…hampir setahun…

Standar

Hampir setahun gempa dahsyat yang mengguncang Sumatera Barat berlalu.  Tepatnya 30 September 2009 dan sebentar lagi 30 September 2010.  Ini adalah kejadian yang paling traumatis di alami oleh masyarakat Sumatera Barat, terutama di Kota Padang, Kota Pariaman, Kab Padang Pariaman dan Kab. Agam.  Guncangan hebat itupun jua yang telah meluluh lantakan semua yang ada, korban harta bahkan jiwa tak kuasa di elakkan.

Tengoklah status beberapa teman di FB mereka.  Beragam pengahrapan, muaranya hanya satu, berharap hal serupa tidak akan kembali terulang.  Namun bisakah kita meniadakannya.  Tentu saja tidak, karena bencana tak milik kita, tapi milik sang kuasa.

Orang kita selalu bilang, ‘ambil hikmah dari semua yang telah terjadi’.  Benar sekali.  Bagisaya, gempa sethun lalu membawa hikmah tersendiri.  Tak disangka dan tak di duga, dalam situasi yang menegangkan itu, 10 menit setelah gempa terjadi, saya malah dipertemukan dengan salah seorang teman blogger yang tiba-tiba saja hadir dihadapan saya.

“Bang, saya http://www.sonisatiawan.wordpress.com”, begitu sang teman meperkenalkan diri, sangat singkat, tapi berbekas.

Dengan Uda Vizon pun saya dipertemukan dalam situasi lain, tapi masih dalam suasana duka bencana.  Beliau datang dengan tujuan berbagi untuk sanak saudara di Sumatera Barat.

Dalam keadaan tersebut pula, saya benar benar merasakan nikmat persaudaraan sesama blogger.  bahwa saya mendapatkan cerita dari Catra Pratama yang setiap saat di hubungi oleh teman blogger bernama Yoga hanya untuk memastikan kabar saya di Padang.  Padahal, saya belum sekalipun pernah bertemu dengan Yoga.  Hal itupun dilakukan oleh Mbak Imel, jauh jauh dari Jepang, memastikan keadaan saya, melalui facebook, dan lain-lain.

Keinginan untuk mengabarkan bahwa saya baik-baik saja di Padang setelah goncangan dahsyat kepada teman-teman blogger juga tidak tertahankan. Tapi apa daya, jaringan telepon seluler macet semua.  Hanya sedikit yang berhasil memanfaatkannya.

Ehhh tiba-tiba saja, satu SMS saya yang mengabarkan bahwa saya baik-baik saja, tiba-tiba masuk ke HP Uni Salma (Istri Uda Vizon).  Beliaulah orang pertama yang berhasil saya kabari mengenai keadaan saya.  Hanya satu SMS saja.  Singkat. Padat. Tapi saya yakin, inilah yang kemudian membuat lega teman-teman blogger dan sahabat FB.

Gempa jugalah yang kemudian membuat hasrat untuk berbagi bagi sesama menggebu-gebu dalam diri saya dan teman-teman saya.  Tak kenal lelah, kami melakukan apa saja untuk membuat anak-anak tersenyum.  Padahal kami sendiri juga tak lepas dari bencana itu.

Sekarang setahun sudah gempa (hampir setahun), kami semua masih dalam proses untuk kembali ke semula.  Tapi tak usah cemas karena senyum telah kembali lagi di mana-mana.

Pariaman, 22 September 2010.

Iklan

4 thoughts on “…hampir setahun…

  1. Ya, aku sempat memberitahukan alamat kamu kepada Yoga, krn ada temannya yang ke sana.

    Imoe, kami hanya bisa mendukung dengan doa, tapi yang harus melampaui semua trauma itu memang yang mengalami bencana. Yang tidak mengalami bencana hanya “ribut-ribut” waktu terjadi bencana, dan selama tidak ada keluarga/teman yang mengalaminya, kejadian itu lenyap dari ingatan. Itu wajar dan manusiawi sekali.

    Yang pasti seperti yang kamu tulis juga di postingan aku ttg latihan bencana. Latihan dan persiapan menghadapi bencana itu penting. Dan mungkin tidak perlu menunggu pemerintah dalam hal ini.

    EM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s