…Ternyata Dia Hebat…

Standar

Namanya Yogi.  Lahir tahun 1999.

Saya tidak sengaja ketemu dia.  Waktu itu saya berkunjung ke rumah salah seorang Pengurus Forum Anak di Kota Pariaman.  Disanalah Yogi berada.  Anggota baru keluarga tersebut.  Karena saya sudah sering ke rumah itu, melihat anggota baru sayapun bertanya.

“Khalid, yang ini siapa ?”  Tuan rumah bernama khalid.

“Yogi bang, sepupu saya.  Baru tinggal bersama Ibu disini”.

“Dulu tinggal dimana ?” Sya atanya lagi.

“Padang bang..”

“Lho, kok pindah ke kampung ?”  Maksud pertanyaan saya lebih kepada ingin mencari tahu, kenapa ini anak mau pindah ke kampung, meninggalkan Padang, kota yang lebih rame.  Bukankah anak seusia itu lebih suka kota yang rame (setidaknya penilaian sementara saya).

Lanjutkan membaca

…Menuliskannya Membuat Saya Meneteskan Air Mata…

Standar

Ini soal Mentawai.

Semua sudah tahu kalau mentawai di ujung tahun 2010 porak poranda akibat gempa dan tsunami,  nyaris tidak ada yang tersisa.  Awalnya semua berbondong-bondong kesana menyalurkan bantuan.  Tetapi satu persatu kemudian menyelesaikan aktivitas kemanusiaan, sekalipun situasi dan kondisi disana masih belum benar benar pulih.

Sedih sekali mendengar cerita kawan-kawan saya yang baru kembali ke Mentawai.  Sekalipun saya tidak bisa kesana melihat sitausi langsung, tapi cerita teman yang berkegiatan kesana membuat saya benar benar pilu.

Akhir desember 2010, secara perlahan namun pasti satu persatu organisasi internasional yang bekerja di mentawai mulai menutup programnnya.  Walalupun ada sekian banyak dana yang di tinggal di mentawai dan di tawarkan bagi organisasi yang mau bekerja, tetapi yang dibutuhkan oleh mentawai saat ini adalah TEMAN untuk BERBAGI.

Kami memang tidak berangkat ke mentawai di saat awal-awal bencana.  Karena untuk berangkat, kami belum memiliki persiapan, terutama secara finansial.  Maka lebih kurang 3 bulan kami mengumpulkan recehan untuk berangkat kesana.  Kami datang ketika sudah ada yang siap siap meninggalkan Mentawai.

Lanjutkan membaca

…Saya Memulai Lagi…

Standar

Mulai Lagi Dengan Perlahan.

Ada satu pesan yang masuk ke ‘wall’ di FB saya.  Bunyinya kira-kira begini “selamat ulang tahun, mana tulisanmu lagi’.  Agak sulit mendiskripsikan bagaimana saya menanggapi pesan itu.  Yang jelas kerinduan saya untuk kembali mengisi blog www.imoe.wordpress.com kembali ‘mengebubu’.  Entah apa, akhirnya saya tuliskan saja beberapa catatan penting paling mengesan di ujung tahun 2010 dan awal 2011.

Pertama.  Senang dan Sedih.

Senang, akhirnya saya dan teman-teman bisa memberangkatkan tim untuk melakukan kegiatan pendampingan psikososial bagi anak-anak korban gempa dan tsunami di mentawai.  Luar biasa senangnya kami dengan semua ini, karena perjuangan untuk sampai ke mentawai sangat berliku.  Bukan karena tidak ada yang mau berangkat, tetapi kami harus berjibaku mengumpulkan sumbangan dari semua pihak untuk membiayai perjalanan tim kesana.  Bahkan recehan demi recehan dikumpulkan setiap saat oleh teman-teman saya.   Setelah sekian lama mengumpulkan sumbangan, akhirnya diputuskan untuk tetap memberangkatkan tim dengan kondisi keuangan yang ada.  Dengan tekat KUAT dan BERHEMAT, kami putuskan memberangkatkan 10 orang tim ke mentawai.

Lanjutkan membaca