…kisah lucu di wc rumah makan pak datuak padang panjang…

Standar

Siang itu, saya dan rombongan Tim Penilai Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja, baru saja beranjak dari SMAN 2 Padang Panjang sehabis melakukan penilaian terhadap sekolah itu.  Di temani oleh pihak sekolah dan kantor BKKBN Kota Padang Panjang, kami menuju rumah makan Pak Datuak Padang Panjang.

Rumah makan Pak Datuak adalah restoran yang tidak asing bagi semua orang, termasuk wisatawan asing sekali pun.

Singkat cerita kami bersantap di ruang VIP rumah makan tersebut.  Tak berapa lama datang pula rombongan wisatawan asing, dari tampang dan perawakannya saya perkirakan mereka berasal dari China atau Korea.  Kami terus bersantap hingga selesai.  Saya kemudian di ingatkan oleh seorang untuk segera shalat, karena kami akan melanjutkan perjalanan ke Kota Solok.

Akhirnya saya melangkahkan kaki  menuju mushala yang terletak di belakang restoran tersebut.  Setelah buka sepatu dan kaos kaki, mata saya tertumbuk kepada pemandangan yang menggelikan.  Saya lihat salah seorang wisatawan dari China/Korea tersebut bingung ketika ingin masuk WC.  Saya lihat dia tertegun agak berapa lama, menimbang-nimbang mau masuk kemana.  Akhirnya dia menghampiri saya, dengan bahasa inggris yang terbata-bata ternayat dia menyapa saya dan menanyakan yang manakah WC laki-laki ? Saya kemudian tersenyum dan menunjuk ke arah WC laki-laki, dia masuk kemudian sebentar keluar lagi dan dia mengucapkan terima kasih.

Akhirnya saya juga ingin berwuduk untuk segera shalat, tapi sebelum masuk saya perhatikan WC tersebut ternayata al hasil kesimpulan saya TERNYATA WC RUMAH MAKAN PAK DATUAK belum GO INTERNATIONAL.  Disana hanya tertulis

TOILET LAKI-LAKI

TOILET PEREMPUAN

Tanpa ada padanan bahasa ingsris atau lambang/simbol laki-laki atau perempuan sekalipun.  Pantasen si wisatawan bingung mau masuk kemana. hahahahahaha.

AYO PAK DATUAK…GO INTRNATIONAL KAN MAU VISIT INDONESIAN YEAR 2008….

Iklan

8 thoughts on “…kisah lucu di wc rumah makan pak datuak padang panjang…

  1. gama

    yup! pak datuak sepertinya penting dapat training bahasa inggris. harusnya dinpar juga bisa bantu kan. tapi bang, siapa tahu si bule sengaja, “belum tahu dia?”

  2. arief p subrata

    potret suram dunia pariwisata sumbar

    saya asli putra minang lahir dan dibesarkan di surabaya,kedua orang tua saya berasal dari banuhampu sungai puar. 9th saya berbisnis tour ranah minang, tamu yg saya bawa berasal dari domestik,malaysia,thailand,jepang,prancis,belanda & jerman. pernah menjalin kerjasama dengan tigo balai tour(pak rafles,raun tour(pak on),novotel sekarang the hill,hotel pusako,hotel kharisma (pak mirza), simpang raya (uda kumis). dll

    kelebihan masyarakat sumbar:
    1. pintar dan religius

    kejelekan orang minang di dunia pariwisata:
    1.gadang ota
    2.ga mau rugi
    3.tdk profesional

    buktinya; saya pernah mengalami di japanese tunnel (lubang japang) guide nya kasar2 dan tampang seperti preman bahkan tidak rapi dan terkesan memaksa utk memandu tamu dengan bayaran berkisar 50.000 s/d 150.000 per orang dalam waktu 30 menit.

    saran saya kepada masyarakat minang adalah:

    1. berikan pengarahan kepada guide,tour leader,agent travel, ajarkan mereka bagaimana melayani tamu pariwisata, seorang guide pernah berucap begini : sampilik paja pantek ko ma…dia ga tahu klw saya ngerti bahasa minang, keesok harinya saya berikan tip 500rb, lalu si guide berkata: kapan bawa tamu lagi pak,ntar hubungi saya aja, saya bersedia bantu bapak, lalu saya balas : wa ang ko sabana lebih pantek, cuma kancang ka pitih…( ini tipikal guide ranah minang)yg saya buktiin sendiri.

    2. beri penjelasan kepada para pedagang : souvenir,pusat oleh2,restoran dll, ajarkan mereka tata cara dunia pariwisata & cara etika dengan si pembawa tamu, coba dunsanak bayangkan: tamu saya belanja lebih dari 40jt disebuah pusat kerajinan di pandai sikek, jangankan komisi 10%, teh botol aja mesti saya bayar 5000, ( di jawa,bali,lombok,manado,bahkan medan (brastagi) tour leader itu mendapat jatah 10% dari total belanja tamu, gimana mau maju pariwisata sumbar….

    saat ini tour ranah minang sudah saya black list bersama rekanan travel agent di jawa dan bali. pasti anda para agent di ranah minang saat ini hanya melayani tour peorangan atau rombongan kecil dari malaysia, dulu saya minimal membawa tamu ke sumbar minimal 80 orang bahkan sampai 150 orang, bisa 3 atau 4 kali dalam sebulan, berapa incam masyarakat sumbar, dengan banyaknya tamu yang saya bawa jl2 keliling sumbar, tapi penghargaan masyarakat sumbar itu sendiri sangat minim bahkan tidak ada sama sekali.

    renungkanlah hal ini, ini adalah kritik utk kemajuan pariwisata sumbar tercinta.

    terima kasih
    H.DR.arief p subrata,SH,MH

    president director
    supra bali wisata

    komisaris
    radiant

    duta agency pariwisata indonesia wilayah eropa dan amerika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s