…alam takambang jadi guru…

Standar

sekolah

Entah karena merasa hubungan kami baik atau karena hampir frustasi dengan penerimaan siswa baru, beberapa orang tua dari teman-teman muda yang sering berkegiatan dengan saya, mulai ribut SMS.

“Moe, sampai sekarang Abdi belum dapat sekolah.  Kemaren namanya gak keluar di PSB Online” Kata mama Abdi.

“Hallo Imoe, bisa bantu gak kasih rekomendasi untuk sekolah Vina, bingung niy” Begitu kata Emak Vina.

“Dear Imoe, Maman hanya dapat SMA 2 Padang.  Gak dapat SMA 10 atau 1.  Padahal dia pengen bgt masuk ke sana”.

“Ibu gak ngijinin Rudi ke Sekolah seni deh Imoe.  Mau jadi apa dia nanti, tolong bilangin ke dia ya”.

Cuman SMA XXX Imoe.  Sekolah pelosok, dan tau sama tau lah kualitasnya kan..?

Beragam ekspresi tentunya mengiringi kalimat demi kalimat dalam SMS tersebut.  Dari kesemua itu, satu hal yang saya rasakan, bahwa GENGSI orang tua mulai bermain dalam hal penentuan sekolah anaknya.  Maka sekolah-sekolah yang selama ini di cap sebagai sekolah berkualitas, menjadi impian semua orang tua.  Padahal belum tentu anaknya suka.  Akhirnya saya balas SMS para orang tua tersebut standar banget…

Iya bu, yang penting tetap semangat”

Karena masih kuatir dengan cara pandang anak-anak dalammemandang sekolah, maka keesokan malamnya kami mengumpulkan mereka di sebuah cafe kecil.  Sambil nyantai-nyantai saya menggali apa yang mereka rasakan.  AJAIB..hasilnya sama..Rata rata mereka menginginkan sekolah yang di anggap bagus, hanya karena gengsi semata.  Padahal mereka juga belum tentu menikmati sekolah di sana.  Begitu pengakuan mereka.

Akhirnya saya angkat bicara…

“Masih ingat pelajaran Budaya Alam Minangkabau yang kalian pelajari di sekolah ?.  Ada pepatah yang mengatakan ALAM TAKAMBANG JADI GURU.  Nah, itu prinsip utama dalam belajar.  Jadi dimanapun kalian sekolah tidak penting. Yang paling penting itu, bagaimana kalian menikmati setiap proses belajar yang ada di sekolah masing-masing sebagai sebuah proses belajar.  Bukankah belajar itu adalah sebuah kegiatan yang membuat kita ‘menjadi tahu”.  Nah kalau proses ‘mencari tahu’ itu kalian dapatkan di sekolah dimana kalian berada…why not !!”

Cukup lama mereka mencerna itu.  Tapi dua hari kemudian.  Bertubi tubi SMS masuk ke HP saya.  Sebagian besar bernada optimis.  Siap melangkahkan kaki ke sekolah baru, siap belajar dan siap mengembangkan dunia alam ini untuk menggali lebih dalam lagi ilmu.

ALAM TAKAMBANG JADI GURU…sebuah pepatah dengan kakuatan magis luar biasa.

Iklan

12 thoughts on “…alam takambang jadi guru…

  1. pertamax… hehe….
    kalo masalahku sama shuffle anggota kelas gimana yah? apa itu termasuk dalam tindakan tidak mengamalkan alam takambang jadi guru???

  2. Bener da.. aku setuju banget. Kalau ternyata masuk sekolah bergengsi namun tidak bisa mengikuti pelajarannya?.. Keren juga nih, bisa ngumpulin para remaja untuk brainstorming.. *salut*

  3. alo bang, lama tak bersuo.. hehe
    “ALAM TAKAMBANG JADI GURU” artinya apa bang?
    setuju banget sm pepatah tersebut meski ga tau artinya. toh tidak semua siswa bisa enjoy di sekolah yg mungkin dipaksakan sm ortunya krn merasa tertekan mungkin..
    jd sekolah yg terbaik adalah yg sesuai dengan kemampuan si calon siswa tsb

