…1 lawan 255…

Standar

a

Hubungan saya secara pribadi maupun secara kelembagaan dengan SMPN 12 Padang hingga saat ini berjalan baik-baik saja. Hal ini disebabkan begitu sering kami melaksanakan kegiatan bersama dengan keluarga besar sekolah ini. Sekolah inipun telah melahirkan anak-anak yang selama ini terlibat aktif dalam berbagai kegiatan ‘advokasi’ perlindungan dan pemenuhan hak anak di Sumatera Barat. Hal inilah yang kemudian menjadi alasn ‘kesediaan’ saya untuk memenuhi permintaan mengisi sesi dalam kegiatan Masa Orientasi Sekolah bagi siswa-siswi baru SMPN 12 Padang.

Topik yang diberikan kepada saya adalah soal “Bahaya Narkoba”. Nah, karena hal ini udah biasa banget di dengar oleh para siswa dalam berbagai kegiatan penyuluhan, maka topiknya kemudian saya geser menjadi “Perlindungan Anak Dari Bahaya Rokok”. Dalam topik inipun tidak banyak saya sampaikan mengenai zat adiktif yang ada dalam rokok, tetapi saya lebih mengugah kesadaran anak-anak muda ini dengan fakta mengenai jaringan distribusi rokok serta konsekwensi logis produksi rokok, cukai, jeratan iklan serta penggerusan anggaran negara akibat melonjaknya biaya kesehatan yang dikeluarkan negara akibat penduduk yang sakit karena rokok. Wah…diluar dugaan akhirnya diskusi kami berubah menjadi diskusi sistem negara yang berkaitan dengan kesehatan warga negara. Hebat…

b

Semula saya memprediksi bahwa jalan diskusi saya akan sangat sulit. Bayangkan, saya akan menghadapi anak usia 12 tahunan dengan jumlah 255 orang. Pasti bakalan ribut. Oleh karena itu, dua hari sebelum kegiatan dilaksanakan, saya ajak beberapa orang teman beserta guru pembimbing MOS untuk mendiskusikan strategi biar tidak ribut. Maka solusinya, akan ditempatkan guru-guru pembimbing di ruangan besar tersebut. Sayapun kemudian mempersiapkan beberapa ‘hadiah-hadiah’ kecil untuk menarik perhatian siswa. Untungnya saya memilki stok ‘pin’ dan beberapa stiker. Strategi lain yang dilakukan adalah, tidak menempatkan siswa laki-laki di bagian belakang. Karena diperkirakan sumber keributan berasal dari para ‘lelaki’.

c

Akhirnya, saya berdiri juga di depan 255 pasang mata. Laki-laki dan perempuan. Semuanya kecil-kecil. Lalu saya ajak mereka berdiskusi. Luar biasa, tak ada keributan sedikitpun. Dua jam diskusi berlangsung, dua jam itu pula situasi nyaris terkendali. Penanggap terbaik saya kasih hadiah, yang berani berkomentar saya kasih hadiah, yang berani maju kedepan ber argumentasi saya kasih hadiah.

d

Acara selesai, saya tidak langsung pergi, karena Kepala Sekolah menahan saya hingga acara penutupan MOS (kebetulan hari itu penutupan MOS). Karena segan, saya menahan diri di sekolah itu. Duduk-duduk dengan teman-teman yang saya ajak ke sekolah itu. Menyaksikan kegiatan MOS terakhir hari itu, yakni menanam bunga bersama. Ehh akhirnya saya baru tahu, ternyata pot bunga plastik yang di pakai anak-anak dalam kegiatan MOS inilah yang digunakan untuk menanam bunga bersama. Bunga itu di pajang di depan kelas mereka. Seketika, sekolah itu menjelma menjadi indah oleh bunga-bunga.

Iklan

17 thoughts on “…1 lawan 255…

  1. semakin salut sama imoe!
    penasaran deh pengen bisa berkenalan langsung sama tokoh muda yang menjadi favorit para orang tua dan anak-anak di sumbar ini. teringat lagu “si buyuang lebe”: nan gaek sayang, nan mudo sanang. huhuhuu…

  2. ooohh…. tentang teori konspirasi penghancuran bangsa yang abang bilang kemaren itu yah???
    keren…. sayangnya aku juga jadi panitia MOS di SMA 3 juga… jadi ga bisa ikut… walopun cuma liat2 ajah…

  3. wow… selamat atas pencerahan yang telah diberikan mas imoe kepada anak2 smp. acar2 seperti ini memang perlu banyak digelar dg melibatkan narasumber sekaliber mas imoe. selamat, mas imoe, semoga makin sukses, yak?

  4. @ hendri : ma lo lasuah..lasuah bana tu indak..

    @ catra : tu lah, sekolah tu tasasak sae ma undang…

    @ DV : sipp mas, maju terusss

    @ widya : tenag aja wid, jangan takuttt

    @ uni mallow : jieee tokoh muda…hahaha ndak takah itu bana doh un…buyuang lebe hahahahaha mantap lo mahhh

    @ aurora : hahaha di sman 3 bikin juga tuhh

    @ pak sawali : yahhhh, kok pake kaliber segala pak…. kayak senjata aja…

  5. mantap bana mah jo…
    mampu “menaklukan” remaja adalah sebuah prestasi, apalagi 255 orang dibuat terdiam… wuih… itu benar2 rekor dunia. salut! :-bd

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s