…buku bacaan lebih baik dari pada mainan, teori aneh…
18 Okt 2011 14 Komentar
Pagi hari sebelum berangkat ke Gramedia di Padang, saya bikin kesepakatan dengan dua orang ponakan….
“Alif dan Deden, kalau mau di ajak ke Gramedia harus janji tidak boleh minta mainan”
Tentu saja anak-anak segera mengangguk untuk setuju.
“OK Anjang (Mak Anjang-Minang-)”
Jadilah kami bertiga melangkahkan kaki menuju Gramedia. Sampai di lantai III, Deden bertanya.
“Beli buku cerita boleh gak Njang ?”
“Boleh, pilih yang belum pernah di beli dan bukunya setelah di baca nanti di rumah di simpan baik-baik…”
“Ok…”
Yang kecil tak mau ketinggalan…
“Alif beli kartu huruf Njang…”
“Iya, pilih yang agak besar, jangan yang kecil nanti gampang hilang..” Begitu pesan saya sambil tetap memilih milih Novel.
Akhirnya perburuan selesai, kami ke kasir dan melunasi yang di beli. Ponakan saya yang besar sempat juga minta dibelikan Tabloid Bola, maklum dia pecandu Sepak Bola.
Lanjut ke lantai I dan disitu terpajanglah beraneka ragam mainan yang tentu saja membuat air liur anak-anak berceceran. Ponakan saya larak-lirik, penegn minta. Akhirnya yang kecil memasang tampang memelas.
“Anjang, boleh lihat-lihat mainan gak ?”
Saya gak tahan juga…
“Boleh, tapi jangan lama-lama…”
Akhirnya mereka berlarian menuju rak mainan. Sepulih, dua puluh dan akhirnya tiga puluh menit, mereka belum juga selesai. Saya cari dan akhirnya menemukan mereka sedang asyik membongkar-bongkar mainan di sudut. Saya ajak mereka pulang, tapi gak mau, yang kecil mulai merengek..
“Anjang…beli ini…”
“Eittttt tadi udah janji kan, tidak boleh beli mainan…”
“Tapi kan yang satu ini aja, yang kecil aja, murah kok…”
Kecil berarti murah, begitu pikiran anak-anak. Saya lalu liat harganya…..ASTAGA….lebih mahal dari yang lebih besar…
“Gak boleh, kan tadi sudah janji, Anjang lagi tidak bpunya uang…”
Mulailah dia menangis, air matanya keluar dan mulai bertingkah…
“Anjang bohong…..ambi uangnya di ATM, pasti ada…”
Hehehehe niy anak kecil 6 tahun tau juga ATM wkwkwkwkw. Saya tetap ngotot.
“Kalau ndak mau tepat janji, besok besok ndak di ajak ke Gramedia lagi…”
Tetap tak mau diam, malah mulai bikin pengunjung lain melihat kami bernegosiasi. Tangisnya makin menjadi ketika melihat anak se usianya dibelikan mainan oleh orang tuanya.
“Itu, anak itu dibelikan mama papa nya, Anjang pelit…”
Sebetulnya tak tega juga, tapi karena sudah komitmen, maka saya mau mengajarkan kepada ponakan saya untuk menepati komitmen tersebut. Makin menjadi tangisnya, lalu saya mulai agak kesal, tapi harus sabarrrrrrrrrrrrrr.
Terus nego, nego dan nego. Akhirnya saya ada akal…
“Dengar dulu….liat ituh anak yang disana, ?” Saya menunjuk salah seorang anak yang jadi pengunjung juga di Gramedia.
“Iya kenapa ?”
“Dia dari tadi melihat Alif, apa gak malu, dia aja gak minta mainan sama mama dan papa nya “ Saya melambai ke anak itu. Dari jauh anak itu tersenyum. Melihat anak itu tersenyum, si Alifnya juga mulai agak diam. Mainan yang di tangannya tadi diletakkan kembali ke rak.
“Tapi dia beli buku bacaan banyak……” Alif membela diri.
