…sarasah tanggo 50 kota atau sarasah mesum ya ?…

Standar

Dua hari yang lalu, saya diminta oleh Pemda Propinsi Sumbar untuk jadi moderator dalam kegiatan Rapat Kerja Kepemudaaan Sumatera Barat, bertempat di Hotel Grand Malindo Bukittinggi.  Saya kebagian memoderatori narasumber dari Universitas Negeri Padang.  Singkat cerita, presentasi berjalan lancar.  Lucunya ternyata setelah ngobrol ngalor ngidul setelah sesi berkahir, ternyata narasumber adalah mama teman saya…wah…senangnya…

Karena sesi saya berakhir dan hari masih panjang, tiba-tiba ide gila hadir di kepala saya.  Saya ajak Bayu, teman saya yang mengantar saya ke Bukittinggi untuk main-main ke payakumbuh

“Ke payakumbuh yuk…” kata saya

“OK, mantap…” Bayu langsung OK tanpa pikir panjang.

Lanjutkan membaca

Iklan

…Akhirnya Selesai Juga…

Standar

Begitu besar niat saya untuk membantu adik-adik dari Forum Anak Payakumbuh, akhirnya saya bertekad untuk membuatkan sebuah website bagi mereka anak-anak Payakumbuh.  Maka hal pertama yang saya lakukan adalah me-SMS salah seorang teman bernama Ujoe yang saat ini lagi kuliah di Politekhnik Unand.

“Joe, kalo bikin website yang sederhana dan bisa di rancang sendiri susah ngak ?”..begitu tanya saya lewat SMS

“Nggak kok Pak” jawab Ujoe yang biasa memanggil saya dengan sebutan Pak.

“Kalo gitu, gimana caranya yang paling mudah ?” Saya cecar lagi dia dengan SMS baru.

“Pake Joomla aja Pak, saya ada programnya, beli aja bukunya di gramedia, saya rekomendasikan judul yang ini migrasikan website anda………..”.

“Ok joe, kalo gitu temanin ke gramedia ya…”

“Ok pak…”

Nah, kami bertemu di gramedia dan tidak sulit menemukan buku yang dicari.  Sore itu juga langsung kita berdua mempraktekan apa yang ada dalam buku tersebut.  Tidak mudah bagi saya untuk memahaminya karena tidak punya latar belakang Tekhnik Informatika.  Tapi ada Ujoe yang langsung membimbing saya.

Seminggu, dua minggu, tiga minggu dan puncaknya beberapa hari yang lalu, karena keinginan yang menggebu-gebu, saya lanjutkan melakukan pembuatan website tersebut.  Saya bersama Ujoe, nongkrong di warnet dari jam 10.00 WIB hingga 19.00 WIB dan hasilnya bisa di lihat di  http://www.forumanakpayakumbuh.co.cc

Senangnya lagi, website ini direspon oleh banyak orang.  Salah satunya dari staf Kementerian Pemberdayaan Perempuan hehehehehehe.  Dalam hati saya ketawa-ketawa sendiri…..

“Ayo sma banyak orang untuk promosi…” begitu otak saya bekerja dan memerintah

Sebuah perjuangan yang tak kenal lelah, dengan bergitu banyak persoalan, mulai dari salah setingan, free domain yang down, serta lelah, ngantuk dan lapar.

Ketika saya kabari tentang kesuksesan ini kepada teman-teman kecil di payakumbuh mereka langsung bersorak gembira….

“Horeeeeeeeeeeee……..” begitu kata sebagian besar mereka lewat SMS.

Akhirnya saya sempatkan ke pyakumbuh untuk bertemu dengan teman-teman kecil disana dan kita bersulang bersam atas kerja keras tersebut.  Dan akhirnya website mereka sudah terisi dengan beberapa informasi yang mereka kirimkan.

