Tiga hari setelah gempa, perlahan tapi pasti warga Kota Padang telah mulai bangkit. Apa tandanya, saya sudah bisa menikamti Ikan Bakar sebuah warung nasi di bilangan Khatib Sulaiman. Tak peduli banyak puing bangunan di sekitar jalan tersebut, semua orang bersantap sambil tetap tersenyum menikmati hari. Tidak hanya itu, sebuah warnet langganan saya juga sudah mulai beroperasi dengan menyediakan genset. Tak hayal, warnet itu menjadi serbuan para pelanggan yang tidak hanya sekedar ingin berselancar di dunia maya, tetapi juga yang hanya sekedar numpang nger charge HP. Tak apalah, toh pemilik warnet adalah orang yang baik hati. Tak berapa lama, aktivitas sekolahpun mulai menggeliat. Inilah yang menjadi momentum ritme kehidupan mulai lancar. Jika anak anak sudah mulai sekolah, maka sopir angkot tentu saja akan mulai bekerja, warung warung makanan di sekolah mulai berbenah dan akan memberikan dampak yang signifikat terhadap situasi lainnya. Dan yang paling penting, ada situasi lain jika melihat gerombolan anak sekolah di jalan raya. Sesuatu yang menandakan bahwa situasi terkendali.
Apa yang saya lakukan setelah gempa ? tentu saja berbenah, membersihkan rumah dari beberapa bagian kerusakan serta memindahkan barang-barang yang tidak bisa dipakai lagi ke tong sampah. Lelah membersihkan rumah, saya kemudian menyambangi teman satu persatu, memastikan kondisi mereka. Alhamdulilah tak satupun yang menjadi korban, hanya beberapa yang mengalami kerusakan rumah sehingga tidak bisa di gunakan lagi.
Situasi gila mulai menghampiri saya…
Lagi
Komentar Terakhir