ANAK GADIS PARIAMAN KORBAN PERDAGANGAN PEREMPUAN (1)

Standar
UANKringgggggggg, HP ku berbunyi lagi… “Sialan…” aku mengumpat, karena hari ini begitu banyak yang MISCAL… padahal aku lagi sibuk banget nyiapin sesuatu… (biasalah… lagi nyiapin lamaran untuknyari kerjaaannnnn, kan aku juga mau kaya). Kringgggggggggggg, kringgggggggggggggggg, tapi kali ini tidak berhenti, dan aku yakin bahwa ini telpon kali ini serius……”Hallo, ini bang Imoe?”, baru aku angkat dan belum sempat menyapa, suara cewek disebarang ternyata lebih dahulu menyerobot. “O ya… Ini Tika ya… apa kabar, ada yang bisa dibantu….” aku berbasa-basi sedikit, ternyata TIKA dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak. Basa-basi aku hentikan segera, karena tak enak, karena di interlokal… dan aku sudah bisa menduga, pasti ini kasus lagi….>

“Bang, ini ada kasus lagi, ada anak gadis usia 16 tahun yang ditemukan warga di Sunggal medan dalam keadaan acak-acakan, mengalami trauma berat dan hasil visum meperlihatkan VAGINANYA mengalami KERUSAKAN serius… praduga kami, dia itu korban Traficking….”

“Terus, gimana Tik, apa yang bisa di bantu….”
“Iya bang, begini, si anak sudah satu minggu berada di shelter kami, dan kami sudah mulai menkonselingi dia, tapi akibat trauma berat, dia memberikan keterangan yang berubah-ubah…” Lanjutkan membaca

Iklan

Pengemis Tua dan Anak Gadisnya

Standar
Minggu pagi pukul 09.00 WIB, tanggal 4 Maret 2007.Pagi itu rencana mau ke Jati, nyari warnet untuk urusan penting. Dari pasar naik angkot Siteba, seperti biasa pas nyampe kelokan Tarandam dekat kantor Padang Ekspress, setiap angkot pasti ngetem. Hari itu, ngetemnya sangat lama, hampir 30 menit. Saya lagi bengong, tiba-tiba mata saya melihat seorang ibu tua kira-kira 50 tahu dengan seorang anak gadis usia 14 tahunan.

Si ibu sedang mengganti pakaian, dan si gadis melihat saja dengan termanggu (mungkin dia telah selesai berganti pakaian). Walah… kok pakainany berganbti ke yang jelek…. Aku perhatikan terus sampai ibu itu benar-benar selesai berganti apkain… ternayat setelah itu menjelmalah dia menjadi pengemis dengan seorang anak gadis (si gadis cacat). Si ibu mengambil payung dan mengembangkannya, lalu mengambil ember kecil sebagai tempat recehan, menyandang tas palstik yang dibawanya…..TAPI…..

10 menit berlalu, si Ibu dan anaknya tidak bergerak-gerak. Mereka tidak bingung menentukan mau bergerak kemana pagi itu untuk mengemis…..yang dilakukan si Ibu membuat SAYA TERHARU……. Lanjutkan membaca