Tetap semangat ya teman………………

… cup cup cup diam ya sayang, ayah lagi nyari cidot (susu)…

Standar

Sudah tiga hari, ponakan saya menangis.  Setiap pagi, tangisannya selalu membangunkan saya.  Tapi anehnya, sampai hari ke tiga saya tidak tahu kenapa ponakan saya yang berumur 3 tahun menangis.  Karena penasaran saya lalu bertanya kepada kakak saya.

“Ni, kenapa si alif menangis ?”

“Sudah dua hari ini, dia gak minum susu ?” jawab kakak saya.

Saya melongo.  Dalam hati saya bertanya-tannya, “kok bisa sih, ponakan saya tidak minum susu udah 2 hari, apakah kakak saya tidak punya uanga ?”.

“Susunya habis ?”, tanya saya.

Sambiil menggendong Alif, kakak saya berujar.

“Iya, sudah dua hari ini susu si Alif habis, sudah coba di cari kemana-mana, ndak ada yang menjual, bingung juga, kasihan dia, dimana-mana ndak ada orang jual susu, mungkin karena BBM mau naik, jadi barang-barang di stok pedagang.”

Ah….segawat itukah ?.  Saya tak bisa berbuat apa-apa.  Saya kemudian mengambil Alif dari gendongan kakak saya, sementara itu kakak saya membuatkan teh panas buat si Alif.

“Anjang (panggilan Alif kepada saya), Alif mau cidot (sebutan untuk susu versi Alif)”.

“Ya, ya, ya, sabar ya…tenang….”.  Hanya itu yang mampu saya jawab, saya gendong dia berputar putar di sepanjang rumah dan akhirnya Alif tertidur.

…aneh !!! uang rakyat untuk shalat taraweh…

Standar

Aneh bin ajaib…tak masuk akal sehat…itulah respon pertama kali yang ada dalam kepala saya begitu melihat dokumen Anggaran Pemerintah Daerah Propinsi XXX tahun 2008.  Kenapa tidak ? ada beberapa item yang menurut saya ganjil dan mubazir.  Mau tahu…..beberapa diantaranya adalah  :

1.  Monitoring Shalat Taraweh Keliling sebesar Rp. 68.000.000,-

2.  Senam Massal Untuk Pegawai sebesar Rp. 28.000.000,-

Tak habis pikir dengan item yang tidak masuk akal itu, iseng-iseng saya bertanya kepada salah seorang teman yang juga pegawai PEMDA (bukan dari Propinsi XXX itu).

“Bu, gimana ini, bisa di jelasin ndak ini maksudnya ? Masa untuk shalat taraweh aja mesti ada anggarannya.  Ngapain siy shalat taraweh di monitoring.  Soal beribadah tuh kan urusan pribadi, ngapain dimonitoring segala.  Suka-suka orang dong, mau shalat atau ndak..”

Lanjutkan membaca

…kakakku mulai mengumpulkan kayu bakar…

Standar

Sore itu saya pulang cepat ke rumah, ndak tahu kenapa seolah-olah hari itu panas sekali, rasanya ingin cepat-cepat sampai dan tidur-tiduran di rumah. Biasanya saya tak pernah pulang secepat itu.

Tepat pukul 15.00 WIB saya sampai di rumah (biasanya siy pukul 23.00 WIB). Saya lalu masuk dari pintu samping yang seperti biasa selalu terbuka, maklumlah rumah kami selalu ramai di kunjungi oleh teman-teman, tetangga, atau siapa saja yang ingin bertamu. Begitulah rumah kami, selalu ramai di kunjungi, oleh karena itu menyediakan air minum sekedar pelepas haus handai taulan, sudah menjadi konsekwensi keluarga kami. Bahkan, menyediakan stok gula, kopi dan teh. Tak banyak yang mampu kemi sediakan untuk menjaga silaturahmi. Kebiasaan menyediakan barang-barang tersebut seolah-olah sudah menjadi kebiasaan dan ‘amak’ (orang tua perempuan) saya selalu berpetuah ‘kalian harus selalu menyediakan sekedar gula, kopi dan teh, siapa tahu ada orang yang tersesat, ada yang sakit dan sebagainya, jadi kita harus siap sedia’. Itulah petuah yang seolah-olah memperkuat kebiasaan kami untuk selalu sedia.

