Sebulan sudah kami dengan tim bergerak di 10 titik pendampingan psikososial bagi anak-anak korban gempa Sumatera Barat. Banyak sekali yang ingin diceritakan. Satuhal yang tidak bisa kami lupakan adalah, bagaimana kami harus berusaha menyelami perasaan anak-anak dengan situasi yang berubah 180 derjat ini. Tidak saja harus memahami pentingnya perasaan mereka secara kolektif, tetapi juga menyelami mereka satu persatu. Ada yang gamblang mencurahkan isi hatinya, ada yang lewat gambar, ada yang lewat tatapan mata dan bahkan ada dengan senyuman (tapi hambar). Siap tidak siap, ini bagian dari konsekwensi mengambil peran dalam membantu sesama.
Kami juga bagian dari orang yang memiliki perasaan (barangkali sama dengan anak-anak tersebut), karena kami juga ada yang kehilangan sanak saudara, kehilangan harta benda dan lain-lain. Tapi sekali lagi, kami harus menepiskan perasaan itu, manakala kami berdiri didepan banyak anak-anak yang rasa optimisnya harus digerek kembali ke tiang yang paling tinggi.
Lanjutkan membaca ‘…sepenggal kisah setelah duka sedikit sirna…’
Saya lagi bosan menulis soal perkembangan pasca gempa di Sumbar. Saya ingin menulis sesuatu yang iseng saja. Begini..
Setiap blogwalking, saya selalu mampir ke blog Bapak yang satu ini. Terus terang, beliaulah salah satu inspirasi saya didunia per blog an ini. Beliau adalah salah satu dari 5 orang teman blogger pertama yang nagkring di blog saya, terutama diawal-awal saya belajar menulis. Postingan-postingan beliau tidak pernah saya lewatkan. Tapi sejak Mei 2009, setelah tulisan terakhir beliau http://suhadinet.wordpress.com/2009/05/21/komunikasi-pembelajaran-yang-efektif/ saya tidak menemukan lagi jejak beliau. Setiap kali blogwalking saya selalu klik www.suhadinet.wordpress.com, tetapi selalu saja tidak ada postingan baru. Terus terang saya kangen….kemanakah beliau ? Apakah saya terlewatkan sesuatu ?
Hujan setengah lebat ketika tiba-tiba saja bumi berguncang hebat. Berayun-ayun. Rasanya begitu lama. Karena semua orang kemudia keluar dari dalam rumah, toko, kedai, warung, kantor. Kendaraan bermotor berhenti. Hening dan semua berkomat-kamit. Jelas sekali mengucapkan kalimat-kalimat meminta perlindungan dari Tuhan Semesta Alam. Hujan yang turunpuntak dihiraukan. Semua orang pasti teringat tahun lalu. Ketika Ramadhan menjelang, gempa hebat menguncang Padang. Apakah tahun ini gempa pertanda ramadhan akan datang ? Jangan sampai deh… dan tidak ada hubungannya.










Komentar Terakhir