Arsip dari penulis : Imoe

12
Nov
09

…sepenggal kisah, setelah duka sedikit sirna (tamat)…

BACKSCHLSaya sedang asyik-asyiknya membahas tentang kondisi terkini salah seorang teman, yang kebetulan sedang sakit. Beberapa hari sebelumnya saya sempat menemani sang teman berobat ke spesealis THT. Penyakit yang semula kami anggap sepele, ternyata tidak. Dari jumlah nominal yang dikeluarkan untuk nebus resep, jelas sekali kalau penyakit tersebut tidak boleh dianggap enteng. Dalam ngobrol tersebut sebuah SMS masuk

“Malam om, besok Beni sekolah di MIN ya..”

“Wahhhh Beni, hebat ya…udah dapat belajar kembali”

Sebuah SMS yang saya tunggu-tunggu sehari sebelumnya. Dan ternyata baru pada malam hari masuk ke hand phone saya. Berita gembira tersebut saya forward ke Ady, teman yang juga ikut membantu proses kembalinya Beni kesekolah.

Lanjutkan membaca ‘…sepenggal kisah, setelah duka sedikit sirna (tamat)…’

09
Nov
09

…sepenggal kisah, setelah duka sedikit sirna (bag II)…

1Ini kelanjutan postingan terdahulu.  Sejatinya saya harus memposting tulisan ini hari Jumat yang lalu.  Apalagi kalau bukan perihal perkembangan penanganan Beni.

Kasus Beni benar benar membuat saya dan Ady (teman yang ikut membantu) tidak bisa tenang.  Maaf, hampir saja kami terobsesi dengan kasus itu, sangat ingin segera mengembalikan Beni ke sekolah, apapun akan kami lakukan.  Tetapi saya kemudian justru diingatkan oleh salah seorang teman muda (masih kelas II SMP), ”bang, Beni bukan mesin, bukan boneka, dia punya perasaan dan tidak bisa bang membuat target dengan situasi ini” kira kira begitulah apa yang disampaikan teman muda itu.  Saya sangat kaget, justru mendapat teguran dari teman muda.  Sesaat saya tersenyum dan kemudian berterima kasih ”terima kasih ya”.

Lanjutkan membaca ‘…sepenggal kisah, setelah duka sedikit sirna (bag II)…’

04
Nov
09

…sepenggal kisah setelah duka sedikit sirna…

IMG2397ASebulan sudah kami dengan tim bergerak di 10 titik pendampingan psikososial bagi anak-anak korban gempa Sumatera Barat.  Banyak sekali yang ingin diceritakan.  Satuhal yang tidak bisa kami lupakan adalah, bagaimana kami harus berusaha menyelami perasaan anak-anak dengan situasi yang berubah 180 derjat ini.  Tidak saja harus memahami pentingnya perasaan mereka secara kolektif, tetapi juga menyelami mereka satu persatu.  Ada yang gamblang mencurahkan isi hatinya, ada yang lewat gambar, ada yang lewat tatapan mata dan bahkan ada dengan senyuman (tapi hambar).  Siap tidak siap, ini bagian dari konsekwensi mengambil peran dalam membantu sesama.

Kami juga bagian dari orang yang memiliki perasaan (barangkali sama dengan anak-anak tersebut), karena kami juga ada yang kehilangan sanak saudara, kehilangan harta benda dan lain-lain.  Tapi sekali lagi, kami harus menepiskan perasaan itu, manakala kami berdiri didepan banyak anak-anak yang rasa optimisnya harus digerek kembali ke tiang yang paling tinggi.

Lanjutkan membaca ‘…sepenggal kisah setelah duka sedikit sirna…’

30
Okt
09

…febri…

mesjidaakSaya lagi bosan menulis soal perkembangan pasca gempa di Sumbar. Saya ingin menulis sesuatu yang iseng saja.  Begini..

Sudah dua kali Jumat saya shalat di mesjid itu.  Tidak disengaja siy, tapi langkahlah yang membawa raga kesana.  Apakah ada yang menarik di mesjid itu, tentu saja tidak, karena mesjd ini sama dengan yang lainnya dan tidak ada yang berubah.  Hanya sedikit retakan disana sini yang menambah ornamen mesjid itu sekarang.

Ada tempat enak sekali di mesjid itu.  Nggak tau saya apa sebabnya, mungkin juga karena itu tempat favorit bagi siapa saja termasuk saya.  Apa yang dicari ? Apalagi kalau bukan jendela yang terbuka lebar serta dinding marmer dingin yang dicari para jemaah.  Sambil dengar ceramah, sambil bersandar dan sambil terkantuk kantuk karena angin sepoi sepoi dari luar (wkwkwkwkw).  Siapa saja yang mendapatkan tahta tersebut terlebih dahulu, maka akan dipastikan jemaah yang duduk disana nyaris semaput karena kantuk (wkwkwkwk).  Gak mudah jugamendapatkan tahta tersebut, kita harus cepat datang ke mesjid.  Lalu kuasai.

