‘pln (perusahaan listrik nan bikin meradang)’

Standar

Akhir-akhir ini sejak hampir 3 bulan belakangan, saya dibikin meradang oleh ulah PLN.  Alasannya karena pekerjaan saya terganggu akibat pemadaman listrik (apalagi kalo kerjaan saya blogging yang terganggu hehehe).  Memang, akhir-akhir ini sering sekali terjadi pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PLN di SUMATERA BARAT.  Alasan PLN biasalah klise, ya karena banyak beban lah, karena untuk efektifitas dan penghematan lah, debit air danau tempat memutar turbin yang menurunlah, pokoknya BANYAK ALASAN.  Tentu saja, karena saya tidak orang tekhnik yang ngerti soal kelistrikan terpaksa menerima saja alasan tersebut.  Barangkali begitu juga yang dirasakan oleh masyarakat umum lainnya.  Pertanyaannya, ngapain PLN tidak bisa mencari solusi lain selain pemadaman, bukannya di sana bercokol para insinyur-insinyur.  Dasar………….

Rabu, 9 Juli 2008 pukul 15.00 WIB.  Pemadaman terjadi lagi, saya sedang menyelesaikan prosposal Kunjungan Sosial Bagi Anak-Anak Dalam Rawatan Kesehatan di Rumah Sakit M Jamil Padang.  Proposal ini harus saya serahkan keesokan paginya, karena akan segera di proses untuk menjadi agenda kegiatan Hari Anak Nasional 2008 di Sumbar.  Jadilah hari itu saya ngomel-ngomel tak tahu juntrungan akibat ulah PLN yang tidak bertanggung jawab.  Padahal hari itu dalam jadwal pemadaman saya lihat bahwa pemadaman di lokasi saya akan dilakukan pukul 18.00 WIB, tapi ternyata justru dilakukan lebih awal.

Sambil menunggu listrik kembali hidup, saya dan teman-teman ngobrol ngalor ngidul.  Termasuk menggosip ria tentang sikon di rumah masing-masing akibat pemadaman listrik ini.

Nte Pit, teman saya yang tinggal di seputaran alai mengeluh akibat pemadaman yang tak beraturan itu.  Dia kuatir alat elektronik rusak. Kekuatiran terbesar dia adalah kebakaran, karena maklum saja, beliau bekerja dari pagi hingga sore hari dan seharian rumah beliau selalu di tinggal dalam keadaan kosong.  Inel, teman saya satu lagi memilih garuk-garuk kepala, karena ngak tau mau ngomong apa lagi soal pemadaman listrik ini, karena udah puas dengan berbagai masalah yang di timbulkan.  Ibu Jas, juga meradang akibat pemadaman listrik, tapi uniknya persoalan yang di sampaikan Bu Jas bukan berkaitan dengan alat elektronik, kebakaran, dll, tapi adalah masalah cucu beliau.

“Iya niy, sekarang kan di rumah ibu ada cucu dari saudara jauh ibu sedang di rumah.  Nah baru dua hari di rumah dia nangis-nangis minta pulang, soalnya dia gak bisa berada dalam gelap. karena kalau dalam gelap dia selalu melihat makhluk halus, memang siy dia punya bakat INDIGO, jadi kemaren dia minta pulang gitu”.

Saya melongo mendengar penuturan Bu Jas.  Tapi gak bisa berkomentar pula.  Ternyata banyak masalah yang di timbulkan oleh pemadaman listrik ini.  Mulai dari masalah alat elektroniki, kebakaran sampai ke masalah makhluk halus.

Akhirnya saya iseng mengajukan usul…..

“O ya bu dan kawan-kawan,nah gimana kalo kita organisir seluruh masyarakat di Kota Padang ini, terus kita bikin ujuk rasa damai soal pemadaman listrik ini, setuju gak…biar PLN tau rasa tuh…masa satu-satunya perusahaan listrik di negara ini, malah tidak becus ngurus listrik, apalagi tiap tahun katanya selalu rugi, mana ada dalam sejarah, monopoli perusahaan atas sebuah produk, bisa rugi….pasti ada yang tidak beres tuh…”

Akhirnya semua menganguk-anguk……teman-teman menanggapi ternyata dengan serius..

“KAPAN dan GIMANA TEKHNISNYA…….?” tiba-tiba salah seorang teman yang hobby berdemo, unjuk bicara, merasa tertantang dengan ujuk rasa dengan tema listrik ini…

Saya hanya tersenyum dan berkata….

“Sabar, sabar, sabar, tadi saya cuman iseng, tapi kalo mau, bagus juga tuh…”

Hehehehehehehehehe

AYO UJUK RASA DAMAI SOAL PEMADAMAN LISTRIK………….

