‘aku naik kelas bang, si bobi tinggal kelas bang’

Standar

Sabtu, 28 Juni 2008

Hari itu aku bangun pukul 11.00 WIB. Nggak tau, mungkin aku kecapekan, soalnya sehari sebelumnya berkeliaran se antero Kota Padang. Maklum ajalah karena saya tipikal orang yang ‘palala’ alias gak betah di rumah.

Ketika aku bangun, aku menghidupkan HP yang mati sejak semalam. Ting Tung…HP hidup dan kemudian sesaat setelah itu banyak sekali SMS yang masuk ke ponsel. Kalo di hitung kira-kira ada sekitar 70 buah. Waduh…aku kaget…apa pasal ini ?.

Mulai baca beberapa buah, bunyinya begini.

“aku naik kelas bang” aku masih ingat, yang ini dari Bunga anak Payakumbuh kelas II SMP.

Ada yang lain….

“horeeeeeeee akhirnya naik kelas…” yang ini dari Batusangkar….

Tiba-tiba ponsel low bat. Aku ambil charger kemudiak dicolok ke listrik. MUlai lagi mencermati sms yang lain.

“cuman juara tiga bang…, kecewa niy karena semester lalu juara I”, membaca yang ini aku senyum….

“kasih hadiah ya om, kan eka juara III” yang ini dari si Eka anak Payakumbuh. Aku tertawa membaca yang ini

“kak, Juara III kak” ini dari Ridho anak Sijunjung. Alhamdulilah, aku mengucap syukur.

Akhirnya aku mampu menyelesaikan membaca sms satu persatu dan rata-rata semua menyampaikan kegembiraan karena naik kelas. Aku seang, karena semua teman-teman muda ku naik kelas. Mereka menyampaikan kabar lewat sms dengan berbagai ekspresi. Ada yang to the point, ada yang di embel-embeli minta hadiah, ada yang sedikit menyombongkan diri “hebat kan bang…” begitu kira-kira, ada yang dengan gaya fungky “buah mangga buah kedondong, naik kelas dong’. Pokoknya macam-macam lah. Apapun gayanya, yangjelas semua bahagia.

Aku sampai pada sms terakhir. Yang ini bukan dari teman muda ku. Tetapi dari salah seorang teman yang adiknya masih kelas II SMP.

“bang, si bobi gak naik kelas…” Aku terdiam, aku sedih.

“ya….gimana lagi, hal ini kan udah kita prediksi jauh-jauh hari…., bilang sama mama dan papa serta yang lain, jangan marahi dia, bicara dengan hati yang jujur lebih baik, ungkapkan kekecewaan dengan bijaksana”, hanya itu balasan sms ku….

Setelah itu aku merenung membayangkan Bobbi……kasihan dia…

Tiba-tiba ponselku berdering, ternyata dari seorang orang tua yang anaknya sekolah di SMP kelas II.

“Moe, si wawan hebat sekarang, kalo dulu dia rangking I, sekarang rangking 13” si ibu menyampaikan dengan nada kecewa. Dari belakang anak nya yang bernama wawan berteriak…

“yang penting wawan naik kelas…ya kan bang….!!!!.

Mendengar ini saya ketawa…saya tahu sekali kalo si wawan sedang puber, sering cerita cewek ke saya, kayaknya dia lagi puber-pubernya….jadi maklum aja…..kalo bawaannya malas belakangan……

Saya kemudian bilang ke mamanya…

“Ya…ngak papa lah bu, siapa tahu ini jadi motivasi dia untuk selanjutnya….”

Si Ibu menjawab…

“Iya lah…., tapi BANTU INGATIN DIA YA MOE…kayaknya dia sering cerita ke Imoe tuh…”

“Ok bu….” saya hanya tersenyum aja dari balik ponsel….

SELAMAT BAGI YANG NAIK KELAS, JANGAN PATAH SEMANGAT BAGI YANG TIDAK NAIK…KITA TETAP TEMAN….

Iklan

2 thoughts on “‘aku naik kelas bang, si bobi tinggal kelas bang’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s