Saya lalu buka sepatu, menuju ruang belakang. Begitu sampai di dekat rak sepatu, mata saya tertumbuk pada pintu belakang, kaget karena pintu belakang terbuka lebar. Pikiran jelek langsung keluar ‘jangan-jangan ada orang yang masuk dan mencuri!’. Saya lalu menuju pintu yang terbuka dan melongok kan kepala ke halamn belakang rumah. Alhamdulilah, ternyata tidak ada maling, tidak ada yang mencuri. Namun, saya keget, saya justru menyaksikan pemandangan yang sedikit agak aneh.

Lanjutkan membaca

…kisah lucu di wc rumah makan pak datuak padang panjang…

Standar

Siang itu, saya dan rombongan Tim Penilai Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja, baru saja beranjak dari SMAN 2 Padang Panjang sehabis melakukan penilaian terhadap sekolah itu.  Di temani oleh pihak sekolah dan kantor BKKBN Kota Padang Panjang, kami menuju rumah makan Pak Datuak Padang Panjang.

Rumah makan Pak Datuak adalah restoran yang tidak asing bagi semua orang, termasuk wisatawan asing sekali pun.

Singkat cerita kami bersantap di ruang VIP rumah makan tersebut.  Tak berapa lama datang pula rombongan wisatawan asing, dari tampang dan perawakannya saya perkirakan mereka berasal dari China atau Korea.  Kami terus bersantap hingga selesai.  Saya kemudian di ingatkan oleh seorang untuk segera shalat, karena kami akan melanjutkan perjalanan ke Kota Solok.

Akhirnya saya melangkahkan kaki  menuju mushala yang terletak di belakang restoran tersebut.  Setelah buka sepatu dan kaos kaki, mata saya tertumbuk kepada pemandangan yang menggelikan.  Saya lihat salah seorang wisatawan dari China/Korea tersebut bingung ketika ingin masuk WC.  Saya lihat dia tertegun agak berapa lama, menimbang-nimbang mau masuk kemana.  Akhirnya dia menghampiri saya, dengan bahasa inggris yang terbata-bata ternayat dia menyapa saya dan menanyakan yang manakah WC laki-laki ? Saya kemudian tersenyum dan menunjuk ke arah WC laki-laki, dia masuk kemudian sebentar keluar lagi dan dia mengucapkan terima kasih.

Akhirnya saya juga ingin berwuduk untuk segera shalat, tapi sebelum masuk saya perhatikan WC tersebut ternayata al hasil kesimpulan saya TERNYATA WC RUMAH MAKAN PAK DATUAK belum GO INTERNATIONAL.  Disana hanya tertulis

TOILET LAKI-LAKI

TOILET PEREMPUAN

Tanpa ada padanan bahasa ingsris atau lambang/simbol laki-laki atau perempuan sekalipun.  Pantasen si wisatawan bingung mau masuk kemana. hahahahahaha.

AYO PAK DATUAK…GO INTRNATIONAL KAN MAU VISIT INDONESIAN YEAR 2008….

…pelecehan seksual atau sodomi ya…(terjadi di panti asuhan) di kabupaten istana pagaruyung…

Standar

Telepon dari Direktur PKBI Sumbar, ketika saya sedang tidur-tiduran.

“Hallo, lagi dimana Moe?”

“Sedang tidur-tiduran Da”.

“Uda dapat laporan ada kasus Sodomi di Panti Asuhan “………” di “……”, pelaku adalah orang kuat dan ada hubungan dengan partai politik”.

Saya langsung kaget dan kemudian otak saya berfikir…”jangan-jangan ini yang di sampaikan oleh ibu tadi (sebelumnya saya ngobrol dengan salah seorang teman dari daerah yang sama, tapi ngak mau jelas nerangin kasus, terkesan di tutup-tutupi).

Lanjutkan membaca