…cintai, maka dia selalu ada buat kita…

Standar

Kejadian ini terjadi saat acara penutupan Forum Anak Sumatera Barat.  Tahun ini kegiatan kami gelar di Hotel Basko Padang.  Anak-anak Pengurus Forum Anak Se Sumatera Barat hadir dan berinteraksi satu dengan yang lain.  Tawa….mewarnai kegiatan selama tiga hari penuh.  Semuanya seakan larut dalam suka.  Hala yang paling saya senangi adalah ketika melihat anak-anak bergemberia dengan canda tawa mereka.  Ulah mereka selalu menimbulkan senyuman, candaan mereka bikin saya kadang kadang terkekeh-kekeh.  Itulah hebatnya adik-adik Forum Anak, mereka tak pernah membedakan berteman walalupun kadang-kadang dibedakan dengan jarak usia yang sangat lebar.

Ini yang saya mau ceritakan.  Adalah seorang anak usia 11 tahun.  Menjadi salah seorang peserta.  Tiba-tiba saja terpaku di depan jendela kaca.  Persis di lantai 6 hotel tersebut.  Memandang keluar dengan mata tak berkedip.  Lama saya perhatikan, sementara teman teman yang lain asyik bercanda, gonta ganti nomor HP karena sebentar lagi akan berpisah dan pulang ke tempat masing-masing.

Hampir 5 menit saya liat anak yang satu ini terpana.

Karena saya orangnya cukup detail dengan sesuatu, lalu saya dekati dia. Dan dari arah samping saya pandangi juga dia dengan cermat.  Masih tak ada respon agak beberapa detik, padahal jarak saya ahanya setengah meter saja dari dia.  Agaknya dia tidak menyadari  kedatangan saya.

Karena saya penasaran, saya kagetkan dia…

Gie, ada apa ?

Lalu dia kaget, sedikt terlonjak.  Dia pandangi saya, lalu air matanya meleleh.  Saya kaget dan reflek kemudian saya ambil dia, lalu saya peluk dia, dia balas memeluk dan lalu menagis terisak-isak.  Tak tahu saya apa yang terjadi, yang saya ingin, agar dia bisa menumpahkan air matanya, tanpa yang lain tahu.

Apa daya, akhirnya peserta lain ada yang melihat itu.  Lalu ada yang bertanya..

Kenapa Gie bang ?…

Saya jawab simple…”jatuh tadi dari atas kursi…” Padahal saya gak tahu apa yang terjadi.  Tapi lebih baik berdusta dari pada meraba-raba alasan kenapa Gie menangis.

Lama juga dia menangis, lalu diam dan setelah itu buru buru kami meninggalkan hotel untuk segera meninggalkan tempat kegiatan.  Gie bersama saya dengan beberapa naka yang lain, karena mereka satu jurusan dengan saya.  Di atas angkot, saya bertanya ke Gie.

”Gie, kenapa tadi menagis….?”

”Gie lihat Ibu bang…? (Yogie memang setahun lalu di tinggal ibunya yang meninggal dunia).

”Liat dimana ?”

”Dari atas bang, lantai 6, dari jendela kaca, persis dekat patung itu bang…”

”Trus ngapain ibu tadi ?”

”Gak ada apa apa bang, cuman melihat gie dari jauh bang, lalu melambai…”

Aduh…..saya gantian yang tak kuasa menahan sedih…untung saya tidak ikutan menangis.  Saya usap kepalanya, lalu berkata…

”Berarti Ibu masih ada untuk gie…”

Saya memang belum pernah merasakan ditinggal pergi selama-lamanya oleh orang yang saya cintai.  Tetapi kejadian nyata ini cukup meyakinkan saya bahwa orang yang kita cintai, selalu ada untuk kita, sekalipun berbeda dunia.

 

 

 

Iklan

9 thoughts on “…cintai, maka dia selalu ada buat kita…

  1. cerita mengharukan da (manggilnya uda aja, masih muda sih) imoe. Bisa dibayangkan betapa tidak akan berkaca-kaca seorang anak yang ditinggal ibunya berkata sebagai ekspresi kerinduan pada orang yang dicintainya

  2. Subhanallah, mungkin gak ini krn Gie sedang rindu sangat dgn Ibunya tercinta ya Imoe ?
    sehingga seolah Gie melihat Ibunya dgn jelas disana.
    Apapun itu semuanya adalah diluar kuasa kita sebagai manusia biasa ya Imoe, bunda ikut kirim al-fathiha utk Ibunya Gie
    salam

  3. Aku sampai merinding membaca kisah di tulisan ini. Rasanya seperti nyata. Tetapi, bukankah engkau yang berdiri cukup lama di lantas 6 dekat jendela kaca itu dan memperhatikan ke luar dengan mata tak berkedip? Hmmm, apa pun itu, hal tersebut seperti diingatkan ya.

  4. @ da Zul : iya uda,dia benar benar rindu
    @ bunda : trims bunda, memang gie pernah berkata kalau dalam keadaan riang selalu ingatibunya.

    @ DM : Mas DM, aku juga berdiri dekat jendela, aku tidak melihat apa apa, kecuali patung besar, tetapi GIE melihat ibunya disana..wallahualam…sampai hari ini kalau teringat itu, saya jadi berkaca kaca, betapa besar kerinduan anak itu pada ibunya…

  5. ah… airmataku menitik membaca ini. Aku percaya Gie melihat ibunya, dan ibunya melambai padanya. Cinta ibu terhadap anak melampaui batasan hidup itu sendiri.

    EM

  6. @ Imel : Cinta ibu terhadap anak melampaui batasan hidup itu sendiri.
    aduhhh aku suka sekali dengan kalimat ini, bikin hati tersentuh….jadi ingat Ibu niy…thanks mbak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s