…menulis riang…

Standar

Menulis riang.  Sepertinya kata ini yang paling tepat mewakili kegiatan yang kami lakukan pada 28-30 Januari 2011 yang lalu.  Emang kalau di lihat dari Spanduk yang terpajang ada kata-kata PELATIHAN JURNALISTIK, tetapi sebenanrnya tidak ses earm judulnya.  Inti dari kegiatan yang kami lakukan adalah, bagaimana mengajak anak-anak mau menuliskan apa yang ada dalam pikiran dan imajinasinya tentang apapun.  Karena menuliskan imajinasi adalah tahap awal mewujudkan imajinasi tersebut benar gak siy).

Nah, maka kamipun berkumpul dengan anak-anak utusan Forum Anak se Sumbar di Bukitinggi.  Kami pilih Kota Bukitinggi, karena selain berhawa sejuk, kaya pemandangan dan pesona alam yang aduhai, juga kota ini menyimpan sejuta daya tarik yang sangat banyak untuk bisa dituliskan dalam selembar kertas.

MAka selama tiga hari anak-anak melakukan berbagai cara untuk menulsikan apa yang menjadi imajinasinya.

Ada yang berkomentar…

“Sulit bang, gak terbiasa…”

“Ehhh enak juga bang, kayak nulsi diary saja…”

“Hmmmm, mau nulis apa bagusnya bang …”

“Kalau nulis tentang sekolah gimana bang…?”

Hahahahah jawabnya standar…TULIS AJA APA YANG KAMU PIKIRKAN. Nah…dengan rumus begitu, akhirnya muncul karya karya dari tangan anak-anak yang kalau di kumpulkan, lalu di baca satu-satu, lucu-lucu dan menarik…

Salah satu ada yang menulis…..

“Pengalaman Paling Berkesan dalam hidup saya tidak ada, karena saya adalah manusia biasa dan tidak ada istimewanya.  Terima kasih”

Membaca sepenggal kalimat ini, saya tersenyum…lalu bertanya dalam hati…

“Bukankah yang dia tuliskan ini sebuah ide menarik untuk di tuliskan kembali ?”

Wah…………yang penting menulis saja se Riang mungkin.

Iklan

2 thoughts on “…menulis riang…

  1. anak Indonesia musti lebih diberi kebebasan untuk menulis.
    Jangan kasih tema. Tema karangan hanya akan mmebelenggu mereka.
    Biasakan menuliskan apa yang dilihat/dipikirkan atau hasil pengamatan sesuatu juga bagus. Seperti di SD-SD Jepang.

    EM

  2. “Menulis Riang”, ya… term ini sangat pas diberikan kepada anak-anak untuk memotivasi mereka menulis. Kayaknya, begini jugalah yang kami lakukan kepada Satira sewaktu dia belajar menulis kemarin-kemarin itu…

    Mantap acaranya Moe… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s