…akhirnya…

Standar

1Tidak pernah terbayang oleh saya untuk memfasilitasi sebuah kegiatan di bulan puasa ini.  Apalagi yang akan difasilitasi adalah kelompok anak-anak dengan beragam tingkah polah, serta beragam usia.  Jadilah proses fasilitasi anak-anak di bulan puasa ini menjadi semakin berat.  Secara fisik, maupun emosi.  Tapi so what githu lo…ini adalah hal ikhwal yang selama ini dinanti oleh anak-anak Kota Padang.

Kembali kebelakang sejenak.  Sejak sebulan yang lalu, saya dan teman-teman gencar sekali melakukan lobby dan negosiasi kepada Pemda Padang untuk memfasilitasi kegiatan Forum Anak Kota Padang.  Maklumlah, kami tentu saja akan bekerja dengan anggaran pemerintah, yang barangkali item kegiatan tersebut tidak pernah terpikirkan oleh para pembuat keputusan di dinas terkait.  Otomatis diperlukan upaya yang sedikit ekstra untuk meyakinkan dinas terkait bahwa, kegiatan ini penting.

Lanjutkan membaca

Iklan

…kangen teman blogger…

Standar

kangenSetiap blogwalking, saya selalu mampir ke blog Bapak yang satu ini.  Terus terang, beliaulah salah satu inspirasi saya didunia per blog an ini.  Beliau adalah salah satu dari 5 orang teman blogger pertama yang nagkring di blog saya, terutama diawal-awal saya belajar menulis.  Postingan-postingan beliau tidak pernah saya lewatkan.  Tapi sejak Mei 2009, setelah tulisan terakhir beliau http://suhadinet.wordpress.com/2009/05/21/komunikasi-pembelajaran-yang-efektif/ saya tidak menemukan lagi jejak beliau.  Setiap kali blogwalking saya selalu klik http://www.suhadinet.wordpress.com, tetapi selalu saja tidak ada postingan baru.  Terus terang saya kangen….kemanakah beliau ? Apakah saya terlewatkan sesuatu ?

…moment disaat gempa…

Standar

alun-alun 1Hujan setengah lebat ketika tiba-tiba saja bumi berguncang hebat.  Berayun-ayun.  Rasanya begitu lama. Karena semua orang kemudia keluar dari dalam rumah, toko, kedai, warung, kantor.  Kendaraan bermotor berhenti.  Hening dan semua berkomat-kamit.  Jelas sekali mengucapkan kalimat-kalimat meminta perlindungan dari Tuhan Semesta Alam.  Hujan yang turunpuntak dihiraukan.  Semua orang pasti teringat tahun lalu.  Ketika Ramadhan menjelang, gempa hebat menguncang Padang.  Apakah tahun ini gempa pertanda ramadhan akan datang ? Jangan sampai deh… dan tidak ada hubungannya.

Siang itu saya sedang bersiap-siap hendak berangkat ke Payakumbuh.  Kangen dengan teman-teman muda disana.  Karena situasi mencekam dan saya diliputi kekuatiran, niat berangkat saya batalkan.  Buru-buru kembali kerumah, memastikan orang dirumah tidak apa-apa.  Maklumlah, dirumah ada dua orang ponakan saya yang masih kecil-kecilk serta ada Ibu saya yang baru datang dari kampung.  Palagi Ibu saya rematik, jadi perlu bantuan kalau tiba-tiba harus lari keluar rumah.

Lanjutkan membaca

…ziarah kubur…

Standar

nyekar

Jalur ke rumah saya melewati sebuah jalan yang di sisi kanannya terdapat Tempat Pemakaman Umum (TPU). TPU ini menjadi satu-satunya yang ada di Kota Padang. Kenapa satu-satunya, barangkali karena di Padang masih banyak tanah-tanah kaum yang dijadikan areal pemakaman keluarga. Atau barangkali juga karena di anggap satu saja sudah cukup untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat Padang. Nah, tapi belakangan alasan itu sudah tidak cukup kuat lagi, karena makin hari, makin tak ada ruang sejengkalpun bagi ‘penghuni baru’.

