…biadab…

Standar

Satu kata yang keluar dari mulut kami…’biadab’.  Kata inilah yang mampu mewakili perilaku orang-orang yang berhati sadis ini.

Begini ceritanya…

Rabu, 10 Desember 2008.

Saya di hubungi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Propinsi Sumbar.  Karena memang hari itu akan ada kegiatan mengenai “Menggagas Kota Layak Anak”, saya sanggupi permintaan beliau untuk langsung ke ruangan kerja sebelum bergabung bersama yang lain di aula kantor tersebut.

Dalam ruangan kerja beliau, saya di sambut oleh seorang petinggi Republik ini yang selalu kemana-mana ngomong soal perlindungan dan pemenuhan hak anak.  Kebetulan hari itu, beliau juga akan menyampaikan materi tentang Kota Layak Anak ini.  Saya bersalaman dan sedikit kangen-kangenan. Maklum kami sering ketemu di berbagai kesempatan di berbagai tempat.

Tetapi, yang dibicarakan selanjutnya bukan mengenai Kota Layak Anak, tetapi adalah sebuah kasus kekerasan fisik disertai perkosaan di tambah traficking yang dialami oleh seorang anak.  Hal ikhwal kasus begini.

Seorang anak, sebut saja namanya Bunga, usia 9 tahun adalah korban kekerasan dan perkosaan ini.  Saat ini korban berada dalam penanganan Poltabes sebuah propinsi di Indonesia, bersama dengan beberapa tim psikolog di sana.

Bunga adalah seorang anak perempuan.  Kedua orang tuanya telah bercerai.  Si Bapak telah menikah lagi begitupun sang ibu.  Sejak dilahirkan, bunga di asuh oleh kakek dan neneknya di Propinsi lain.  Ketika menginjak usia 7,5 tahun (sekitar setahun lalu) Bunga kemudian di asuh oleh Sang Paman dan di bawa ke Sumatera Barat (lokasi persis di rahasiakan).  Sejak di asuh pamannyalah, bunga sering mengalami siksaan fisik, psikologis dan perkosaan.

Bunga Di PERKOSA :

–  Bunga diperkosa hampir selama 1,5 tahun dan parahnya yang memperkosa bunga adalah sang Paman dan anak kandung sang paman yang berumur 21 tahun.  Tak sampai disitu, ketika mengadu ke Ibu kandungnya (kebetulan ibu kandung dan ayah tiri rumahnya berdekatan dengan rumah sang paman), ibu kandungnya tak percaya dan beberapa kali ketika menginap di rumah ibu kandungnya, bapak tiri Bunga ikut memperkosa.  Perkosaan ini berlangsung tanpa henti.

Bunga di SIKSA SECARA FISIK :

–  Yang melakukan penyiksaan adalah istri sang paman (bibi).  Apa yang dilakukan sang bibi.  Menyayat kedua belah paha bunga dengan pisau, menggores dengan duri sekujur tubuh, memukul hingga biru-biru lebam, memaksa untuk makan kotoran sendiri, memaksa minum air kencing sendiri, memaksa makan koin Rp. 500 an sehingga di temukan 3 koin di lambung bunga dan 2 koin dikeluarkan dari vagina bunga.  Tidak sampai disitu, bunga juga di paksa makan daging anjing dan bersama bangkai anjing pada suatu malam bunga di kubur hidup-hidup.  MUkjizat Allah, SWT memang luar biasa, ke esokan paginya ketika sang bibi menggali kubur bunga, bunga ditemukan masih hidup.  Penyiksaan demi penyiksaan berlanjut sampai satu setengah tahun.

Bunga di LACURKAN :

–  Suatu ketika, bunga di bius, di ikat dan seorang laki-laki datang memperkosanya dengan bayaran.  Ini dilakukan oleh sang bibi.

Kasus ini terungkap, manakala sang kakek yang tinggal di Propinsi lain mengalami mimpi setiap malam dengan bunga.  Tanpa pikir panjang, kakek pulang ke Sumatera Barat dan kemudian menyaksikan bunga sudah kurus kering dan hampir setengah gila karena trauma.  Sang kakek lalu membawa pergi ke luar dari Sumbar dan barulah kasus ini di laporkan ke Poltabes propinsi tetangga.

Atas dasar laporan itu, kemudian poltabes propinsi tetangga mengirimkan fax tentang permintaan penangkapan pelaku yang masih ada di Sumbar.  Maka sejak hari rabu 10 Desember 2008, saya dan teman-teman dari Jakarta dan Kepolisian mengurus kasus ini.  Kami berkutan 3 hari dengan kasus ini, kami lelah bukan karena kehabisan tenaga, tapi geram menahan amarah.  Semua kegiatan yang sudah terjadwal, saya batalkan untuk konsentrasi ke kasus ini.

