Pengemis Tua dan Anak Gadisnya

Standar
Minggu pagi pukul 09.00 WIB, tanggal 4 Maret 2007.Pagi itu rencana mau ke Jati, nyari warnet untuk urusan penting. Dari pasar naik angkot Siteba, seperti biasa pas nyampe kelokan Tarandam dekat kantor Padang Ekspress, setiap angkot pasti ngetem. Hari itu, ngetemnya sangat lama, hampir 30 menit. Saya lagi bengong, tiba-tiba mata saya melihat seorang ibu tua kira-kira 50 tahu dengan seorang anak gadis usia 14 tahunan.

Si ibu sedang mengganti pakaian, dan si gadis melihat saja dengan termanggu (mungkin dia telah selesai berganti pakaian). Walah… kok pakainany berganbti ke yang jelek…. Aku perhatikan terus sampai ibu itu benar-benar selesai berganti apkain… ternayat setelah itu menjelmalah dia menjadi pengemis dengan seorang anak gadis (si gadis cacat). Si ibu mengambil payung dan mengembangkannya, lalu mengambil ember kecil sebagai tempat recehan, menyandang tas palstik yang dibawanya…..TAPI…..

10 menit berlalu, si Ibu dan anaknya tidak bergerak-gerak. Mereka tidak bingung menentukan mau bergerak kemana pagi itu untuk mengemis…..yang dilakukan si Ibu membuat SAYA TERHARU…….

Sambil berjongkok, si Ibu menatap anak gadisnya yang duduk dipingggir pagar…., kemudian menatap lurus ke mata anak gadisnya, si ibu berdiri, lalu mengusap kepala anaknya. Si anak menengadah sejenak, si Ibu mencium kening anaknya, kemudian mereka bergerak entah melangkahkan kaki, mengejar recehan dari orang yang rela berbagi kebahagian…

Saya tahu, si Ibu tidak tega anaknya ikut mengemis, saya tahu itu dari tatapannya, ciuman dikening anaknya dan dari usapan di kepala anaknya. Saya tahu persis mata si Ibu berkaca-kaca, karena saya tidak terlalu jauh melihat (kurang lebih 4-5 meter).

Saya tahu, kalau bisa meminta, mungkin si Ibu tidak ingin anaknya sengsara….saya tahu, si ibu berjuang untuk anaknya… dan TANPA SAYA SADARI…..SAYA IKUT MENITIKKAN AIR MATA……

Allahu akbar,,,,,,,ternyata saya masih diberikan nikmat oleh Allah SWT dan kadang lupa untuk bersyukur……

Iklan

One thought on “Pengemis Tua dan Anak Gadisnya

  1. walaupun dia hanya menyamar sebagai pengemis namun kita tetap mengasihaninya soalnya dia dan semua orang tak mau untuk mengemis! kita harusnya bersyukur..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s