…jika blogger mati…

Standar

matiiiiiiiiiiiiiii

Beberapa waktu yang lalu, saya terkapar kena Deman Berdarah.  Sempat di rawat 5 hari di Rumah Sakit.  Se umur-umur ini sakit saya yang parah dan harus opname.  Tapi tau gak…dua hari di rumah sakit, saya malah kepikiran blog (apa saya sudah kerasukan ngeblog kali ya hehehe).  Yang saya ingat itu, saya berandai-andai :

“Jika saya tiba-tiba meninggal dan di panggil oleh yang maha kuasa (sebenarnya saya belum siap siy), siapa yang bakalan ngasih tau di blog saya ya, pasti teman blogger akan bertanya-tanya kenapa blog saya tidak di update ?”

Lanjutkan membaca

… daftar sementara yang akan di undi…

Standar

Tinggal dua hari lagi, persisnya tanggal 31 Maret saya akan mengumumkan pemenang undian berhadiah makanan tradisional dari Minangkabau.  O ya…saya mau menambahkan beberapa pengumuman ya…

1.  Setiap orang akan dapat satu nomor undian…sekalipun ada teman yang komen beberapa kali, tetap saja dapat satu undian ya….

2.  Yang di luar negeri boleh ikutan juga, tapi kalo menang kripik balado nya akan di kirimkan ke alamat yang di Indonesia ya….

Lanjutkan membaca

…(update)berhadiah makanan spesifik minangkabau…

Standar

kripik

Ini adalah postingan yang ke 99. Satu postingan lagi akan mencapai 100. Saya sengaja membuat postingan 99 dan 100 ini jadi istimewa. Maklumlah, menurut saya angka 99 dan 100 menjadi sebuah titik awal yang akan menentukan apakah saya akan bisa bertahan di ‘dunia per blogger an ini’ (cieeee). Oleh karena itu, untuk menjadikan postingan 99 dan 100 ini sebagai sebuah momen istimewa, maka saya berniat untuk bagi-bagi hadiah bagi seluruh teman blogger yang beruntung. Apaan itu ?

Lanjutkan membaca

…aborsi…

Standar

aborsi11

Belakangan, media menyorot kembali maraknya kasus aborsi yang terjadi.  Hal ini tentu saja tidak terlepas dari penggerebekan aparat kepolisisn terhadap klinik-klinik yang selama ini di sinyalir menjadi tempat kegiatan aborsi dilakukan.  Tapi anehnya, justru klinik itu baru tercium setelah beroperasi hampir 10 tahun, bukan waktu yang pendek saya kira.  Nah, muncul pertanyaan, mengapa praktek aborsi ini baru bisa terungkap setelah sekian lama dilakukan ?  Terlepas dari prasangka ini dan itu, yang jelas kasus ini mulai terkuak.  Bak fenomena gunung es, ini memperlihatkan bahwa kasus yang belum terungkap justru jauh lebih banyak.  Memang yang terungkap adalah klinik di kota besar, tapi tahukah kita bahwa pasien aborsi juga berasal dari kota kecil yang mencari pertolongan aborsi ke kota besar ?

Lanjutkan membaca