…The Boy in the Striped Pyjamas…

Standar

boy_in_the_striped_pyjamas_xl_01-film-a

Saya gak habis pikir, kenapa selalu saja ada kebetulan dalam hidup ini.  Apakah karena memang kita ditakdirkan untuk menjalani sebuah skenario oleh tuhan, ataukah obsesi kita terhadap sesuatu yang menuntun kita kepada kebetulan tersebut.

Ada dua hal menarik yang saya alami dalam satu bulan ini.

Pertama, saya sedang menyelesaikan sebuah novel berjudul “Scar of David”.  Novel ini bercerita tentang situasi warga Palestina dalam kungkungan Israel.  Salah satu adegan dalam novel ini yang membuat saya bergidik adalah ketika seorang serdadu Israel mau menghalang-halangi seorang biarawati yang akan menolong dua anak perempuan yang terjebak dalam lobang dan terluka akibat serpihan bom milik serdadu Israel.  Satu kalimat yang keluar dari mulut biarawati itu kira-kira adalah :

“Silahkan anda tembak tembak anak ini, tembak juga saya.  Kalau begitu anda sama saja kejamnya dengan Nazi”

Dengan kalimat itu, sang serdadu surut.  Mungkin membayangkan kekejaman Nazi yang telah mencerabut bangsa Yahudi pada beberapa waktu lampau.

Kedua, saya baru saja selesai menonton film yang berjudul The Boy in the Striped Pyjamas”. Film ini membuat saya ngak tidur semalaman.  Membanyangkan kekejaman yang terjadi pada waktu itu.  Dalam film ini bercerita tentang persahabatan dua orang anak usia 8 tahun.  Tersebutlah Bruno, anak laki-laki seorang perwira serdadu Nazi yang ditugasi mengepalai sebuah Kamp bagi orang Yahudi.  Tanpa sepengetahuan orang tuanya, ditambah keinginan yang meluap dari Bruno untuk menjelajahi wilayah Kamp tersebut, akhirnya dia bertemu dengan seorang anak bernama Schmuel.  Anak salah seorang Yahudi yang di sekap dalam Kamp tersebut.  Persahabatan mereka berkembang secara sembunyi-sembunyi, semakin kukuh, tak terhalang oleh perbedaan Nazi ataupun Yahudi.  Dan akhirnya dua sahabat ini mati dalam sebuah tempat pembakaran orang Yahudi dalam kamp tersebut, yang justru di kelola oleh ayah Bruno.

Film ini begitu menggugah, dan mengisnpirasi kita, betapa anak-anak lebih arif melihat perbedaan dari pada orang dewasa.  Maka tontonlah…saya ngasih BINTANG LIMA untuk film  ini….

Kedua pengalaman ini saling berhubungan…..

Iklan

16 thoughts on “…The Boy in the Striped Pyjamas…

  1. Waaaa, bang, saya baru saja semalam (sepulang dr kopdar) nonton film ini. Tragis, bikin nangis. Belum baca novelnya, jd cukup terkaget-kaget dgn endingnya 😐

  2. Pertama, saya sedang menyelesaikan sebuah novel berjudul “Scar of David”
    Saya pikir Pak Imoe sedang nulis novel, eh, nggak tahunya cuma membaca ya.
    Tentang filmnya, ntar ah cari cd/dvd-nya.

  3. vizon

    sama seperti da zul, saya juga terkecoh dengan kalimat itu… bisa aja ajo ini nih… 🙂
    ternyata menarik juga film itu ya, mudah-mudahan ada kesempatan untuk menontonnya…

  4. Saya terkecoh…saya kira Imoe yang nulis novelnya…

    Film tsb belum pernah nonton, dan biasanya saya tak suka film sedih, karena bakalan ikut sedih saat menontonnya

  5. beberapa kali imoe memberi rekomendasi untuk novel “scar of david”. jadi penasaran banget, pengen baca. ntar deh aku beli pas ke kinokuniya, akhir minggu ini aku ke KL. soalnya gramedia di kotaku nggak punya cukup koleksi buku impor, moe.

    jadi, makasih banget udah kasih referensinya ya, moe?
    the boy in the striped pyjamas? boleh deh. sedang happening di bioskop, bukan?
    maklum, seminggu terakhir belum update film-film baru sinema.

  6. kalau baca judulnya saja, malah aku terbayang lukisannya Norman Rockwell yang berjudul The Discovery… Duh aku ngga bisa nonton film pada umumnya, dan film perang pada khususnya. Tapi aku akan recommend ke suamiku, dia suka nonton film yang seperti ini…

    EM

  7. @ hahah uda vizon takicuah hahaha

    @ bunda eni : hehehe coba aja dulu bun…kalo nangis ya nangis aja…
    @ uni mallow : gak ada di bioskop kayaknya un..
    @ mbak imel : sipp deh recommended tuhh
    @ nie : ayo cari tuhhh
    @ ai : ai takicuah mahh
    @ ami : heheheh
    @ catra : bener bgt tuh cat..

  8. murphy yuwono

    saya tidak bisa menggambarkan begitu menyentuhnya film ini…

    THE BOY IN THE STRIPED PYJAMAS

    Masa Kecil Diukur Oleh Suara
    Bebauan dan Penglihatan
    Sebelum Masa Gelap
    Akal Budi Muncul
    ( JOHN BETJEMAN )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s