..tawuran…

Standar

Saya jengkel sekali kalau mendengar berita ada mahasiswa tawuran sesame mahasiswa.  Apalagi jika satu kampus, pastilah kejengkelan saya bertambah.

“Bang, kabarnya bang Ady tabrakan ya..?” SMS masuk pukul 18.00 WIB, dari salah seorang adik-adik.

”Hah ?, masa iya ?” Saya jawab cepat aja.

”Iya bang, Icha tau dari kaka teman yang sekampus dengan bang Ady.”

Itulah sekelumit percakapan saya sore menjelang senja hari itu.  Tak lama-lama saya lalu menghubungi Ady.  Hidup, berdering, tapi tak di angkat-angkat.  Saya sedikit tenang, paling tidak menurut saya, jika HP masih hidup berarti situasi masih sangat terkendali.

Saya lalu menghubungi teman-teman Ady yang lain…tidak angkat juga.  Saya mulai curiga dan penasaran.  Pasti ada apa-apanya.  Pasti ada yang disembunyikan.

Tak berapa lama, saya akhirnya bisa menghubungi salah seorang teman Ady.  Di seberang saya mendapatkan jawaban yang bikin saya jengkel.

”Ady bukan tabrakan bang, korban tawuran mahasiswa FISIP dan Fak. Peternakan tadi siang”

”Lalu kondisinya bagaimana ?” Saya tanya…

”Tangannya patah bang dan harus operasi malam ini juga…”

Sialan, tawuran bawa korab.  Kejengkelan saya menjadi-jadi.  Saya tetap menghubungi yang lain untuk meyakinkan otak saya akan kejadian itu.  Alhasil, kesimpulannya sama.  Ingin rasanya saya pulang dan malam itu juga ke Padang.  Tapi karena mau hujan, saya batalkan saja.  Sayapun akhirnya bisa berbicara dengan Ady melalui sambungan telepon sesaat sebelum dia operasi.  Syukur, kondisi cukup terkendali.

Tak puas rasanya, saya menuju warnet, ingin mengetahui detail yang terjadi.  Hasilnya TAWURAN gara-gara BOLA. Lalu, saya mengeluarkan sumpah serapah saya atas seluruh perilaku mahasiwa yang suka tawuran.  Malam itu nyaris saya tidak bisa tidur saking jengkelnya.

Keesokan harinya, saya meluncur kepadang setelah menyelesaikan urusan di kantor dan kejengkelan saya berlanjut di rumah sakit.  Teman-teman Ady termasuk Ady sendiri saya marahi (sekalipun dia sendiri jadi korban) karena menurut saya, tidak masuk di akal sehat peristiwa tawuran itu.  Akhirnya saya puas menumpahkan uneg-uneg saya kepada mereka.  Lalu setelah itu kami mendiskusikan bagaimana cara selanjutnya agar tawuran ini tidak terulang kembali.

Kapan ya….mahasiswa kita jadi baik…………aduhhhhh…..

Iklan

10 thoughts on “..tawuran…

  1. ikutan jengkel pak
    saya sendiri tidak habis pikir bagaimana bisa mahasiswa yang pendidikannya tinggi sering sekali tawuran. Apa mereka nggak malu dengan status mereka sebagai seorang akademisi

  2. Rasanya duluuu…..atau udah lama ya….
    Tak ada mahasiswa yang tawuran, jika ada ketegangan hanya antar fakultas…tak berujung tawuran…karena semua masih berpikir atas nama baik universitas.

    Justru sekarang……berpikir untuk kepentingan reputasi, dan nama baik ini yang makin sirna….
    Sungguh saya menyesal, dan ikutan jengkel….

  3. “Kapan ya….mahasiswa kita jadi baik”

    Rasanya kalimat itu terlalu mengeneralisasi. Tidak semua mahasiswa kita brengsek kok. Meski ya, bagaimana pun aku sangat bisa memahami kejengkelanmu. Engkau layak jengkel.

    Semoga kini tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kondisi Ady ya. Semoga.

  4. nggak heran bang. pejabat aja nggak jarang berantem. malah hanya gara2 bola. nggak pejabat, nggak mahasiswa, bisa berantem hanya karena bola. media pun menayangkan itu secara gamblang. jadi ya wajar aja, yang muda ngikut yang tua kan?
    ya itu salah satu faktor aja bang. tentu faktor yang lain juga banyak.

  5. sebenarnya masih banyak juga kok Imoe, anak2 mahasiswa yg baik2 , yang tdk suka tawuran krn hal sepele.
    lagi pula, mungkin krn mereka msh muda, emosinya masih mudah sekali tersulut.
    semoga saja, setelah mendapat ‘petuah’ dr Imoe, bisa lebih mendewasakan mereka ( teman2nya Ady)
    semoga Ady juga segera sehat kembali
    salam

  6. sekarang sebahagian mahasiswa sudah tdk memiliki identitas sebagai mahasiswa yg sesungguhnya,yg mempunyai pengetahuan dan intelektual yg selalu membawa perubahan yg lebih baik,di internal kampus ataupun di masyarakat umum,.banyak mahasiswa kuliah cuma krn formalitas sja… yg taux hanya tawuran dan memisahkan solidaritas antar daerah atau etnies…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s