“Iya. Lebih baik beli buku bacaan dari pada mainan, kalau beli buku kan bisa di baca banyak orang dan kita lebih cepat bisa membaca…”
“Kalau gitu, alif mau beli buku bacaan aja..” Lalu dia berlari kelantai III kembali.
Sampai di lantai III, dia milih-milih dan akhirnya pilihan jatuh ke sebuah kumpulan dongen dengan harga ALAMAK…AMPUN….
Tapi karena sudah terlanjur menjelaskan bahwa buku bacaan lebih baik ketimbang mainan, jadilah saya membayar sejumlah nominal yang tertera di kumpulan dongen tersebut……hik hik hik hik. Bokek….
Pelajarannya..kalau ngak lagi punya uang, jangan bikin perbandingan yang aneh-aneh, nanti senjata makan tuan, apalagi sama anak-anak yang lugu…hehehehe.
ARTIKEL INI DI IKUTSERTAKAN DALAM MAINAN BOCAH CONTEST DI SURAU INYIAK






Okt 18, 2011 @ 10:46:03
hahahhaaa……anak2 memang harus diajar disiplin dan tepat janji ya Imoe
tapi, bunda juga kalau diajak ke gramedia , pasti bisa bikin Imoe juga bangkrut
Semoga sukses dikontes ini ya Imoe
salam
Okt 18, 2011 @ 22:34:54
Hahaha…. rasailah Moe, kanai karajoan dek kamanakan…
Makasih Imoe sudah memenuhi undangan saya.
Artikel ini sudah dicatat sebagai peserta MAINAN BOCAH CONTEST
Okt 19, 2011 @ 03:11:41
hahahhaha…. ponakannya pinter-pinter ya, Pak…
Okt 23, 2011 @ 05:48:49
Anak saya masi kecil-kecil, belum ngerti minta jajan apalagi mainan kalu diajak belanja. Kalaupun minta, dialihkan saja perhatiannya ke mana gitu, beres! Hehehe. Salam kenal, dan semoga sukses dengan kontesnya.
Okt 24, 2011 @ 03:17:11
wahaha…anak-anak jaman sekarang emang kelewat pinter yah uda…
udah pandai menego pula… adik kecil saya juga kalo dijanjikan akan ditagih terus janji saya..biarpun berbulan telah lewat, dia tetap inget..weleh-welehh..
tapi salut uda sama ajaran komitmennya kepada anak-anak..ehehehehe
Okt 25, 2011 @ 21:07:25
bener tuh, untuk anak memang lebih baek lewat maenan dan buku bacaan menarik. tapi gak kalo orang dewasa, bukunya makin bikin pusing dibaca
Okt 26, 2011 @ 06:58:22
haha, kocak banget nih ceritanya. jadi sebenarnya lebih baik yg mana, semoga menang deh biar bisa dapet yg gratisan..:D
Okt 27, 2011 @ 06:45:03
hahahaha…lucu….salam kenal
Okt 27, 2011 @ 14:50:47
Alhamdulillah, akhirnya saya pun selesai juga mengerjakan tulisan untuk ikut kontes yang satu ini. Semoga ikhtiar ini bisa membuahkan hasil maksimal . Amin. Saling mendoakan ya, insha Allah.
Oh ya, saya juga sedang mengadakan kontes menulis Endorsement for Abi Sabila. Mohon doanya, dan saya tunggu partisipasinya. Terima kasih
Nov 04, 2011 @ 00:58:00
../
yah begitulah anak kecil kalau ada maunya, susah ditolak.. ^^
..
Nov 12, 2011 @ 03:10:55
belajar di waktu kecil bagai mengukir diatas batu begitulah kata pepatah, dan sepantasnya untuk kita yg lebih faham dan tentunya teladan yg pantas di jdikan contoh oleh adik2nya harus memikirkan agar mereka jauh lebih baik sebagai generasi penerus.
Nov 18, 2011 @ 04:44:37
Anjang sakali-sakali maajak jalan-jalan, pilik pulo,
asyik, kanai karajoan hahahaha.
Des 01, 2011 @ 01:46:48
anjang harus sabar yo,,,,,wkwkwk…….bgtukah riskan nya kalau bawa pasukan..