…kartu babi…

Standar

Puasa ke dua ramadhan 2011.  Ini ramadhan kedua yang saya tempuh di Kota Pariaman.  Bedanya dengan tahun yang lalu adalah bahwa tahun ini saya lebih mampu menguasai kota ini, trutama titik titik dimana orang-orang berjualan beraneka makanan untuk buka puasa.  Beda dengan kota besar lainnya, harga makanan di daerah ini terbilang murah, mungkin karena kota ini kota kecil dan yang bertransaksipun tidak terlalu banyak.  Tahun inipun saya sudah mulai menyatu dengan banyak komunitas anak yang ada di kota ini.  Beberapa telah juga berinteraksi dengan berbagai kegiatan yang pernah kami laksanakan.

Sebut saja Ito, anak usia 14 tahun.  Saya sering berkunjung ke rumahnya.  Ada daya tarik tersendiri kalau malam hari di rumahnya, apalagi kalau bukan warung ayahnya.  Warung yang dibuka setiap malam ini menyuguhkan minuman TEH TALUA (teh telur) yang enak banget.  Entah kenapa, saya terpesona melihat cara mengocok telur dalam gelas yang menggunakan lidi-lidi yang di ikat layaknya sapu lidi kecil.  Dengan menggunakan itu, hasil kocokannya sempurna.  Pesona lain adalah bapak-bapak yang duduk berkeliling, membisu hingga berjam-jam, memainkan kartu KOA (saya gak tahu nama lainnya, orang minang bilangmain koa).  Entah dari mana permainan ini, kata orang berasal dari cina, sejenis kartu warna hitam, dengan ragi ragi tertentu.  Sebetulnya permainan ini telah lama saya ketahui, hanya saja tak mau ambil pusing memikirkan kartu yang banyak model tersebut, dulu saya mengira aneh.  Tapi begitu mengetahui nama-nama setiap kartu lucu-lucu, saya tertarik juga untuk mencoba memahami permainan tersebut.  Bayangkan, ada yang ngasih nama KEPALA BABI, BABI BUNTING, HIU, dan segala macam nama yang lucu.  Kebayang gak, kalau suatu ketika ada yang lagi main bilang ke temannya kalau dia punya kartu BABI, akan berucap “babi ndan..” (babi teman).  Kadang kadang saya tertawa sendiri mendengar celotehan orang orang tua yang lagi main itu.  Tapi tak satupun yang ngerasa itu adalah olok olokan, karena memang itulah adanya.

Lanjutkan membaca

Iklan