…sidang aneh…

Standar

sidang1Dua hari yang lalu, pukul 10 pagi saya telah hadir di Pengadilan Negeri Padang untuk menyaksikan jalannya sidang kedua kasus anak.  Ini kasus yang cukup menarik perhatian kami semua, karena perkaranya adalah perkara antara sesama anak-anak yang akhirnya melebar kemana-mana dan melibatkan orang tua.  Jadilah kasus ini kami lihat sebagai bentuk akumulasi kekesalan salah satu pihak orang tua, akibat merasa anaknya dirugikan, dan memang kenyataannya anaknya dirugikan dalam kasus ini.  Tetapi membawa kasus ini ke proses hukum formal, kami anggap tidak pas juga, karena unsur ketidak sengajaan dalam kasus ini banyak sekali.  Apalagi yang terlibat adalah anak-anak usia 8 tahun.

Sesampai di pengadilan, saya dapat informasi bahwa anak yang digugat (anak yang dituduh bersalah) sedang dalam kondisi tidak fit.  Berdasarkan aturan hukunya, terdakwa hanya boleh diperiksa jika dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani.  Berdasarkan itulah kemudian sidang ditunda.

Karena kami menjadi pengamat dalam proses persidangan ini, maka tentu saja kami tidak memihak pada salah satu pihak.   Bagi kami, anak-anak ini adalah korban dan dua duanya harus mendapatkan perlindungan.

Karena sudah terlanjur duduk di ruangan sidang, saya kemudian berbincang dengan pengacara yang mendampingi kasus ini.  Perbincangan mengarah kepada prediksi kemana arah kasus ini akan di putuskan oleh hakim.  Kami tidak sempat membahas banyak, tiba-tiba masuk segerombolan orang ke dalam ruangan sidang tersebut dan di ikuti oleh seorang hakim yang telah siap menggunakan toga.  Setelah emncari tahu ternyata segerombolan itu adalah polisi dari salah satu Polsek di Kota Padang bersama salah seorang tersangka dengan kasus Tindak Pidana Ringan kasus Penjualan Minuman Keras.  Makanya hakim yang menyidangkan adalah hakim tunggal.

Karena sidang tersebut adalah sidang terbuka untuk umum, saya tidak beranjak keluar dan berencana mau mengikuti sidang tersebut.

Apa yang terjadi kemudian benar-benar membuat isi perut saya terasa keluar, karena menahan tawa.  Apa pasal ? sejenak setelah hakim membuka sidang dan kemudian menanyai tersangka apakah dalam keadaan sehat fisik dan psikis, hakim kemudian mempersilahkan salah satu anggota polisi yang hadir membacakan tuntutannya.  Sang polisi kaget, lalu celingak celinguk melihat temannya yang lain.  Karena masih celingak celinguk gak karuan, hakim menghardik sang polisi.

“Saudara sebagai kuasa penuntut huku, ayo segera bacakan dakwaan saudara terhadap tersangka ini”

Agaknya sang polisi tidak paham, bahwa dalam tindak pidana ringan, polisi bisa menjadi kuasa penuntut dalam kasus ini dan bertindak sebagai jaksa penuntut.  Oleh karena itu dialah yang berhak membacakan kronologis kejadian serta dakwaan berdasarkan berkas acara pemeriksaan di kantor polisi.

“Hmmm saya tidak bawa berkasnya pak hakim”

Nah lho…ternyata pak polisi gak bawa berkas pemeriksaan tersangka.  Lalu hakim berkata.

“Aduhhh bagaimana ini, masa saudara tidak bawa berkasnya”

Sang polisi diam, celingak celinguk lagi, agaknya menyalahkan anak buahnya yang kebetulan ikut dari kantor.  Melihat situasi itu, akhirnya hakim angkat bicara.

“Kalau begini, sidang bisa saja saya tunda.  Tapi sudahlah, ini bacakan yang saya punya ini”.  Lalu hakim memberikan berkas acara yang ada di tangannya kepada pak polisi untuk dibacakan.  Untuk seterusnya pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi dilanjutkan.

Sidang akhirnya berjalan juga dengan garing.  saya merasa berada di depan panggung sebuah drama anak-anak SD yang baru belajar drama.  Rasanya seperti sidang-sidangan, karena pak polisi sebagai aktor utama dalam sidang itu sampai akhir sidang hanya kebingungan…

Ibu pengacara yang ada disamping saya berkata…

“Nah, itulah cerminan polisi kita, lihat tuh tak berkutik di hardik hakim, coba kalau dikantornya kita berurusan, gayanya minta ampun, sok tau hukum, padahal kalu di ajak berdebat secara sportif dengan dalil dalil hukum, belum tentu dia akan paham”.

Nah tuh…kalau polisi kita saja seperti itu, wahhhh gak kebayang deh….

Saya pulang dengan membawa kenangan yang aneh……

Iklan

9 thoughts on “…sidang aneh…

  1. hehe… wah, postingannya tajam n menusuk ini….
    tapi emang, biarpun polisi, bisa jadi itu cuma kulit, isinya tak jarang adalah manusia awam yang tak tau tapi sok tau hukum….

  2. waduh, waduh… tertawa sekaligus prihatin dengan kejadian itu… 😀
    dunia ini katanya panggung sandiwara, jadi semuanya hanya drama semata, hehehe…

  3. hihihi… cuman bisa ketawa pahit, moe.
    begitulah ternyata, kalau konteksnya mengancam, maka semua berkedok paling tahu.
    tapi kalau sudah diajak diskusi formal, semua mengkeret kayak kucing disiram air: mengaku paling tidak bertanggung jawab untuk tahu. dan fenomena ini tidak eksklusif di kalangan polisi saja lho.

  4. Tulisan ini membuatku makin sadar, bangsa ini memang masih harus banyak belajar.
    Polisi dilapangan kemungkinan juga kurang mendapat pelatihan di kelas, sehingga kalau menghukum seseorang karena melanggar tilang dan di debat, dia tak hapal uu lalu lintasnya.
    Mungkin kita juga perlu memahami, tak hanya menyalahkan…betapa sebetulnya kita ini harus terus belajar.

    Lha terus, sidang anak 8 tahun bagaimana? Kok ya hakim mau menerima ya? Kan masih 8 tahun, paling-paling kelas 3 SD..saya seumur itu tak tahu apa-apa.

  5. @ aurora : iya bener setuju
    @ mascayo : hahaha ini beneran lho mas hehehe
    @ bu dyah : mari tetap optimis bahwa perubahan akan terjadi bu hehehe
    @ uda vizon ketawa aja da, saya juga ketawa kok ngeliat nya
    @ uni mallow : nah un, itulah kita semua…yahhh susah deh komentar…
    @ da son : nah itulah da, padahal dia bawa 3 orang anak buah aneh..
    @ bunda eny : itulah bu, heran deh kok bisa begitu, padahal ken seharunya mereka yang lebih tahu kan…Usia anaknya lebih dikit 8 tahun, jadi bisa di sidang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s