Iklan

21 thoughts on “‘pln (perusahaan listrik nan bikin meradang)’

  1. Rencana pemerintah yang akan menerbitkan SKB tentang penghematan energi diharapkan jangan sampai menurunkan produktivitas industri. Seharusnya pemerintah segera melakukan pemetaan terhadap konsumsi energi khususnya listrik di perusahaan dan daerah-daerah.
    Bukan itu saja, pemberian sanksi khusus kepada industri yang dianggap boros, tentunya akan mempersulit kalangan industri dalam memanfaatkan listrik. Padahal, konsumsi listrik bisa dihemat tanpa harus mengurangi produktivitas dan tanpa harus melakukan kontrol ketat. [Yohan Putera Soemarna, menyampaikan terima kasih jika berkenan mengunjungi blog kami]

    • iya benar

      mestinya jgn cuma dihujat
      tapi diingat jg jasa-jasanya

      lihat lampu penerangan jalan ada dimana-mana
      satu lampu saja bisa ratusan / seribu watt,
      bila dijual watt-nya wah dapat berapa duit itu
      tapi untungnya lampu-lampu itu gratis
      baik ya PLN?

      sbg perbandingan
      coba lihat telepon umum, ada yang gratis gitu?
      padahal cuma cepek, gopek, tapi tidak gratis

      udah dikasih listrik murah
      dikasih lampu penerangan gratis
      tetep saja dihujat
      kasihaaan deh PLN

  2. riam

    wah,…belum tau dia kondisi perlistrikan di Balikpapan- Kaltim,…dari 5 hari kerja,..3 hari listrik mati,…;) dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore,…
    penambahan biaya yang pasti, karena musti beli bensin (yg mahal) untuk genset, (rata2 pada punya genset sendiri)
    klu masalah meradang jangan di tanya, udah capek,..:)

  3. mohon maaf atas ketidaknyamannya
    mungkin sedikit penjelasan ini bisa dimaklumi

    alasan pemadaman
    – jumlah kapasitas listrik terpasang membangun pembangkit membutuhkan biaya sngt besar
    – knp tidak punya uang? sbb tarif PLN selalu rugi, tarifnya bukan tarif pasar, tapi tarif yang ditentukan oleh pemerintah
    – PLN jual listrik itu ibaratnya “jual rugi”, sebab HPP > harga jual. bukti: iklan PLN selalu “hematlah listrik”, tidak pernah iklan “pakailah listrik sebanyak2nya, biar kami untung”.
    mana ada perusahaan selain PLN yang iklannya “janganlah beli banyak2 produk kami”?
    – sebagai bayangan -> pernah pakai genset? genset itu butuh 1 liter solar untuk 2,5kWh. katakanlah 1 solar itu Rp 4000, brarti harga per KWh seharusnya adalah 4000/2.5 = 1600 perak / Kwh. lalu berapa harga jual listrik PLN ke pelanggan per kwh? -> Rp 500 perak. rugi besar ya

    salam

  4. Bambang Sunaryo

    Saya sudah daftar pemasangan baru sekitar 1.5 bulan, instalasi sudah selesai dipasang, consuilt sudah okey, kira-kira berapa hari lagi KWH & cable dari tiang kerumah dipasang ? mohon penjelasannya !

    (bambang_syo@yahoo.com)

  5. ike

    PLN jg tidak mau seperti ini, kenapa hy PLN saja yg disalahkan?? gmn pun PLN adalah badan usaha milik NEGARA bukan badan usaha milik NDIRI…! tp wajar jg sih krn kita tidak tau proses, yg dimau n di tau hanya hasil, emang cukup dengan kata “kami kan bayar”….?????! tidak semua bisa di uangkan saudara,, perusahaan yg untung besar sekali pun tdk akn sempurna..!!

  6. Gabz

    klo gi nyala gg pernah diinget jasa ny .
    kalo mati baru dihujat2 .

    klo ga ngerti apa2 ga usah komentar yang tidak2 dan terdengar ga berpendidikan

  7. arief

    walaupun ini berita lama, menurut saya kalo emang gak suka ama PLN ya udah gak usah langganan listrik.
    beli aja genset, hitung jumlah pemakaian bensin nya?

    listrik bukan masalah 1 wilayah aja, tapi seluruh Indonesia. jangan egois lah, dgn alasan gak bisa bekerja, gak bisa bikin tugas dll.

    memang, hanya PLN yg bisa menjual listrik. kenapa? swasta gak bakalan mau. harga per Kwh kita paling murah. itu udah disubsidi oleh negara. klo swasta yang jualan, kita gak bakalan mampu beli listriknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s