Kamis, 11 Desember 2008

Kami akhirnya menelpon petinggi POLRI di Jakarta dan Petinggi kepolisian di Sumbar dan alhasil, kami direspon dengan cepat, kemudian kami juga langsung berangkat menuju polres tempat kejadian perkara.  Kami bertemu kapolres dan langsung membuat skenario penanganan kasus.

Sampai hari ini kami masih menunggu perkembangan kasus.  MUdah-mudahan kami mendapat kabar penangkapan pelaku dalam waktu dekat.  Kabar yang kami terima, bunga saat ini masih dalam terapi dan diperkirakan dalam 2 tahun kedepan, bunga masih dalam terapi.  Setiap hari bunga ‘kambuh’ berteriak-teriak, takut dengan laki-laki, berguling-guling dan menggigil.  KAsihan bunga, dia anak pintar, baik dan CANTIK LUAR BIASA….(saya sudah lihat fotonya).

Usust punya usut, ternyata dugaan, kasus ini ada hubungannya dengan HARTA WARISAN..MAsyaallah…….

Kami sedang menyiapkan strategi dan skenario.  Termasuk untuk menyiapkan tim pengacara baik yang ada di Sumbar maupun dari Jakarta.  Dan Kapolres setempat berjanji akan menangani langsung kasus ini…

MARI BERDOA UNTUK BUNGA…….


Iklan

43 thoughts on “…biadab…

  1. duh, bener2 biadab orang yang sudah demikian tega berlaku kejam dan sadis sama bunga, anak yang baru senang2nya menikmati dunia bermain. dia harus menjadi korban kekejian orang2 yang ndak bermoral. saya sangat mendukung langkah mas imoe, dkk. supaya ndak jadi preseden berikutnya. semoga yang bersalah mendapatkan hukuman setimpal utk menimbulkan efek jera. masak hanya gara2 masalah warisan tega2nya berlaku biadab seperti itu. utk bunga, semoga tabah menghadapi musibah ini.

    • @ Pak Syawali : Iya pak, kasus ini harus bisa menimbulkan efek domino bagi siapa saja yang akan berniat untuk melakukan kekerasan….maka kami akan konsen in terus kasus ini sampai tuntas. Teman-teman dari Jakarta dan di Padang sedang mengambil ancang-ancang pembelaan…

  2. parah sekali bang. kenapa harus ada orang jahat seperti itu. sangat jahat. kasihan bunga, orang tua nya juga kurang peduli dengan dia. hanya sang kakek yang perhatian sama cucunya itu.
    ayo bang, bantu bunga sekuat tenaga bang.
    Semoga Sumatera barat menjadi provinsi layak anak nantinya

  3. ricnes

    wah pak mu kok ky ga diajak tuk bantu di kasusna bunga…..
    dasar2 biadad sptna mereka tdk layak tuk dikatakan sebagai manusia yg diberi akal oleh Allah….
    ayo pak mu semangat n ajak ky saay ky ga ada kegiatan apa2 sekarang….please pak mu….

  4. huah..
    moe…

    ngeri banget…
    kayanya tuh keluarga patut diperiksa kejiwaannya.
    Semoga bunga diberikan kekuatan ya…

    oh ya..btw bukannya skeptis dengan segala judul “layak anak, sayang ibu’ dsbnya yang diusung propinsi-propinsi. tapi kalo judul tinggal judul tanpa komitmen apa-apa, kayanya percuma…..

    seperti salah satu kota yang berkoar-koar membangun “Stroke Central” tapi dokter spesialis neurologinya cuma satu..dokter bedahnya tidak ada…
    Miris……….

    Jangan sampai kita dibilang “tong kosong nyaring bunyinya”

    • @ Eni : Iya eni…kami sedang berjuang untuk menciptakan dunia yang layak untuk anak, mohon dukungannya…jargon macam-macam kami anggap sebagai sebuah tantangan…biarkan para pejabat bikin jargon selangit…kita tetap berjuang dengan cara kita….

  5. MasyaAllah.. sangat biadab! iblis telah memasuki tubuh dan pikiran org2 gila itu. lanjutkan, bang. smoga bunga bisa perlahan sembuh dari traumanya. kasian banget dia..

  6. ^_^ Mungkin “biadab” adalah sebuah kata yang tepat untuk melukiskan perbuatan tersebut. Sayangnya terdengar kurang ahsan. “Tiap jiwa senantiasa akan memantulkan jiwa-jiwa yang lain dalam realitasnya” (petikan ust. Anis Matta). Jangan pernah heran, jika “perilaku yang memerlukan pendidikan moral” tersebut bukannya hilang, namun justru makin marak. Itu karena kita semua terfokus untuk membicarakannya. Maka “jiwa” itu hadir lagi untuk kita.

