…pantai cermin pariaman…

Standar

Juli lagi, mulai lagi rutinitas tahunana, apalagi kalau bukan berkeliling ke sana-sini di Sumatera Barat untuk memfasilitasi Forum Anak.  Kegiatan tahunan yang sangat menyita tenaga, tetapi mengasyikan dan selalu di tunggu tunggu.  Bertemu dengan teman-teman muda yang bersemangat, energik, kritis dan santun.  Tahun ini saya mulai mengurangi intensitas menjadi fasilitator, tidak bisa mengabulkan semua permintaan karena status baru sebagai abdi negara (cieee) membuat saya harus tunduk pada peraturan yang ada.  Tetapi tetap saja ada yang ndak mau peduli, tetap ngotot harus saya yang datang di acara Forum Anak mereka.  Alhasil pilihan kami buat dua.  Pertama, saya akan bisa datang pabila jadwalnya di akhir pekan.  Kedua, tetap kegiatan di hari kerja, tapi di fasilitasi oleh tim fasilitator lain yang juga teruji.

Kota Pariaman, tempat dimana sejak awal tahun ini menjadi kediaman saya sebagai abdi negara.  Tentus aja keberadaan saya di Kota kecil nan indah ini membuat adik-adik pengurus Forum Anak bersemangat sekali.  Karena bisa mengganggu saya setiap saaat.

“Bang,bikinin konsep proposal dong, kami mau bikin acara itu”

“Bang, datang ke radio ya, jadi narasumber minggu ini”.

“Bang, kalo kegiatan ini gimana cara ngurusnya…”

Segudang permintaan dari jiwa jiwa mudanan cerdas.  Saya tetap tak kuasa menolak.  Memenuhi permintaan mereka untuk berdiskusi ini dan itu setiap saat.  Sampai akhirnya kegiatan Forum Anak Kota Pariaman dilakukan.  Inilah yang selalu saya kangen dari panitia di Kota ini.  Tahun lalu, mereka tak sungkan sungkan menyediakan pembiayaan untuk melaksakan outbond di Tirta Alam.  Tahun ini juga akan direncakana disana.  Hanya saja….

“Berhubung saat ini seluruh bus Pemda digunakan untuk banyak kegiatan, maka kami panitia mengumumkan kepada adik-adik bahwa outbond kita akan dilakukan di Pantai Cermin”.

Beberapa anak-anak kemudian berteriak senang, tapi sebagian ada yang agak kecewa.  Tiba tiba ada ide menarik….

“Selain outbond, kita juga nanti akan memilih sampah di pantai.  Kita akan bagi kelompok dan kelompok dengan sampah terbanyak akan dapat hadiah…”

Barulah semua berteriak senang.  Maka keesokan harinya, kami berkumpul di Pantai Cermin, melaksanakan kegiatan, senang-senang, bergembira dan selebihhhnya ketawa bahagia…

Pantai Cermin tak kalah indahnay di banding Kuta…hehheehhe

Iklan

…mati suri…

Standar

Tak pernah terlintas sekelebatpun dalam pikiran saya untuk mengacuhkan www.imoe.wordpress.com.  Walau bagaimanapun, dia pernah menjadi ‘pacar’ pertama saya.  Bertahun-tahun malah.  Membuaikanku hingga mabuk kepayang.  Tak tahu kenapa terbuai, bahkan tak sedikit yang bilang saya kecanduan.  Tapi biarlah…yang jelas, semua kecanduan itu membuat saya senang dan tak menganggu orang.

Sosok pacar sesungguhnya memang tengah hadir dalam kehidupan saya.  Bukan promo, bukan menyombong, bukan pula mau manas-manasi teman (hehehe).  Tetapi ‘dia’ juga hadir dengan segala pesona, memabukkan dan juga membuaikan.  Tak usahlah kita bahas itu, karena akan ada sesi khusu membahas itu, tapi belum kini saatnya.

“Bang, tolong liatin tulisan aku niy…” tiba-tiba wajah yang sudah lama tak ku lihat muncul dihadapan hidungku.

Ahai…teman muda yang satu ini, yang selalu saya kangeni, terutama untaian kalimatnya.  Menghilang entah kemana dan tiba tiba hadir dengan sebuah laptop baru (heheheheh).  Tak sulit untuk menemukan sesuatu yang indah dari dalam laptopnya.  Empat halaman tulisan yang menurut saya patut diacungi jempol.  Apalagi untuk anak se ukuran dia (hehehe salah) se usia dia…

Saat membaca tulisan itu, saya lirik dia berkali-kali.

“Apaan bang…ada yang janggal ya dari tulisan itu ?’ Dianya bertanya bingung.  Saya tersenyum.  Dia tak tahu, bahwa senyuman saya bukan karena tulisannya, lirikan saya bukan karena tulisannya.

Tapi senyum saya adalah pesan bahwa….”saya harus ngeblog lagi…”  Maka lahirlah ini. Kembali belajar menulis….