Minggu, 16 Agustus 2009. Pagi hari, saya berangkat main basket. Sudah lama hobby yang satu ini tidak saya kerjakan. Tiba-tiba jalan angkot tersendat. O lala, baru saya ingat, ini adalah hari libur terakhir sebelum ramadhan, tentu saja banyak orang yang akan nyekar ke pemakaman. Lalu saya lihat sepanjang jalan ke arah pemakaman itu berjejer para tukan jual kembang. Banyak kendaraan yang parkir di sisi kiri dan kanan badan jalan. Keramaian ini mengungkit kenangan lama saya akan TPU Tunggul HItam, sebelum ramadhan dan lebaran.

Lanjutkan membaca

…sidang aneh…

Standar

sidang1Dua hari yang lalu, pukul 10 pagi saya telah hadir di Pengadilan Negeri Padang untuk menyaksikan jalannya sidang kedua kasus anak.  Ini kasus yang cukup menarik perhatian kami semua, karena perkaranya adalah perkara antara sesama anak-anak yang akhirnya melebar kemana-mana dan melibatkan orang tua.  Jadilah kasus ini kami lihat sebagai bentuk akumulasi kekesalan salah satu pihak orang tua, akibat merasa anaknya dirugikan, dan memang kenyataannya anaknya dirugikan dalam kasus ini.  Tetapi membawa kasus ini ke proses hukum formal, kami anggap tidak pas juga, karena unsur ketidak sengajaan dalam kasus ini banyak sekali.  Apalagi yang terlibat adalah anak-anak usia 8 tahun.

Sesampai di pengadilan, saya dapat informasi bahwa anak yang digugat (anak yang dituduh bersalah) sedang dalam kondisi tidak fit.  Berdasarkan aturan hukunya, terdakwa hanya boleh diperiksa jika dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani.  Berdasarkan itulah kemudian sidang ditunda.

Lanjutkan membaca

…kiriman dari seorang teman…

Standar

police-officer-doll-setSaya dapat kiriman e-mail dari seorang teman.  Tiba-tiba saya ingin memposting kiriman ini.  Mohon ijin ya teman..untuk memposting nya…ini dia…
Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…
P : Mas tau kesalahannya apa ?
Sop : Gak Pak.

Lanjutkan membaca

…perihal adopsi…

Standar

a_030505_adopsi04Jika anda adalah orang yang berniat untuk melakukan adopsi anak maka hati-hatilah, jalankan semua prosedur Negara. Anda tidak bisa serampangan lagi melakukan pengangkatan anak, sekalipun anda ingin dan merasa mampu. Sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2007 serta turunannya Peraturan menteri Sosial RI yang akan segera di tanda tangani.

Persoalan pengangkatan anak atau adopsi anak, selama ini menjadi sebuah persoalanyang belum sepenuhnya dapat di tuntaskan oleh pemerintah kita. Fakta-fakta yang terjadi dilapangan menunjukan bahwa banyak kasus adopsi baik yang dilakukan oleh antar warga negara Indonesia ataupun antar negara (intercountry adoption), mengalami cacat prosedural. Hal ini tentu saja sangat beralasan. Selain rendahnya perhatian institusi yang berkepentingan dalam persoalan ini, persoalan adopsi anak juga di pengaruhi oleh ketiadaan instrumen hukum yang mengatur detail prosedural serta proses adopsi anak itu sendiri.

Apa saja isue yang berkembang selama ini dalam persoalan adopsi anak ? Paling tidak ada dua hal besar. Pertama adalah terjadinya praktek sungsang (terbalik) proses adopsi di Indonesia. Dalam banyak kasus, justru penetapan pengadilan terhadap adopsi anak telah keluar, sebelum mendapatkan rekomendasi dari institusi sosial sebagai pihak yang melakukan assesmen terhadap calon orang tua angkat. Padahal, dalam aturannya setiap proses adopsi, sebelum penetapan pengadilan dilakukan, haruslah mendapat persetujuan dari institusi sosial. Kedua, terjadinya ketidakpatuhan akan proses pengangkatan anak yang dilakukan oleh institusi berwenang, mulai dari assesmen, rapat tim, pemantauan, dan lain-lain.

Lanjutkan membaca