….muntah ya dek ?….

Standar

Padang, 8 April 2007

Pagi itu saya berencana menuju Kab. Solok. Biasalah…di minta untuk jadi narasumber dengan topik “Aspek-Aspek Perlindungan Anak”. Kegiatan ini diadain oleh Pemerintah Daerah Kab. Solok. Peserta adalah ibu-ibu PKK dari seluruh Kab. Solok dan Majelis Ulama Indonesia Kab. Solok.

Saya tidak akan menceritakan, gimana situasi diskusi di Kab. Solok. Tapi yang mau saya bagi adalah kisah kecil yang mewarnai perjalanan saya menuju Solok.

Pukul 10.00 WIB, saya sudah berada diatas bus kota jurusan Tabing-Pasar Raya. Saya yakin, tidak akan terlambat, karena jadwal ngasihmateri di Solok adalah Pukul 13.30 WIB. Saya duduk persi di bangu paling belakang bus kota. Ntah kenapa, beberapa tahun belakangan di Padang muncul semacam aturan tidak resmi yang mengatur tempat duduk penumpang laki-laki dan perempuan. Perempuan biasanya duduk di bangku bagian depan dan laki-laki di bagian belakang.

“Padusi di muko, laki-laki di balakang”, begitu biasanya kenek bus meneriaki penumpang yang akan naik.

Lanjutkan membaca

Iklan