‘ngakalin pelajaran sastra’

Standar

puisi

Ada semacam dorongan dalam diri saya kembali begitu melihat komentar teman-teman dalam postingan saya terakhir. Permintaan maaf saya untuk sementara tidak aktif di dunia ‘kampung blagu’ ditanggapi oleh teman-teman dengan beragam. Tapi semuanya memilki benang merah yaitu ‘dukungan’. Mahal rasanya harga sebuah dukungan. Tak bisa dinilai dengan materi. Dukungan inilah yang kemudian menggelorakan lagi semangat saya untuk aktif, dan agaknya situasi sedang berpihak kepada saya. Ada pengalaman menggelikan yang membuat saya harus segera menuliskan dan segera mempostingkan pengalaman lucu ini.

Pukul 20.00 WIB tanggal 18 November 2008. Saya online dan seperti biasa menjelajahi blog para sahabat. Satu jam menjelajah, saya kemudian mengaktifkan yahoo mesengger. Maksud hati hanya iseng belaka, siapa tahu ada teman yang mau diajak ngalor ngidul, dan ternyata benar. Banyak sekali sohib yang waktu itu kebetulan sedang online, jadilah saya dan teman-teman bercengkrama dari satu topik ke topik lain.

Tiba-tiba satu orang sahabat muda saya yang masih duduk di kelas satu SMA muncul juga, langsung nge BUZZ dan tentu saya ladeni. Sahabat saya yang satu ini anaknya unik, ngak suka yang macam-macam, to the point, ngak kayak anak kebanyakan, hobbynya depan komputer, dari pagi sampai pagi lagi (heheheh). Nah, pasti kebayang si anak ini kan…paling jago soal IT.

Beberapa waktu yang lalu kami juga pernah chating dan ngobrolin tentang ‘kepusingan’ dia menyelesaikan tugas sastra yang diberikan oleh guru sekolah. Apa pasal, karena tugas itu berkaitan dengan ‘menulis cerpen’. Nah, teman muda ini mengaku ngak bisa, walaupun akhirnya dia mampu menyelesaikan juga. Ketika saya minta dikirimin filenya dia menolak.

“Ngak ah bang, malu, ngak bagus, asal-asalan aja’. Begitu katanya.

Tentu saja, saya jadi tambah penasaran. Berhari hari setelah itu saya selalu menagih cerpen ‘maha karya’ teman muda ini, dan selalu gagal.

‘Bang, aku bikin puisi niy, biasalaah tugas sekolah lagi…” begitu kata sang teman tiba-tiba.

“Mana, boleh lihat ngak, kirimin filenya..!” Saya jadi penasaran lagi, berharap mendapatkan puisi hasil karyanya.

Semula saya menduga, dia tak akan mau memberikannya, karena sebelumnya dia juga ngak mau mengirimkan ‘cerpen’ hasil buatannya. Tetapi dugaan saya salah…

“Ntar bang, ini aku kirim…”

Srettttttttt tak berapa lama, puisi itu sampai dihadapan saya…..

Seseorang yang Seperti Dia

Aku tidak pernah ingin menjadi seorang yang seperti itu
Mengisi kehidupan setiap hari seperti untuk terakhir kalinya
Aku yakin aku mengetahui bahwa
Hal yang satu ini bukan untukku
Aku ingin melebihi
Jauh melebihi apa yang dapat kulihat
Maka aku bersumpah bahwa aku
Tidak akan pernah menjadi seseorang seperti dia

Bertahun-tahun telah berlalu
Sejak aku meneriakkan
Kebebasanku
Misiku
Tujuanku
Visiku

Sangat indah rasanya untuk mengetahui
Aku bisa
Aku bisa menjadi seseorang yang lebih dari apa yang aku impikan
Jauh melebihi apa yang kulihat

Sejauh aku bisa menceritakan
Tidak ada lagi yang lebih kubutuhkan
Tetapi aku masih bertanya pada diriku
Bisakah ini menjadi segalanya
Kemudian semua aku bersumpah
Bahwa aku tidak akan pernah menjadi yang sekarang
Maka tiba-tiba
Satu-satunya hal yang kuinginkan
Aku ingin
Untuk menjadi
Untuk menjadi seseorang seperti dia

Surprise !!! Hebat !!! begitu respon saya ketika membaca karya tersebut. Bagi saya sebagai orang yang tidak terlalu paham seni, tentu saja untaian kata di atas menjadi sesuatu yang istimewa.

Kekaguman saya tak sampai beberapa menit, sebuah pesan muncul di layar…

“Tau ngak bang..itu yang aku kasih ke guru dikelas tadi siang, itu bukan bikinan aku lho…tapi itu lirik lagu group band DREAM THEATRE yang aku terjemahkan hahahahahahaa”

Tak sanggup saya menahan ketawa, saya tertawa sejadi-jadinya atas ‘ke kreatifan’ teman muda saya ini. Dalam hati saya bertanya…”kira-kira bu guru sastra nya tahu gak ya …, atau malah ngasih nilai 9 atas lirik jiplakan itu…”

Sekali lagi saya tertawa…….SALAH ATAU KREATIFKAH TEMAN MUDA SAYA INI ? Bagaimana menurut anda ? Hahahahaha

Iklan

25 thoughts on “‘ngakalin pelajaran sastra’

  1. hahaha.. sblum saya selesai membaca

    saya juga kagum

    soalnya saia emang kurang ngikutin musik.. hehe.. jadi ga tau. dan kalau saya jd guru, mungkin saya bakalan kasih 9, krena saya nggak tahu. Hehee

    hebad si boz

  2. wew…. ternyata mas imoe punya potensi utk jadi guru sastra secara maya. sdh banyak muridnya, tuh, btw, ttg puisi teman chat mas imoe itu, semula saya nggak ngira juga kalau hasil krewativitas pengembangan dari sebuah lagu., siksinya menarik, rimanya juga enak dibaca. wah, ada kreativitas baru dalam penciptaan tek puisi rupanya, wakakaka ….

