‘da imoe, bisa ke poltabes sekarang..ada kasus..’

Standar

Siang itu saya sedang berada di kantor Gubernur Sumbar. Rapat persiapan Hari Anak Nasional Propinsi Sumbar 2008. Tiba-tiba sebuah SMS dari seorang teman bernama Wide masuk.

‘Da imoe, bisa ke poltabes sekarang, ada kasus anak niy’

Karena saya sedang rapat, maka saya tentu saja tidak bisa memenuhi permintaan teman itu. Yang saya lakukan hanya membalas SMS tersebut.

‘Waduh wid, lagi rapat hari anak niy. Loe handle aja gimana baiknya ya..soalnya gak mungkin di tinggal’.

Si Wide pun mengamini…

“Ok deh, nanti gw susul loe ke kantor gubernur, lalu kita nanti bahas kasus ini”.

Selang beberapa jam, si Wide muncul di ruang rapat. Rapat tak lama kemudian selesai dan kami kemudian membahas kasus yang di terima Wide.

‘Begini ceritanya da imoe” Begitu wide memulai ceritanya…

Lanjutkan membaca

‘special thanks to bos hady’

Standar

Ngak tau kenapa, tiba-tiba saja saya harus mengucapakn banyak terima kasih kepada setiap orang yang telah menginspirasi saya dan banyak orang lain. Barangkali ini pertanda bahwa saya sebentar lagi siap-siap di gantikan yang muda-muda, lebih bersemangat dan saya inginkan itu). Salah satunya adalah anak yang satu ini.  Saya biasa panggil dia ‘bos’ karena emang dialah yang membuat Forum Anak Sumatera Barat menjadi dikenal banyak orang.

Lanjutkan membaca

“pejuang anak sumatera barat’

Standar

Kongres Anak VII 2008 dalam rangka HAri Anak BNasional 2008 telah usai. Hajatan nasional yang di gelar sekali dalam setahun ini mempertemukan para pejuang anak (duta anak) dari seluruh propinsi di Indonesia. Beruntung sekali, saya mendapat kesempatan mendampingi para duta anak Propinsi Sumbar.

Kongres Anak Indonesia telah memberikan banyak pengalaman sekaligus ajang pembelajaran. Tidak hanya mengajarkan kepada kita bahwa anak-anak ternyata mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kehidupan bangsa ini, akan tetapi mereka telah mengajarkan kepada kita bagaimana ‘berdemokrasi’ yang bijak, santun dan penuh penghormatan.

Lanjutkan membaca

“cerpen umi pak suhadi”

Standar

Membaca cerpen Pak Suhadi berjudul UMI, membuat saya merasa bangga sekaligus sedih.  Bangga karena cerpen itu di dedikasikan untuk saya (terima kasih).  Sedih, karena cerpen UMI mampu menguakkan kesedihan lama yang sampai hari ini masih berusaha saya hilangkan….Kesedihan itu beralasan, karena cerpen Pak Suhadi terasa nyata dalam kehidupan saya, karena saya pernah mengalami hal yang sama.

Kata teman saya, jika ingin menghilangkan kenangan lama  yang seharusnya dihilangkan, maka ceritakanlah apa yang kita rasakan itu kepada orang lain……agar kesedihan yang dirasakan bisa di bagi…..

Lanjutkan membaca

‘ibo bana hati awak’

Standar

ibo bana hati awak

indak bisa basobok jo dunsanak banyak

kawan-kawan palanta nan rancak

sambia makan durian jo galak-galak

ibo bana hati awak

indak bisa santai jo galak-galak

indak bisa mancaliak nan tacelak (hahahah)

indak bisa manculiak durian nan sagadang cubadak

ibo bana hati awak

si catra (si sutan mudo) mahangek-hangek awak

kaceknyo acara sangaiklah rancak

ketek gadang laki laki padusi sarupo adiak kakak

ibo bana hati awak

alah buek rencana tapi ado pulo nan manyasak

kawan tibo dari batam taragak jo awak

indak bisa awak manolak

ibo bana hati awak

indak bisa kopi darat

padahal palanta pasti tampek nan sumarak

ondehhhhhhhhhhhhhhh ibo na hati awakkkkkkkkkkkkkkkk

‘7 gerobolan, 8 sahabat’

Standar

Jarang sekali saya menunaikan shalat Jumat di mesjid belakang rumah.  Maklum saja, karena setiap hari saya selalu berada di luar area (alias di sekitar tempat kerja), jadilah rutinitas shalat jumat lebih banyak saya tunaikan di mesjid dekat tempat bekerja.  Bahkan saking seringnya shalat jumat di mesjid sekitar tempat kerja, para warga di sanapun mengenal saya sebagai jemaah tetap hehehehehehe.

Nah, tumben Jumat 11 Juli 2008 ini saya gak kemana-mana.  Seharian di rumah aja karena saya mau menyelesaikan baca novel THE KITE RUNNER, tuh novel menggetarkan jiwa (cieeeeeeee).  Saya berhenti ketika shalat Jumat mulai memanggil.  Saya mandi, lalu berbenah ke Mesjid Al Manar belakang rumah.  Tidak jauh, hanya butuh waktu 15 menit jalan kaki.

Lanjutkan membaca

‘pln (perusahaan listrik nan bikin meradang)’

Standar

Akhir-akhir ini sejak hampir 3 bulan belakangan, saya dibikin meradang oleh ulah PLN.  Alasannya karena pekerjaan saya terganggu akibat pemadaman listrik (apalagi kalo kerjaan saya blogging yang terganggu hehehe).  Memang, akhir-akhir ini sering sekali terjadi pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PLN di SUMATERA BARAT.  Alasan PLN biasalah klise, ya karena banyak beban lah, karena untuk efektifitas dan penghematan lah, debit air danau tempat memutar turbin yang menurunlah, pokoknya BANYAK ALASAN.  Tentu saja, karena saya tidak orang tekhnik yang ngerti soal kelistrikan terpaksa menerima saja alasan tersebut.  Barangkali begitu juga yang dirasakan oleh masyarakat umum lainnya.  Pertanyaannya, ngapain PLN tidak bisa mencari solusi lain selain pemadaman, bukannya di sana bercokol para insinyur-insinyur.  Dasar………….

Rabu, 9 Juli 2008 pukul 15.00 WIB.  Pemadaman terjadi lagi, saya sedang menyelesaikan prosposal Kunjungan Sosial Bagi Anak-Anak Dalam Rawatan Kesehatan di Rumah Sakit M Jamil Padang.  Proposal ini harus saya serahkan keesokan paginya, karena akan segera di proses untuk menjadi agenda kegiatan Hari Anak Nasional 2008 di Sumbar.  Jadilah hari itu saya ngomel-ngomel tak tahu juntrungan akibat ulah PLN yang tidak bertanggung jawab.  Padahal hari itu dalam jadwal pemadaman saya lihat bahwa pemadaman di lokasi saya akan dilakukan pukul 18.00 WIB, tapi ternyata justru dilakukan lebih awal.

Lanjutkan membaca