…pak ustadz VS kondom…

Standar

Suatu ketika, dalam acara diskusi publik mengenai Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja di Padang yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lain-lain. Saya di debat..di tunjuk pake tangan kiri dan kemudian di cerca…

Persoalannya sederhana…perdebatan soal KONDOM….

Saya sampaikan, bahwa salah satu pencegahan HIV dan AIDS adalah melalui KONDOM, akan tetapi pendekatannya lebih di peruntukan bagi kelompok beresiko tinggi. Karena tanpa KONDOM, maka penularan akan semakin tidak terkendali…..Perlu intervensi dan kebijakan pemerintah untuk mengendalikan laju penularan melalui promosi KONDOM kepada kelompok beresiko tinggi.

Lalu, salah seorang yang mengaku ulama angkat tangan…..

“Saya tidak setuju, anda tidak beragama, itu sama saja melegalkan seks bebas, dimana moral anda, anda mendorong orang untuk melakukan seks bebas, bal, bla, bla”.

Waduh…saya kaget banget, walaupun saya sudah menduga pertanyaan ini selalu muncul. Tapi tetap saja setiap ada tanggapan dengannada mengancam dan menyudutkan, membuat nyali saya jadi surut. Apalagi yang mengkomplain adalah bapak-bapak yang mengaku ulama. Tapi saya akhirnya bisa menahan diri dan kemudian diam sejanak, setelah celotehan panjang Bapak itu. Saya kemudian angkat bicara dan membuat semua orang diam….

“Maaf pak, bukan saya bermaksud menyuruh orang melakukan seks bebas, tapi saya hanya menyatakan fakta dan realita kita. Nah, apakah pendapat bapak tentang Kondom akan mendorong orang melakukan seks bebas benar atau salah, mari kita buktikan”.

Saya kemudian mengambil pulpen dan mendekati si Bapak…

“Nah, seumpama pulpen itu KONDOM dan saya berikan kepada Bapak secara Cuma-Cuma, apakah setelah kembali dari dikusi ini bapak akan melakukan hubungan seksual secara bebas?”

Si Bapak kaget….ndak menyangka….Saya ketawa dalam hati, “rsain loe, kena batunya”.

Saya lihat juga beberapa peserta mesem-mesem…

Akhirnya si Bapak angkat bicara lagi….

“Pokoknya saya tidak setuju. Titik”

Saya tidak menghiraukan si Bapak lagi, kemudian melanjutkan omongan.

“Jadi, kalau memang yang mendasari sebuah aktifitas seksual di luar nikah adalah moral seseorang, maka yang harus kita persoalkan adalah, sejauh mana kita sudah bertanggung jawab untuk mendidik semua oarang yang ada di sekitar kita untuk hidup dan berperilaku bertanggung jawab. Jadi, dimanapun, kapanpun dengan godaaan apapun, punya atau tak punya KONDOM, kalau memang seseorang tidak mau melakukan hub seksual di luar nikah, ya…tetap saja tidak akan terjadi, jadi jangan kondom nya yang di salahkan”.

Diskusi berlanjut….akhirnya bubar. Ketika mau pulang si Bapak saya lihat masih melirik-lirik ke saya……saya cuek bebek dan pulang…………….

Hahahahahah

Iklan

7 thoughts on “…pak ustadz VS kondom…

  1. catra

    catra juga pernah mendengarkan pertanyaan ini bang, waktu ada acara di masjid ahmadiyah pada saat itu yang presentasi bang Arfen pertanyaam serupa muncul. sebenarnya letak hasrat untuk ngeSeks bebas tidak ada kaitannya dengan pemakaian kondom. parahnya makin lama kasus HIV AIDS semakin berkembang dan meningkat penderitanya. hal tersebut banyak terjadi di kawasan beresiko tinggi semisal lokalisasi maupun tempat hiburan malam.
    ini tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa hal ini tidak bisa dicegah, lokalisasi yang dirazia juga bakalan balik lagi, maka harus ada solusi lain dari pemerintah guna mengurangi dampak resiko AIDS,

    jangan lakukan seks bebas dan Setia terhadap satu pasangan anda suami maupun isteri anda

  2. imoe

    betul juga tuhhh wempi nahhh regulasi dan ketegasan yang diperlukan dari pemerintah kita, karena mereka yang punya otoritas…

  3. Da im, memang susyeh bicara sama penceramah, karna mereka terbiasa memberi ceramah dan tidak terbiasa mendengarkan ceramah.

    Harusnya bukan pena yang da im kasih tp kondom aja langsung kasih ke bapak itu, dan tanyakan apakah dia punya niat sepulang dari acara diskusi ntk menggunakan kondom tersebut?heheheh.

    Orang2 seperti itu belum bisa menerima fakta yang akan menjatuhkan pamornya, padahal fakta tandingan pun mereka ngk punya. so jalan terus da im

  4. gama

    bapak itu terkejut bukan karena pulpen yang dianalogikan sebagai kondom, tapi dia mikir, “emang ada kondom kayak gitu? baa lo raso e tu?”

  5. ijobgt

    seks bebas uda bukan hal baru kan, makin banyak aja gitu.
    skrg pilihan tinggal di diri kita aja laa,,
    mau seks bebas tapi aman, ya pake kondom.
    mau lebih aman lagi? ya jangan seks bebas ;p
    asal tau batasan, akibat dan tanggung jawab aja dheee..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s