“anggota dewan yang terhormat, please deh…kagak paham persoalan, malu-maluin…”

Standar

Niy tanggal 21 Maert 2008, tanggal bukti bahwa anggota DPR yang terhormat, wakil rakyat ku BEGO….

Kami lagi duduk-duku sehabis ngadain pelatihan Kerelawanan untuk kerja kemanusiaan..pemandunya adalah seorang sosiolog terkenal jebolan Universitas Tasmania (kalo gak salah sekitaran Australia…).  Topik yang kami bahas adalah mengenai teori TRI PARTIT analisis, yaitu menganalisis posisi Masayarakat sipil yang sedang memperjuangkan haka dengan posisi sektor business dan negara (dalam hal ini pemerintah).  Keseimpulannya adalah…ternyata banyak kelemahan di negara kita dalam menjalankan peran sebagai ‘pelayan masyarakat’  oleh karena itu diperlukan sebuah gerakan masyarakat sipil (sipil society) untuk memperjuangkan hak-hak tersebut.  Konteks negara dalam hal ini, selain pemerintah juga termasuk perangkat yang lain seperti dewan yang terhormat.

Pukul 19.30 WIB, sms masuk ke ponsel saya…’eh..ntar lihat ya, dialog mengenai kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh guru disekolah’.

Karena saya tertarik dengan isue perlindungan dan pemenuhan hak anak, maka saya setl televisi dan di layar nonggol wajah-wajah yang tak asing lagi bagi publik di daerah saya…ada aktifis hak anak, ada anggota dewan yang terhormat ada utusan pemerintah…

Mulai lah dialog di Tv, bla, bla, blo blo, bli bi, blu blu, be ble map mep mop…….dan seterusnya.

Tiba-tiba presentar nanya…”gimana menurut bapak sebagai salah seorang anggota dewan  menanggapi fenomena kekerasan terhadap anak disekolah” (yang di tanya adalah anggota dewan yang terhormat)

Anggota dewan yang terhormat menjawab…

“sebelum saya teruskan, saya mau katakan bahwaundang-undang perlindungan anak hanya ditujukan bagi pelaku kekerasan orang tua terhadap anak” (kira-kira begitu bunyinya)

Busyet dah… saya kaget…niy anggota dewan kagak salah ngomong atau emang benar-benar kagak paham ya….padahal sarjana hukum lho….

Tanpa ikir panjang saya lalu ikut interaktif dengan tal show itu…

Kriinggggggg saya muharman bla bla bla bla……”tapi yang harus saya luruskan adalah, UU Perlindungan Anak, berlaku untuk semua orang di bumi indonesia tercinta ini, ngak peduli dia guru, pengacara, polisi, anggota dewan, orang tua, presiden sekalipun…jika telah melanggar hak anak, maka bisa di dakwa dengan UU ini…”

Blerrrrrrrrrrrrr tuh anggota dewan diam aja, saya lihat parasnya agak berubah…..

Sampai saat saya menulis blog ini, saya masih berfikiran baik….

“Mudah-mudahan anggota dewan itu salah omong, ngak sengaja…”

Tapi kalo emang dasarnya kagak tau…wah..saya juga kasihan juga melihat kok anggota dewan kita seperti itu……kagak pinter…..dan asal ngomong….plese deh…

Salah seorang nyeletuk……

‘Banyak ya…anggota dewan, wakil rakyat yang terhormat kita yang begitu ya…atau mungkin dpr itu tempat berkumpulnya orang-orang BEGO kali ya….

Waduhhhhhhhh kalo itu, wallhualah lah……….

Iklan

3 thoughts on ““anggota dewan yang terhormat, please deh…kagak paham persoalan, malu-maluin…”

  1. catra

    sebelum saya teruskan, saya mau katakan bahwaundang-undang perlindungan anak hanya ditujukan bagi pelaku kekerasan orang tua terhadap anak

    anggota dewan goBlog!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s