  4. nasehat jitu yang langsung kena ke sasarannya Jo… mantap!
    saya juga pernah mendapatkan nasehat yang senanda dari guru saya dulu, ketika gagal meneruskan kuliah ke timur tengah, karena beberapa alasan. beliau mengatakan bahwa tempat belajar bukanlah jaminan kesuksesan, yg menjadi penentu adalah diri sendiri…
    dan, saya pun sekarang membenarkan kata2 guru saya tersebut… 😀

  5. alam takambang jadi guru, lapik takambang jadi… alas piknik.

    bener, moe. bukan institusi yang membuat kita menjadi sesuatu. institusi itu hanya memfasilitasi. pelajar itulah yang menjadi penentu akan kesuksesannya sendiri.

    lihat aja aku, belajar di SD inpres, SMP terpencil, SMA sekarang udah tutup, tapi bentar lagi hampir jadi mentri kesehatan. wakakakaakk… *dilempar upil gajah*

  6. @ aurora : masuk gak ya ?
    @ puak : iya niy puak, kok makin lama, makin gengsian aja ya para orang tua soal sekolah, padahal belum tentu hasilnya kan..

    @ dion : ALAM TAKAMBANG JADI GUR hmmmm gimana ya menjelaskannya, bahasa minang tuh… hehehe. Intinya dunia ini, alam ini adalah sumber belajar yang baik.

    @ uda vizon : wahhh beruntung uda dapat guru bijak seperti itu. Btw skul dimana tuh da ?

    @ uni mallow : aminnnnnnn MENKES kabinet SBY 2009-20014. sippp mantapppp

  7. Imoe, saya punya pengalaman, kebetulan kedua anakku sendiri. Pada saat warga kompleks (maklum mereka minimal adalah manager di suatu Bank BUMN) menyekolahkan anaknya di sekolah terbaik, saya menyekolahkan anak di TK Negeri, SD Inpres (temannya campuran dari anak orang biasa sampai anaknya pedagang bakso dan pedagang di pasar inpres). SMP pun negeri juga, begitu juga SMA nya.

    Namun saya tetap membantu anak-anak, dalam arti walau saya kerja, pada akhir pekan saya mengontrol pelajarannya, sebulan sekali mengecek ke sekolah, diskusi dengan wali kelas, apa ada masalah dengan anak-anak saya. Dan sejak SMA kelas 1 saya bagi tugas dengan suami, suami ikut membantu anak-anak meningkatkan kualitas pemahaman dalam ilmu matematika dan fisika, dan saya kebagian ilmu kimia. Hasilnya? Alhamdulillah, kedua anak saya dterima di Perguruan Tinggi Negeri (sulung di UI dan si bungsu di ITB).
    Kuncinya adalah orangtua memberi lingkungan nyaman bagi anak untuk belajar….

  8. riki

    alam takambang jadi guru itu adalah bagaimana menjadikan segala sesuatu dalam kehidupan di jadikan pengalaman berharga dan bisa mengambil pelajaran dari semua kejadian di dalam kehidupan “Begitu”….???
    alam takambang jadi guru artinya kok milih sekolah…!!
    jaka sembung bawa golok…??

  9. yeni anindya

    memang benar,alam lingkungan kita adalah guru yg baik. bukan hanya sekolah elit yg bisa mengantarkan kita pada kesuksesan. kata orang pengalaman adalah guru yang paling berharga. saya adalah orang yg pernah frustasi karena tdk diterima di univ favorit yg saya inginkan. padahal SD ranking 1, SMP ranking 1 paralel, di SMA favorit juga ranking 1 meski tdk paralel. saya yg sok pinter ini diganjar Allah tdk diterima di univ bergengsi.mungkin peringatan supaya saya tidak sombong karena di atas langit masih ada langit. sekarang saya sangat bersyukur kuliah di univ tak elit,cepet lulus dan kelihatan pinter, he..he. ikut ujian CPNS lulus.. akhirnya jadi guru di sekolah favorit.. sebentar lagi sertifikasi.. banyak teman yg iri,karena dulu sekolah keguruan tak bergengsi.. sekarang sejahtera lahir batin. terima kasih ya Allah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s