…anak perempuan sikakap mentawai korban kekerasan, ditemukan di nias (part 2)…

Standar

Akhirnya dengan terpaksa saya tidak bisa menemui Mimi, teman dari Nias yang menemani perempuan korban kekerasan dari Sikakap Mentawai yang di temukan di Nias itu. Saya kemudian menghubungi Yani, salah seorang teman yang juga sama-sama bekerja untuk kasus ini. Jadilah hari itu, Yani yang membantu Mimi sepenuhnya.

Sore tanggal 30 April 2008, saya SMS Mimi.

“Mi, gimana, apakah semua sudah OK, persiapan untuk pemulangan ?”

Mimi kemudian membalas, “Sudah bang, terima kasih banyak bang, Mimi merasa terbantu. Tadinya Mimi kira hanya teman LSM yang membantu, tapi ternyata orang-orang penting yang abang kerahkan. Sekali lagi terima kasih bang.”

“OK lah Mi, kalau gitu hati-hati ya, kalau bisa sekembali dari Sikakap, kita ketemu dan ngobrol-ngobrol ya, sekalian pengen kenalan”.

“Ok bang, sampai ketemu bang.”

Aku mulai lega, ternyata perkiraan pemulangan korban ke Sikakap akan menimbulkan kesulitan besar bagiku dan teman-teman. Tetapi tuhan maha pengasih dan pemberi jalan, kami di berikan jalan terbaik. Tidak ada kendala samapi akhirnya pagi itu :

Telpon Mimi masuk…..

“Bang, ada masalah bang, korban melarikan diri, dari tadi pagi ngak pulang-pulang. Ni sudah jam 11.00 lho bang, gimana ini”. Mimi panik.]

Beberapa detik setalah itu, bertubi-tubi telepon dan SM masuk ke HP saya mengabarkan peristiwa yang sama. Saya panik juga dan bingung. Akhirnya saya SMS lagi Mimi.

“Tenang Mi, jangan panik, kalo panik nanti kita tidak bisa berfikir jernih. Nanti bang telpon lagi.”

Saya kemudian mengontak seluruh teman-teman untuk siap-siap keliling Kota untuk mencari korban (tapi bingung juga, karena saya tidak mengantongi foto nya). Lalu saya telpon semua teman-teman yang membantu kasu ini, akhirnya disepakati bahwa akan di laporkan kehilangan ke POLTABES PADANG. Dalam kebingungan dan kepanikan itu, MIMI telpon lagi.

“Bang, maaf ya bang, ganggu lagi. Ngak jadi hilang, ternyata dia hanya jalan-jalan saja dari pagi. Saya minta maaf telah bikin panik”.

Suerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr saya langsung plong….

“OK lah MI, ndak apa-apa, emang kita harus siap dengan segala kemungkinan. Kalo gitu, Mimi agak ekstra menemani dia ya…ajak ngobrol, biar terbuka dan ngak lari”.

“Ya, bang, terima kasih”.

“Ok. Selamat jalan ya nanti jam 15.00 WIB, bang ndak bisa ngantar karena mau keluar kota.”

“Ok, bang sekali lagi trims”.

Saya lega dan kemudian mengabari lagi seluruh teman tentang ini. Semua lega kembali.

Pukul 17.00 WIB, dari Padang Panjang, saya SMS Mimi.

“Mi, gimana lancar…”.

“Lancar bang, sekarang kami sudah di tengah laut, doakan selamat.”

“Amin…OK C U”.

Saya tercenung beberapa saat, hari yang melelahkan, penuh stress….tapi akhirnya saya paham, bahwa hal begini akan terus terjadi, konsekwensi harus saya hadapi, karena saya sudah memutuskan.

Sampai Jumpa Mimi……Salam hangan dari Saya untuk teman perempuan korban kekerasan itu. Sampaikan, jangan pernah menyerah…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s