‘diskusi narkoba dengan teman-teman tuna rungu’

Standar

Beberapa hari yang lalu, teman saya Arfen ngasih tahu kalo kami di undang oleh salah satu Sekolah Luar Biasa Untuk memberikan penyuluhan tentang narkoba dan bahayanya.

‘Da imoe, kita di undang niy diskusi narkoba’ begitu SMS arfen.

“Mantap lah..trus apa sulitnya, kan selama ini teman-teman udah punya gawean itu juga, lagian modul standarnya udah ada kan’ Saya menjawab SMS arfen.

‘Masalahnya bukan itu, tapi peserta kali ini anak-anak SLB’.

Membaca balasan SMS Arfen, saya melongo…Baru kali ini setelah hampir 10 tahun cuap sana cuap sini tentang narkoba, ketemu dengan peserta unik ini.

“Hmmm ok kalo gitu kita harus bikin persiapan ekstra niy, nanti kita diskusikan’.

Siang itu akhirnya kami mengumpulkan tim yang akan mempersiapkan kegiatan ini. Tak tanggung-tanggung, ada 4 orang relawan senior dan 2 orang relawan muda yang berdiskusi menyiapkan alur pembelajaran, memetakan kemungkinan. Kami tak mau separoh-separoh dengan hal ini, karena ini adalah pengalaman perdana dan harus perfect. Salah satu persiapan kami adalah belajar bahasa isyarat sederhana. Karena yang akan kami hadapi adalah siswa-siswi TUNA RUNGU.

Untuk persiapan ini, kami melakukan diskusi intensif selama 3 hari. Tidak hanya merencanakan metode yang tepat, mempersiapkan media yang tepat, permainan yang OK dan sebagainya.  Sulit sekali menemukan cara yang tepat untuk kelompok peserta teman-teman Tuna Rungu ini.

Awalnya kami berfokus kepada menemukan metode pembelajaran, tetapi akhirnya kami juga mendiskusikan soal masalah persoalan ANAK CACAT secara keseluruhan. Tentu saj kami berdiskusi dengan orang yang memahami persoalan itu.  Beruntung kami memiliki teman guru SLB yang membantu kami memahami kondisi tersebut.

Waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Pagi itu saya berangkat ke SLB Wacana Asih. Kami telah menetapkan bahwa Arfenlah yang akan menjadi fasilitator. Wide tukan buat rekaman proses. Lina tukang Foto, Farah co fasilitator serat saya dan Ridha akan mem back up proses secara keseluruhan. Membantu Arfen jika kesulitan menemukan bahasa isyarat.

Awalnya memang sulit. Tapi ternyata di tengah jalan semua jadi mudah. Kesulitan yang kami bayangkan sirna, karena teman-teman Tuna Rungu adalah orang yang sangat sensitif dengan gerak bibir. Maka, dimulailah diskusi seru (tapi hening) itu. Di luar dugaan ternyata teman-teman Tuna Rungu sangat menegetahui dan dekat sekali dengan Narkoba. Bahkan ada satu dua orang yang pernah di tawari untuk menggunakannya.

Diskusi terus berjalan hingga berakhir 2 jam kedepan. Banyak kesan mendalam yang kami dapatkan. Kami pulang dengan sebuah pengalaman luar biasa. Satu hal, komitmen kami semua terlahir kembali, ‘ternyata masih banyak teman-teman anak cacat yang harus mendapatkan informasi soal narkoba. Karena mereka bagian dari tunas bangsa yang harus di selamatkan juga.

Kami pulang ke rumah dalam kondisi lelah.  Tapi bahagia….

Iklan

24 thoughts on “‘diskusi narkoba dengan teman-teman tuna rungu’

  1. Da Imoe, seandainya ada lebih banyak org spt Uda yg ngerti Narkoba dan dengan senang hati mensosialisasikan dampak penyalahgunaannya, tentu korban yg berjatuhan akan makin berkurang… Narkoba memang sangat berbahaya, pengalaman sy mengikuti proses penyembuhan adik ipar yg masuk ke jurang Narkoba (sembuh total 2 tahun) membuat sy ikut mengerti betapa bahayanya penyalahgunaan obat ini… Keep going Da…wass

  2. Sekarang ini memang perlu penyuluhan ttg narkobar dr sd nyampe mahasiswa, dr bayi nyampe manula, bahkan dr yg normal nyampe “yg kurang” normal. Faktanya generasi indonesia sekarang sudah banyak yg jd korban dr ganasnya virus narkobar.

  3. jadi merinding bacanya, terutama tentang kepekaan anak-anak itu.
    hmm… kalau panca indera tak berfungsi sempurna, ternyata kepekaan meningkat buat mengimbangi.

    pengalaman yang pasti berkesan banget.

  4. iya tuh narkoba , saya bingung sama orang yang make narkoba.. udah tau bakal nyusain masih aja gak di buang jauh2.. bisa 2 di penjara kalo ditangkep, malah bisa di door…. ingat kejahatan bisa terjadi karena biasa… hhehehehe…

  5. joe pikir..akan lebih bermanfaat jika kita memberikan informasi kepada teman2 dan saudara2 kita yang cacat fisik seperti itu..karena mereka akan lebih memperhatikan dan memberikan respon yang lebih dari pada sosialisasi kepada anak Normal yang cendrung tidak peduli terhadap apa yang kita sosialisasikan…..

  6. bahtiyarzulal

    Yan tidak kalah penting adalah pengetahuan kita tentang’DRUG’itu.karena pada kondisi tertentu hampir tidak dapat dibedakan antara racun dan obat,yang salah bukan bahanya tapi kelakuan orangnya.intinya jangan biarkan orang-orang yang memiliki keterampilan lebih merana(nganggur) karen mereka akan memanfaatkan/dimanfaatkan untuk hal-hal yang menurut mereka benar meskipun orang lain mengatakan salah,misalnya ahli kimia dalam merakit bahan kimia menjadi narkoba.

  7. To Bahtiyarzulal : Bener sekali pak…inilah yang harus jadi PR kita semua, mengingatkan dan mengingatkan siapa saja, karena bukan tidak mungkin dia ada disekitar kita.

    To Marshmallow : Uni…kami sedang persiapkan buka puasa bersama di Panti Darul Muarif. Yang menyiapkan anak-anak sendiri anak-anak Forum Anak Sumbar (www.forumanaksumbar.com) jadi kami mengajarkan agar anak-anak juga peduli dengan teman sesama. Kapan uni ke PAdang ? hehehe

    To Okta Sihotang : Ternyata ngak susah Okta…asal mau dan berani saja… hehehe

    To Avartara : Thanks pak…bilo wak sobok yooodi palanta. org ?

    To Ichank : Gw terispirasi dari loe chank hehehehe

    To Yakhanu : Emang serba salah jadinya ya…..semua harus diselamatkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s