti kampung gw juga yak? haha) di pakandangan pariaman… bisa dicariin bukit terdekat untuk jalur evakuasi kalo tsunami? ehuehuee
@ ichanx : astaga chanx…ternyata kita satu kampung tuh
@ deddy : amin bang…
@ eni : bener dekat PDAM, iya ada beberapa kuburan, tapi sesudut cuman…
@ tejok : hehehehe cewek cantik ya…jok..hehehe
@ catra : iya cat…ke gunung pangilun aja
@ dion : semoga Padang dilindungi ya dion…thanks ya…
Ya ampuuuunn. semoga ga terjadi tsunami deh..
Weh, jangan dunk…
Pengembaraanku belum sampai sana nih…
Tunggu! Tunggu! Jangan ada bencana apa-apa dulu.
@ DM : hehehehehe mudah-mudahan tsunaminya gak datang lah mas….hahahaha