    Jangan pernah heran, jika “para pemimpin kita melakukan tindakan kurang terpuji”, itu karena dalam benak kita telah tertanam persepsi demikian. Dan jangan pernah heran, jika semua “hal yang kurang bagus” itu akan tetap dirasakan hingga tahun-tahun ke depan, bila kita tidak mampu untuk mengubah persepsi. Dan persepsi itu selalu diiringi dengan memberikan kata-kata terbaik yang kita mampu. Bukankah rosul pernah berpesan, “ucapkanlah yang baik, atau diam”

  7. Udah baca ini dari kemarin, tapi gak sanggup komentar. Kata yang terbersit di benak, kasar semua. Gak enak kan kalo bu guru memaki-maki: ANJING!!!!

    Terus berjuang bang Imoe.

    Saat ini pun kami sedang menangani anak yang mengalami kekerasan fisik dan emosi di rumahnya. Fisiknya hanya sedikit yang mungkin bagi beberapa orang akan diangap wajar, hanya secara emosi dia sering disakiti oleh ibunya. Sampai sang anak sekarang gagap dan sering terkejut-kejut serta ketakutan. Rada ribet karena sang ibu menghindar-hindar terus setiap guru datang ke rumah, padahal cuma mau ngajak ngobrol saja. Yah, kalau ortu yang berasal dari kalangan menengah ke bawah, diajak ngobrol sama guru, membicarakan cara yang lebih baik mendidk anak, biasanya manggut-manggut saja. Kecuali kalau keluarga kurang waras seperti keluarganya Bunga mungkin ya? Tapi kalau dari kalangan menengah ke atas, udah gitu pendidikannya lebih tinggi dari guru, suka malahan marah-marah ke guru. Apalagi dia lihat gurunya masih muda, baru beberapa tahun saja mengajarnya, udah deh..kadang-kadang bicaranya suka nyelekit. ‘Ibu tau apa sih? Ibu kan tidak punya latar belakang psikologi? Maaf ya, menikah saja ibu belum kan? Ibu belum punya pengalaman mendidik anak.’
    Hmmm…

  8. Yang saya nggak habis pikir, karena saya seorang ibu, mengapa ibu tega meninggalkan anaknya dalam asuhan kakek nenek…
    Tapi kelihatannya sang ibu juga kurang bertanggung jawab, betapapun kalau menikah lagi, pasti ada risiko terjadi hal-hal seperti itu.

    • @ Bu eni : iya bu….memang orang tua dan keluarga yang kurang bertanggung jawab….tapi apa dikata, semua udah terjadi..yang harus dilakukan adalah meminta pertanggung jawaban pelaku…

  9. berjuang terus pak imoe. tertumpang doa biar apa yang pak imoe lakukan menjadi sesuatu yang benar-benar tak ternilai harganya.

    masih banyak bunga-bunga lain yang diperlakukan dengan semena-mena. kata “biadab” adalah kata yang tepat untuk perlakuan mereka yang tak senonoh itu.

    maju terus pak imoe….

  10. aku benar-benar menangis membaca ini rupanya begitu banyak orang berhati binatang yang ,semoga sang pelaku di hukum seberat-beratnya krn itu semua tidak akan sepadan dgn trauma yang mereka timbulkan buat bunga . aku ikut mendoakan dengan tulus.

  11. murlinafitri

    astagfirullah..
    sampai aku pingin “membunuh” pelakunya saja..
    Ayo da imu.. terus bejuang, masih banyak “bunga-bunga” lain diluar sana yang bernasib sama

  12. astaghfirullah. biadab betul mereka, moe. masalah korban perkosaan dalam keluarga seringkali ketidakpercayaan bahwa mereka memang telah diperkosa, yang justru membuat mereka jadi dianiaya lebih parah. mudah-mudahan para pelaku mendapat hukuman setimpal, bunga segera pulih dari trauma fisik dan mentalnya, dan imoe dkk diberikan kemudahan dalam menangani kasus ini serta kasus-kasus lainnya.

  13. dihujanicinta

    karena ngbaca postingan bang im yang ini…
    sarah jadi gagg bisa tidur semalem..
    ughhh!! ngebayangin apa yang udah terjadi sama Bunga..

    hhm..
    truss,, sekarang dia gimana bang??
    pasti psikologis nya udah berantakan bangedh…

  14. ini benar2 tindakan yang biadab…kita semua terlahir dari rahim seorang perempuan…kenapa ada yang tega berbuat bejat kepada sosok perempuan…yg malahan masih di bawah umur….saya sampai merinding membaca ini….
    kasus ini mesti bisa mendapatkan keadilan pak imoe….saya dukung program2 pak imoe untuk mengadvokasi kekerasan terhadap anak-anak
    mereka kayak yg nggk punya anak saja……saya juga punya 2 org anak perempuan….saya aja mikir gmn kalo ini terjadi trhdp anak2 yg lain……

    semoga kasus seperti ini tidak terulang lagi……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s