…mau pintar, bayar dulu….

Standar

Sebentar lagi sekolah mulai kembali.  Kebiasaan saya kalau sudah mau masuk semesteran baru, selalu menanyakan kepada adik-adik “kamu dapat sekolah dimana ?”.  rata-rata menjawab atau membalas SMS saya dengan riang gembaira, karena dapat sekolah negeri atau sekolah di inginkan.  Tetapi ada juga yang setengah riang, “gak dapat negeri bang, masuk swasta aja..”.  Nah, kalau sudah begitu, saya selalu punya jurus standar dari tahun ke tahun, ”ya…sekolah itu dimana saja boleh kok, asal kamunya serius atau gak, sekolah di sekolah bagus sekalipun kalau tidak serius juga tak ada gunanya”.  Saya lanjutkan biasanya dengan kalimat penyemanagat “emang Soekarno dan Muhammad Hatta dulu sekolahnya dimana, tapi tetap saja kan beliau itu tokoh sepanjang zaman..”.  Kalau sudah begitu, paling adik-adik akan senyum aja, hehehe

Tahun ini, entah kenapa, kebiasaan menanyakan masuk sekolah mana saya tambah dengan pertanyaan “bayar berapa masuk disekolah kamu ?”.  Pertanyaan ini sengaja saya munculkan, karena kesal mendengar mau masuk sekolah sangat mahal sekarang.  Bahkan harganya ada yang melebihi uang kuliah.  Gila bener….alasannya kelas RSBI lah, Kelas Unggul lah, Ujian masuk mandiri lah, dan segala macam.  Bagi saya kesimpulannya satu, SEKOLAH JADI BAHAN DAGANGAN BARU.

Oleh karena pertanyaan tambahan, akhirnya saya kemudian dibuat tak berdaya manakala, saya menemukan beberapa orang adik-adik yang hingga hari terakhir pelunasan uang sekolah, orang tuanya tidak bisa memenuhi itu semua.  Dan bahkan ada satu keluarga yang memiliki 3 orang anak yang kesemuanya menjadi siswa baru dan tiga-tiganya harus bayar.  Aduh….kebayang susahnya.  Saya senang karena mereka diterima disekolah yang bagus karena memang nilainya memuaskan, tetapi sedih karena meraka tak sanggup bayar.  Selidik punya selidik, ternyata memang mereka dari keluarga tidak mampu. Saya bahkan baru tahu, ternyata ada orang tua mereka yang pemulung.  Sedih sekali…bukan karena pemulungnya, tetapi karena membayangkan mengapa mereka harus sulit mendapatkan hak mereka untuk bersekolah.

Aneh ya di Indonesia.  Saya selalu menemukan keluarga tidak mampu, tidak pernah mendapatkan program bantuaan, apakah beasiswa namanya, uanga santunan namanya, dan lain-lain.  Ketika di tanya, jawabnya selalu sama…”kami sudah urus, tetapi belum ada tindak lanjut…” walah…ini orang miskin kok dibuat kecewa dua kali ya….Aneh aneh aneh…lama-lama frustasi tinggal di negeri ini.

Tak mau berlama-lama.  Saya ajak beberapa teman diskusi masalah ini.  Kesimpulannya, kumpulkan uang yang ada dan berikan.  Kami harus melakukan tindakan taktis, tak mungkin membiarkan adik-adik tak sekolah.  Ternayat uang yang ada tidak mencukupi, lalu kami pasang startegi penundaan pembayaran.  Dengan berbekal strategi itu, akhirnya semua sudah bisa menikmati sekolah yang baru, walalupun ada beberapa orang yang dengan terpaksa kami sampaikan kepadanya ”kamu yang sabar ya, pakai seragam lama aja dulu, mudah-mudahan minggu depan kita bisa lunasi..”. Aduh…gak tega juga menyampaikan itu…tapi gimana lagi, yang penting semua harus sekolah.

Kapan ya…sekolah tidak jadi komoditas….

Iklan

6 thoughts on “…mau pintar, bayar dulu….

  1. di Jepang SMA juga mahal, tapi SD dan SMP karena wajib belajar maka gratis (di negeri). Mereka yang ke swasta itu krn memang maunya swasta, dan kuat bayar. Tidak kuat, masuk negeri, dan mutunya tidak kalah.
    Gratis 100%? ya, tapi untuk buku dan peralatan atau kegiatan ada biaya. Dan biasanya biaya semurah apapun, gurunya dengan tidak enak ati minta ke ortu. Semisal beli alat gambar, bisa pakai yang lama, atau beli di tempat yg lebih murah juga no problem.
    Lalu kalau ada yg tetap tidak bisa bayar, bisa lapor ke pemda, dan menerima bantuan.

    Ah, ntahlah kapan negeriku bisa menirunya. Yang katanya alokasi APBN 20% untuk pendidikan? Cuma bisa tersenyum kecut saja.

    EM

  2. Tahu nggak Imoe…uang sekolah SMA, walau bukan RSBI, mahal lho.
    Saya kaget saat bayar uang kuliah si bungsu di ITB, yang lebih murah dibanding uang SPP bulanan saat di SMA.

    Sedih rasanya….membayangkan jika saat saya remaja uang sekolah begitu mahal, bisa-bisa saya tak sekolah.

  3. hmmmh…cuma bisa tarik nafas baca cerita diatas.
    hal ini selalu berulang di tiap tahun ajaran baru ,Imoe
    jadi, sepertinya hingga saat ini, utk orang2 yg tdk mampu………
    silakan tunda , jangan sekolah dulu sampai mampu 😦
    hedeh hedeh……..lantas apa ini namanya?
    bukankah bangsa yg maju krn pendidikannya ?
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s