Lanjutkan membaca ‘…febri…’

18
Okt
09

…situasi gila bencana…

2Tiga hari setelah gempa, perlahan tapi pasti warga Kota Padang telah mulai bangkit.  Apa tandanya, saya sudah bisa menikamti Ikan Bakar sebuah warung nasi di bilangan Khatib Sulaiman.  Tak peduli banyak puing bangunan di sekitar jalan tersebut, semua orang bersantap sambil tetap tersenyum menikmati hari.  Tidak hanya itu, sebuah warnet langganan saya juga sudah mulai beroperasi dengan menyediakan genset.  Tak hayal, warnet itu menjadi serbuan para pelanggan yang tidak hanya sekedar ingin berselancar di dunia maya, tetapi juga yang hanya sekedar numpang nger charge HP.  Tak apalah, toh pemilik warnet adalah orang yang baik hati.  Tak berapa lama, aktivitas sekolahpun mulai menggeliat.  Inilah yang menjadi momentum ritme kehidupan mulai lancar.  Jika anak anak sudah mulai sekolah, maka sopir angkot tentu saja akan mulai bekerja, warung warung makanan di sekolah mulai berbenah dan akan memberikan dampak yang signifikat terhadap situasi lainnya.  Dan yang paling penting, ada situasi lain jika melihat gerombolan anak sekolah di jalan raya.  Sesuatu yang menandakan bahwa situasi terkendali.

Apa yang saya lakukan setelah gempa ? tentu saja berbenah, membersihkan rumah dari beberapa bagian kerusakan serta memindahkan barang-barang yang tidak bisa dipakai lagi ke tong sampah. Lelah  membersihkan rumah, saya kemudian menyambangi teman satu persatu, memastikan kondisi mereka.  Alhamdulilah tak satupun yang menjadi korban, hanya beberapa yang mengalami kerusakan rumah sehingga tidak bisa di gunakan lagi.

Situasi gila mulai menghampiri saya…

Lanjutkan membaca ‘…situasi gila bencana…’

10
Okt
09

…beginilah ceritanya…

IMG2362ASepuluh hari telah dilewati saat gempa besar mengguncang Sumatera getarannya begitu hebat hingga menyebabkan banyak sekali kerusakan.  Setelah kejadian, semua saluran komunikasi terputus dan listrik padam.  Tak ada kabar berita Sumatera Barat, khususnya Padang dan Pariaman seolah terisolasi jauh.  Setelah gempa berlalu dan perlahan komunikasi mulai lancar, banyak yang bertanya kepada saya, “sedang apakah saya saat kejadian berlangsung”.  Inilah sekelumit kisah menjawab pertanyaan itu.

Sore itu sangat terik.  Saking teriknya, tak secuil awanpun menggantung di angkasa.  Tidak ada tanda-tanda sesuatu yang besar akan terjadi.  Dua puluh menit sebleum gempa melanda, saya dihubungi oleh salah seorang adik, minta untuk dibantu membuat tugas sekolah.  Kebetulan saya sedang berada disebuah warnet langganan.  Langsung saja permohonan itu saya sanggupi “ayo datang aja ke warnet bla bla lantai dua’.  Tak berapa lama, akhirnya sang adik datang.  Tepat pukul 17.00 WIB.  Kamipun segera memulai mengumpulkan bahan untuk karya tulis.  Waktu terus berjalan.  Tak sampai 30 menit kemudian, saya merasakan getaran.  Saya memang orang yang sangat sensitif dengan getaran.  Saya kemudian berdiri dan kemudian memandang operator warnet, saya bilang “ada gempa”.  Tapi belum sempat kata kata saya dicerna oleh operator tersebut, tiba tiba sebuah goncangan hebat kami rasakan semua.  Sangat kencang sehingga membuat kita terjatuh.  Kebetulan saya berada di lantai dua dan sudah dapat dipastikan bahwa goncangannya lebih terasa.  Saya langsung lari ke arah pintu, kebetulan pintu warnet tersebut adalah kaca tebal.  Saya tarik…macet…….

Lanjutkan membaca ‘…beginilah ceritanya…’

08
Okt
09

…aku…

peta-sumaterabarat-dalSaya baru bisa posting setelah bencana gempa terjadi.  Tidak banyak yang bisa aku sampikan, keculai memberikan kabar kepada sabahat blogger semua bahwa aku sehat walafiaat.  Keluarga juga sehat walafiaat.  Hanya kerusakan rumah saja.  Saya terharu melihat berbagai komentar baik di facebook dan blog dari teman-teman.  Betapa saya merasa bahwa ‘dunia tidak sempit, saya tidak sendiri’.  Bencana ini memberikan pelajaran kepada saya bahwa, betapa hidup lebih berharga dibanding segalanya.

