‘basobok (ketemu) si sutan mudo’

Standar

Pukul 22.00 WIB ponsel saya berbunyi. Saya lihat, wah ternyata bukan nomor yang asing. Lalu saya angkat ponsel.

“Hallo Cat, lagi dimana..?”

“Lagi dirumah bang, bang lagi dimana ?”

“Lagi di warnet niy, di Grya net..?”

“Kalo gitu tunggu ya bang, Catra juga mau kesana…?”

“Ok. ditunggu ya..”

Penasaran juga pengen ngelihat tuh anak. Sejak kuliah di Bandung, saya gak pernah ketemu lagi ama dia. Padahal dahulu hampir setiap hari ketemu, ngobrol sampai malam, membangun kesadaran kritis bersama, diskusi soal babilonia, Nabi MUhammad, Yahudi, Segitiga Emas, Perpolitikan INdonesia, sampai kepada masalah Sekssualita…pokoknya rame…………………….

Tak berapa lama, yang di tunggu datang.

“Hah, ternyata gemuk ya…” begitu sambutan pertama saya…

“Sama niy, bang juga gemuk, apalagi perut tambah buncit tuh hahahahahahah”

Kami ketawa lepas…..

Saya lalu belajar mempercantik blog bersama Catra. Tak berapa lama, datang Ujoe. Ujoe suprise ketemu Catra. Akhirnya kami menyelesaikan tugas mulia di warnet dan melanjutkan pembicaraan di Station Cafe (depan warnet).

Kami pesan indomie rebus dan seperti biasa kami ngobrol panjang……..

Topik kami malam itu

A. Soal Indonesia Keluar Dari OPEC

B. Soal Lomunitas Blogger Padang

C. Soal Sutrisno Bachir (calon presiden)

D. Soal Ahmadiyah…..

E. Soal Pak ZULMASRI dan PAK SUHADI ( para blogger favorit)

F. dll

Tak terasa, pukul 00.30 WIB. Kalau bukan karena pertimbangan bahwa jam 05.00 WIB saya mau ke Sawahlunto, pasti obrolan akan berakhir subuh. Tapi apa daya, saya harus tidur karena paginya akan melakukan perjalan panjang.

Rencana kami berdua……

A. Akan mencari blogger anak SMA atau SMP yang tulisan-tulisannya menginspirasi dan ringan.

B. Akan menghadiri ketemuan blogger Padang….(insyaallah)…

Akhirnya saya diantar oleh Ujoe pulang kerumah…………………….

Iklan

13 thoughts on “‘basobok (ketemu) si sutan mudo’

  1. Halo Bos…. kapan nih kita ngerumpi lagi nih??? selagi di Padang nih…. hehehehe…. di Stasion Cafe lagi ya… tapi yang di outdoornya biar bisa lebih keras ngomongnya :mrgreen:

  2. Wah makasih, ternyata saya danpak zulmasri termasuk bloger favoritnya imoe dan catra. Dua-duanya guru terpencil.

    Makasih ya moe, cat, jarang-jarang lho orang menghargai guru di tempat terpencil.

    Soalnya, kalau sekali liat saya, kesannya kumuh banget. Ndeso.

    Kalian berdua juga bloger favorit saya.
    Imoe, Kak Seto-nya Sumatra Barat, perduli sama anak-anak.

    Catra, mahasiswa multitalented, cerdas, dan sangat santun. Juga cinta budaya Indonesia.

    Senang bisa kenal kalian berdua.

  3. anakkritis

    hahaha.. Bilo loe wak basobok bang catra yo,,,

    salomoko mandanga se taruih.. hahhaa

    bg Im doakan sukses yo WAWANCARA nyo..

    moga2 bs mengulang th 05 dan 06

  4. to Pak Suhadi dan pak zulmasri,

    Saya selalu terinspirasi oleh guru-guru di pelosok…kayaknya BELIAULAH PAHLAWAN TANPA TANDA JASA ITU, kapan-kapan kalao saya sempat singgak ke tempat bapak, bisa ketemu ya…

    btw, saya ngak sebandinglah ama kak seto…jadi segan juga niy hehehehehehehe, o Ya…tampilan blog kayaknya dikembalikan ke semula pak…karena banyak yang kehilangan dengan foto nenek dan cucunya itu lho hehehehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s