…ajarin menulis bang…

Standar

“Bang, ajarin nulis dong…”

Tiba tiba saja sebuah sambaran obrolan di FB muncul.  Dari Zikra, teman muda baru.

Anak berkacamata minus ini memang bersemangat.  Setidaknya itu terlihat dari cara dia bertanya, memperhatikan orang bicara dan kemudian menanggapi satu satu tapi padat.  Dari pengakuannya, sudah lama dia ingin mengunjungi tempat saya dan adik-adik berkumpul merencanakan kegiatan.

Tapi obrolan di FB yang meminta saya jadi ‘guru tulis’ adalah sesuatu yang membuat saya berfikir dua kali untuk melakukannya.  Bukan tidak mau, tapi jujur saja belum sanggup hehehehe.

“lha…kok minta abang jadi guru menulsi siy ?” saya bals tuh chat an dia.

“Iya, barusan baca blog abang dan enak aja..” weleh weleh, ternyata baca blog saya…

“Mau ya bang ?…” Setengah membujuk dia.

“Hmmmm” saya mulai berfikir, apa yang akan dikatakan.  Menyanggupinya belum tentu menjadi orang yang tepat untuk itu.  Menolaknya, juga gak baik karena si anak lagi bersemangat.  Merekomendasikan orang untuk tempat belajar juga tak tahu harus kemana. Akhirnya saya putuskan untuk mencari solusi bijak.

“Gini aja, kalau ada org bertanya bagaimana cara menulis yang baik.  Maka jawabnya adalah TULISLAH”.  Saya jawb begitu

“Maksudnya bang ?”  Si Zikra bingung niy

“Rahasia menulis itu kuncinya ada di keinginan kita aja, semakin rajin menulis, maka semakin mahir.  Itu aja kok”

“Hmmm iya siy bang, tapi bagaimana cara menimbulkan inspirasi untuk menulis ?”  Wah pertanyaannya berat juga..

“Gini deh, kamu berfikir sejenak apa yang sudah kamu alami selama lebih kurang 12 jam sehari ini, lalu adakah sesuatu yang menarik dalam hidup kamu hari ini ?” Saya kasih solusi.

“Hmmmm ok bang” Sejenak diam.  Lalu tak berapa lama muncul chat an lagi.

“Haaa ada bang, pengalaman menarik, waktu mau berdebat dengan ustadz yang ngasih ceramah di pesantren”.

“Nah…ketemu kan dan kamu tulis itu ya, niy bang kasih paragraf pemancing, lalu kamu lanjutin ya” Lalu saya tuliskan beberapa kalimat di paragraf pertama.

“Ok bang, mana dia…” Sedikit memaksa

“Ya tunggu dong bentarrrrr..” Hehehehe

Lalu saya kirimkan sepenggal paragraf dan setelah itu chat an berhenti.

Seminggu setelah itu…

“Bang. ntar cek email ya, dan periksa tulisanku, sudah enak atau belum…”

“Ok…”

Aku segera ke TKP dan hasilnya hmmmmm renyah…ternyata enak juga heheheheh.  Menulis seperti mengasah pisau ya, makin di asah makin tajam, kalau tak di apa apain ya tumpul sendiri.

Iklan

8 thoughts on “…ajarin menulis bang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s