Terima kasih untuk teman-teman semua.  Saya akan kembali menulis di blog, mengabari apa saja yang mudah-mudahan bisa memberikan sesuatu bagi kita semua.  Uda Vizon, Uni Icha, Mbak Imelda, Mas DM, Yoga, Soni Setiawan dan yang lainnya yang tidak bisa di sebut satu persatu.  Doakan kami bisa melewati ini dengan tetap bisa membatu saudara lain.

28
Sep
09

…jalan-jalan lebaran (je je el) ‘mesjid gadang’…

4Libur lebaran kali ini rasanya singkat sekali.  Agak susah saya mengatur jadwal untuk ‘malala’ (keluyuran).  Tapi berhubung syaraf jalan-jalan saya tidak bisa pernah di ajak kompromi, maka waktu yang singkat tersebut, harus dapat di optimalkan dengan menyambangi beberapa tempat yang sudah masuk list jauh hari sebelum lebaran datang.  Sekilas jadwalnya adalah :

*  Kekampung halaman di Sungai Limau Pariaman dengan melewati jalur alternatif sepanjang PANTAI TIRAM dan PANTAI GONDORIAH.

*  Ke Payakumbuh menyambangi beberapa tempat seperti RUMAH ADAT KOTO NAN AMPEK yang berusia ratusan tahun, MESJID GADANG BALAI NAN DUO yang berusia 270 tahun, NGALAU INDAH dan yang terpenting adalah menyambangi sanak saudara dan handai taulan.

* Ke Bukittinggi untuk kembali bernostalgia masuk ke LOBANG JEPANG serta menyaksikan PESTA KEMBANG API DI PELATARAN JAM GADANG.

Nah, saya akan ceritakan satu persatu secara acak, mana yang saya suka hehehe.  Dimulai dengan MESJID GADANG.

Lanjutkan membaca ‘…jalan-jalan lebaran (je je el) ‘mesjid gadang’…’

14
Sep
09

…mm…

IMG2313ALama sudah tak pernag ke mesjid Nurul Iman Padang.  Selain karena memang jalur beraktivitas saya tidak mengarah ke mesjid tersebut, ditambah lagi hamper dua tahun belakangan ini, mesjid terbesar di Kota Padang ini sedang dilakukan renovasi.  Sebenarnya renovasi telah selesai sejak tahun lalu dan telah diresmikan penggunaanya oleh Wakil Presiden RI, tatkala berkunjung ke Padang.

Tak sengaja dan tak punya niat, hari itu saya menunaikan sholat Jumat di Mesjid Nurul Iman.  Semula berawal dari urusan saya di salah satu bank swasta yang kebetulan berdekatan dengan mesjid ini.  Karena antri begitu lama, maka selesainya urusan saya, langsung disambut oleh suara panggilan untuk sholat dari garin mesjid.

Lanjutkan membaca ‘…mm…’

30
Agu
09

…akhirnya…

1Tidak pernah terbayang oleh saya untuk memfasilitasi sebuah kegiatan di bulan puasa ini.  Apalagi yang akan difasilitasi adalah kelompok anak-anak dengan beragam tingkah polah, serta beragam usia.  Jadilah proses fasilitasi anak-anak di bulan puasa ini menjadi semakin berat.  Secara fisik, maupun emosi.  Tapi so what githu lo…ini adalah hal ikhwal yang selama ini dinanti oleh anak-anak Kota Padang.

Kembali kebelakang sejenak.  Sejak sebulan yang lalu, saya dan teman-teman gencar sekali melakukan lobby dan negosiasi kepada Pemda Padang untuk memfasilitasi kegiatan Forum Anak Kota Padang.  Maklumlah, kami tentu saja akan bekerja dengan anggaran pemerintah, yang barangkali item kegiatan tersebut tidak pernah terpikirkan oleh para pembuat keputusan di dinas terkait.  Otomatis diperlukan upaya yang sedikit ekstra untuk meyakinkan dinas terkait bahwa, kegiatan ini penting.

Lanjutkan membaca ‘…akhirnya…’




Aku….

 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Bukan Iklan

Palanta - Ekspresikan Dirimu Melalui Blog

palanta ku…

logopalanta,  Image Hosting

Anda Pengunjung ke....

  • 31,307 hits

lomba hiking palanta…

Photobucket

ayo ikutan…

Image Hosting by Picoodle.com