‘serapi apapun, bohong pasti ketahuan’

Standar

Beberapa minggu yang lalu, saya bepergian ke luar daerah. Setiap ke luar daerah, saya selalu punya kebiasaan membelikan oleh-oleh berupa baju bagi 2 orang ponakan saya (laki-laki usia 5 dan 8 tahun). Nah, tak terkecuali untuk kali ini.

“Anjang…jangan lupa belikan baju ya….” Begitukata ponakan saya melalui HP.

“Iya….” Saya berjanji, sangat berjanji, seolah-olah janji itu bisa saya penuhi.

Karena kegiatan begitu padat, dan kesempaan untuk mencarikan oleh-oleh sedikt sekali, akhirnya jadilah pesanan ponakan saya tidak sempat di belikan. Sepanjang perjalanan pulang, fikiran saya selu tertuju kepada 2 orang ponakan saya.

Kira-kira, apa lasan yang paling tepat untuk menyatakan bahwa oleh-oleh tidak saya bawa. Bingung juga mencarikan alasannya, karena saya terlanjur berjanji.

“Sialan…ngapain gak ngomong INSYAALLAH ya…” Begitu saya memaki diri saya…

Akhirnya, muncullah ide segardalam kepala saya.

Ide nya begini. Saya bilang aja bahwa oleh-oleh baju itu, di titip pada salah seorang teman yang juga bepergian dengan saya. Trus keesokan harinya, pergi ke supermaket di Padang, belikan baju, ganti kantongnya dengan kantong merek daerah lain, trus bilang bahwa itu baju oleh-oleh yang dititip kemaren….HEBAT…….BELAJAR MENIPU niy….

Maka, akhirnya saya sampai di rumah. Ponakan saya langsung nanya ?

“Bajunya mana ?”

“O…. di titip sama bang Ady, soalnya tas anjang gak muat lagi…” Begitu kata saya…

Saya jadi merasa bersalah juga, karena bawa-bawa nama si Ady…(sorry)…

“Besok anjang ambilkan lagi…” Begitu saya meyakinkan….

Maka keesokan paginya, sayamenuju Matahari Departemen Store. MIlih-milih dua buah baju baru ukuran anak-anak. Trus bayar…saya pastikan tidak ada embel-embel MATAHRI PADANG nya, biar gak ketahuan. Saya juga sudah menyiapkan kantong merek luar kota yang saya kunjungi beberapa hari lalu.

Dengan santai saya kemudian pulang, bawakan oleh-oleh tersebut.

Setelah oleh-oleh berada di tangan ponakan saya, ternyata tanpa di sadari salah seorang dari ponakan saya ngomong….

“Anjang…bohong…inikan dari MATAHARI…bukan oleh-oleh niy…coba lihat stempelnya niy…”

Dorrrrrrrrrrrrrrrrr saya ngak berkutik….akhirnya ketahuan………………

Ternyata saya teledor..saya lupan menghilangkan stempel/cap dari kasir MATAHARI DEPARTEMENT STORE PADANG, jadilah bohong saya ketahuan….

Saya di ketawain ponakan saya……………

“Ye…………….. bohongggggggggggggg………………………..”

Saya malu…..tapi akhirnya saya jelaskan dengan sejujurnya, bahwa niat saya tidak ingin mengecewakan mereka……ternyata ponakan saya maklum….

Bagi mereka….yang penting baju baru…..itu saja……

PELAJARAN : SEKECIL APAPUN BOHONG PASTI AKAN KETAHUAN……

Iklan

21 thoughts on “‘serapi apapun, bohong pasti ketahuan’

  1. selama ini anjang suka bohong juga ya?
    ketauan udah mahir banget.
    tapi anak-anak intuisinya hebat lho, dan lebih cermat ternyata.
    gak boleh underestimate sama mereka.
    dasar anjang…

  2. Dalam dunia pendidikan belajar paling baik adalah belajar dari contoh kongkret yang ada di hadapan pebelajar. Dan, kedua keponakan Imoe dapat contoh kongkret dari anjangnya sendiri sebagai bahan belajar bahwa serapi-rapinya skenario kebohangan diatur, tetap dapat terbongkar juga. He.he.. 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s