…lagu dan badut untuk mentawai…

Standar

Orang-orang mulai melupakan mentawai, semua berbondong-bondang ke merapi.  Gak ada salahnya siy, tapi sedih aja melihat kenapa seolah-olah sanak saudara di mentawai di lupakan.  Hinga saat ini saja, seluruh relawan masih berkutan dalam situasi sulitnya penyaluran bantuan sembako dan peralatan hidup lainnya.  Tapi tak apa, yang penting semua kita masih tetap menginat bahwa masih ada sodara di sudut pulau sana.

Kami sangat ingin sekali kesana.  Ingin sekali berbagi dengan anak-anak disana, karena banyak anak yang kehilangan keluarga, menalami mungkin kecacatan, taruma karena masih terbayang dahsyatnya tsunami.  Tapi kami harus rela menunda keberankatan, karena sampai saat ini kami pun belum sepenuhnya memiliki amunisi cukup untuk memberankatkan tim ke sana.

Alhasil, muncullah ide untuk menggalang dana dari siapa saja.  Idenya sederhana, KAMI NGAMEN terus HIBURAN BADUT, maka dibentuklah tim.  Tetapi tetap saja ada kendala, beberapa pusat pertokoan dan sekolah yang kami hubungi untuk mendapatkan ijin, ternyata tidak bersedia.  Tinggalah satu-satunya harapan merealisasikan ide tersebut di kawasan Pantai Padang.

Maka, sabtu dan minggu, selama dua hari berturut-turut, mulai pukul 16.00-18.00 WIB, kami (Forum Anak KOta Padang, Rekan-rekan relawan LPA Sumbar, Rekan-rekan HI Unand, KOmunikasi Unand, Bung Hatta Padang, KOmunitas Anak Alai, dll) bergabung menjadi satu, meramaikan sore yang cerah di pantai padang, sembari mengumpulkan recehan yang diberikan oleh penunjung pantai.

Tak tanggung-tanggun juga, kami membawa dua orang penyanyi remaja yang kebolehannya sudah tak diragukan lagi.  Berbaur menjadi satu, ditambah denan menghadirkan Badut denan berbagai karakter, maka selama dua hari kami berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar 1,5 jutaan.

Ada suasana bahaia, melihat bagaimana anak-anak menunjukan kepeduliannya bagi teman sebaya di mentawai, dengan melakukan apa saja yang dilakukan,s elama hal itu masih dibolehkan.

“Kapan kita ulang lagi bang…” begitu tanya salah seorang anak pada saya.

“Nanti, kita coba atur lai ya”…..

“Senang aja bang, melihat orang-orang senang, dan tersenyum melihat kita dan badut-badut kita…”

Saya hanya tersenyum menjawab komentar si anak…

Satu pelajaran berharga hari itu….MENGHADIRKAN KECERIAAN BAGI ORANG LAIN, ADALAH SEBUAH PROSES MEMBUAT DIRI KITA BAHAGIA

Good Job Friends….

Iklan

7 thoughts on “…lagu dan badut untuk mentawai…

  1. asyiikkk ada badut nya!!! salut bang, masih banyak komunitas dan lembaga yang masih peduli, di bandung pun kita juga begitu bang, menyelenggarakan konser amal untuk disumbangkan di sana.

    aduh pengen ikut jadi bagian disana nih… 😦

  2. masalahnya memang sulit utk ke mentawai ya….
    Tim relawan dari gereja papaku musti nunggu sampai kondidi memungkinkan berlabuh di sana cukup lama juga tuh. Tapi emang sih gaungnya relawan merapi lebih besar dari mentawai, dan gaungnya relawan wasior sama sekali tidak kedengaran 😦 Well, kita jangan berhitung untuk urusan ini deh, biarlah Yang Maha di atas mengaturnya untuk kita. Yang penting kita sudah berusaha.

    EM

  3. Fitra Suharya

    ondeh pak mu….mantap bana..
    iya bg, UPBM Unpad kemaren jg ngadain acara galang dana dengan pertunjukan kesenian minang..
    bang cat,main2lah ka nangor..HAhahha…

  4. catra : hahahah ayooo pulang

    Fitra : hahah cat, main lah ka nangr tuh aaa

    Mbak imel : iya mbak, yang penting lakukan apapun yg bisa walalupun sedikit, yg penting ikhlas….

  5. Imoe… saya yakin, masih banyak orang-orang yang peduli dengan Mentawai ataupun Wasior, meski gaungnya tak sedahsyat Merapi. Seperti yang Nechan katakan, teruslah berbuat, tanpa perlu berhitung-hitung. Masing-masing sudah punya porsinya. Insya Allah Mentawai dan Wasior masih ada di pikiran orang-orang baik di Negeri ini… 🙂

    • black sweet

      sekali2 bkin acara peduli gempa mentawai di pasaman barat jga dounkkk…..ank2 pas bar jga bnyak yg peduli akan hal itu…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s