  3. menulis itu dari hati, berangkat dg kejujuran. sesuatu yg selalu saya tanamkan ke anak didik.

    bila modelnya terjemahan gitu, jelas itu plagiator. model yg pernah dilakukan chairil anwar dan bikin ‘noda’ dalam sejarah hidup kepenyairannya.

  4. wah kalau ketahuan jadi cela dong .. heheheh
    tapi memang bagus sih terjemahannya
    atau mungkin bisa jadi sastrawan terjemahan?
    kan ngga gampang juga menterjemahkan karya sastra asing ke dalam bahasa indonesia tapi dengan sentuhan yang mengena .. mungkin.
    salam

  5. mantap……

    ohya pak moe..

    pak imu benar klo tulisan ini telah pak imu baca di postingan catra.
    ternyata ada koordinasi yang terputus antara kito dengan catra..
    kemaren itu catra minta izin untuk memposting tulisan kito, tapi judulnya bukan “si miskin dilarang masuk sekolah” rupanya yang ini di postingnya. kito ndak tau juga dan catra belum konfirmasi. jadi ndak apa-apalah…

    di akhir tulisan catra juga tulis klo tulisan “si miskin dilarang amsuk sekolah” adalah karya kito..

    oke pak im….

  6. yulia

    ye ilah, tadi sebelum baca sampai abis, yulia pikir emang jago tuh anak pusinya… eh ternyata nyontek…

    Yah gitu lah, kan sebagai manusia kita tidak bisa menguasai banyak ilmu, jago di satu bidang mungkin ngk brani dibidang yang lain. Jago IT lemah dalam sastra mungkin yah tu anak……..

    BTW OTW BUSWAY, Da im Yulia rencananya mau pulang akhir Desember ini, i will finish my contact in here because my pregnant. Something can i do in Padang to make me not boring? Let’s me know………..thanks

  7. @ theamound ; thanks pak, saya belajar semangat dari pak mah

    @ hadoitz : akhirnya ngaku juga hahahahaha

    @ al : iya lucu, saya ngak sampai selesai selesai ketawa kalo ngingat ituh…

    @ dion : iya mas, kalo sempat si mas DREAM nya tau…waduh berabe tuhhhh

    @ yulia : mantap ya…mari kita ketemuan dan ngalor ngidul tak karuan hahahaha i still waiting u

    @ chudiel : sippplah diel..mudah-mudahan da im yang salah mah…hajar taruih..ayo ngeblog…

    @ avartara : iya pak, sangat kreatif dan bagus juga hasil terjemahannya hahahaha

    @ mascayo : iya mas…kali aja bisa jadi satrawan khusu terjemahan kan….

    @ zulmasri : iya niy pak…mudah-mudahan ngak sampai kayak chairil anwar lah…cuman sebatas untuk nilai sekolah aja…

    @ suhadi : hehehe iya kreatif

    @ syawali : saya bukan gurunya pak, cuman penyemangat aja….

    @ marshmallow : iya niy…balik lagi nih…o ya…ntar dicari tau cerpennya ya….siapa tau emang bener terjemahannya….hahahahaha

  8. Haha! Sebagai cerita, bikin ngakak.
    Tapi kalau melihat ceritanya, sepertinya dia memang tak begitu suka dengan sastra. Tak apa.
    Rasanya dia seperti terpaksa bikin cerpen atau sajak. Ya sudah. Lakukan saja seperti itu.
    Cuma, kalau jadi mentalitet, kan bahaya. Apa seperti itu juga yang dia lakukan pada apa yang dia suka?
    Semoga sih tidak…

  9. @om Daniel Mahendra:
    Wah enggak juga kok, ini kan keadaan darurat, makanya menghalalkan cara ini 😀
    Bauyangkan aja, dikasih tugas sekarang besok udah harus kumpul. Masalahnya banyak kerjaan lain, makanya gak bisa meluangkan waktu banyak2 untuk mikirin puisi 😀

    *ngeless mode [on]

  10. @ catra : iyo cat…belajar jadi penterjemah lagu persisnya. hehehehe

    @ DM : hehehe ngakak ya mas…tapi dia teman saya yang baik kok…ngak semua di jiplak, saya tau banget tuh…mungkin karena satra kali…kan sulit banget bagi orang yang gila IT hehehehe

    @ hadoitz : rasain loe….

    @ rinduku : saya tunggu lho mbak ade…heheheh akhirnya kita bisa chat ya….

  11. ricnes

    alah….
    dl kok ga kepikiran ya….
    buat ngjiplak spt dia….
    halah…halah…..
    btw ky dak ykn apk im bkln lmo mailang do…
    hahahaha…..
    aman pak……?????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s