…kopdar dengan sang bunda ratu…

Standar

Saya memang menunggu tanggal 20 Agustus 2011 sebagai tanggal menuliskan cerita singkat ini.  Kenapa demikian, konon kabarnya tanggal ini adalah jadwal keberangkatan Mbak Imel menuju Tokyo.  Pasti semua juga telah pada tahu, kalau narablog kita yang satu ini adalah ratunya kopdar (setidaknya begitulah kata DM) waktu pesta di Belleza Suite berlangsung.

Terus terang saja, waktu si Catra Prathama memajang foto kopdar bersama Mbak Imel di Bandung, saya sedikit kecewa.  Kenapa tidak, agenda kopdar yang sebetulnya sudah kami rencanakan jauh-jauh hari bersama sang ratu, tiba-tiba berubah saja.  Saya di telikung ditengah jalan (hehehe) perbuatan curang, saya didahului (heheh).  Tapi tak apalah, namanya juga kesempatan datang pada waktu itu di Bandung, apa salahnya Catra mengambil kesempatan itu.  Tinggalah saya merana sendiri (huahuahua).

Sebetulnya nyaris saja rencana saya terbang ke Jakarta untuk ketemu sanag “Bunda ratu” gak kesampaian.  Setiap hari saya online selalu cek status harga tiket ke Jakarta.  Astaga…Mahal….., mahal untuk ukuran saya yang punya kantong pas-pasan.  Tapi yang namanya berusaha, terus dilakukan. Cek terusssssssssss, hingga akhirnya kabar baik itu datang.

“Hallo, Bapak Muharman, kami dari bla bla bla, mengundang Bapak untuk rapt hari Rabu hingga Jumat, temapt di Bogor.  Seperti yang telah kita agendakan sebelumnya, tapi jadwal sengaja kami majukan atas saran Bapak dan kami setuju untuk mengantisipasi melonjaknya harga tiket menjelang lebaran…”

Jujur, saja, telepon di siang bolong itu mengejutkan saya.  Tak percaya akhirnya saran saya dikabulkan oleh Panitia.  Yang membuat saya senang dan girang, bukan perkara meetingnya, tetapi saya langsung ingat, bahwa harapan saya untuk ketemu “Bunda Ratu” akan segera terwujud.  Dan mulailah saya memastikan keberangkatan saya.  Dan tambah senang, KOPDAR saya kali ini dibiayai oleh Panitia, karena saya tak perlu susah susah lagi nyari tiket yang murah hahahahahaha. Sambil menyelam minum air.

“Mbak jadi balik ke tokyo tanggal sekian ?” Saya nyari info.

“Bukan, sebetulnya tangggal sekian.., tapi berhubung tanggal sekian papa nya Riku datang ke Jakarta, jadi aku mau dipingit…” Jawab mbak Imel iseng.

“Saya jadi lho mbak, ke Jakarta, tapi jangan di lounching di status FB ya, soalnya gak enak niy”  Begitu massage saya untuk mbak Imel.

“Lho, kenapa, siapa tahu banyak yang mau ikutan nimbrung kan pas kopdar…?” Mabak Imel balik nanya.

“Iya siy, tapi gini, soalnya aku mau kabur dari kantor satu hari, alias mangkir…” Saya menjelaskan…

“Hahahaha dasar…” Mabak Imel ketawa.

“Ya…sudah, aku ngerti, nanti aku private massage aja eteman-teman ya…”

“Ok mbak…see u…”

Selebihnya dialog kami ngebahas yang lain….

Satu, dua, tiga hari menunggu, akhirnya pertemuan itupun jadi.  Saya meluncur ke Jakarta setelah menyelesaikan rapat yang melelah kan di biangan puncak.  Kenapa tidak, rapat di bulan ramadhan, ngantuk, ditambah lagi dengan situasi Puncak yang dingin dingin empuk.  Cocok buat tidur, bukan rapat.

Saya sampaikan kabar gembira itu ke Catra dan catra berjanji juga akan meluncur ke Jakarta.  Singkat cerita kami ketemu di Blok M dengan Catra.  Nyari taksi dan menuju The Belleza Suite, Lantai 11 kamar No. 2.  Saya baru tau tuh ternyata bangunan megah dan mewah.  Jadi nervous juga masuk sana.  Jarak yang sebetulnya singkat dari Blok M, tapi karena macet jadi terasa jauh.  Kejadian lucupun terjadi waktu taksi mau merapat ke Belleza.  Di pintu masuk, security bertanya…

“Mau kemana pak ?”

Si Catra yang entah kebetulan lagi ngantuk, atau gak konsen, atau lapar, atau memang lagi bego, menjawab dengan santai.

“Mau ke kamar pak…” Hahahahah saya dan yang lain ketawa. Pasti juga security juga jadi bengong.  Tapi akhirnya taksi  masuk dan menurunkan kami di Lobby.  Sesampai di lobby, salah seorang adik mengisengi Catra.

“Ke kamar ? emang loe punya kamar di sini ?” Hahahahahaha jadilah kami semua tertawa.

Mencari kamar lantai 11 nomor 2 bukan perkara mudah bagi kami.  Sampai di lobby kami naik lift dan kami kaget, ternyata angka di lift hanya sampai angka 5.

“Ini lantai 11 dimana niy ?” Saya tanya…

“Kayaknya kita harus tanya niy, dari pada bego…” Saran Catra begitu.

Kami celingak celinguk nyari orang disekitar sana untuk bertanya.  Tak ada. Terus cari dan akhirnya ketemu Cleaning Service.

“Bapak turunlagi ke lantai dasar, lalu naik lift sebelah sana samppai ke lantai 11”.  Begitu penjelasannya.

Akhirnya kami sampai di lantai 11.

Jrenggggggggggggggg, kami kemudian masuk ke dalam.  Tapi di stop oleh security.  Bertanya mau urusan apa.  Si Catra saya suruh urus dan kemudian menuju respsionist.

“Sebentar ya pak, kami hubungi ke kamar 11 nomor 2 iu.” Sesaat resepsionis menghubungi.

“Maaf pak, tidak menjawab. Barang kali keluar atau tunggu di sini dulu.”

Kami menunggu, sesaat setelah itu saya SMS mbak Imel. Sambil menunggu, saya berbisik.

“Stttt kayaknya tampang kita deh yang bikin masalah, soalnya tampang kita semua yang kucel gak meyakinkan kalau ada keperluan di gedung yang mewah ini heheh”

“Iya kali…hahahahah” Catra menimpali.

“Ya..bentar ya, aku turun ke bawah, aku di lantai 5 nemani KAi dan Riku berenang.” Jawab sms mbak imel.

Tak berapa lama, beliau muncul, dengan senyum sumringah.  Saya langsung jabat tangan beliau.  Denga hangat beliau menyambut kami.  Kesan pertama saya….ternyata sang Bunda Ratu, lebih cantik aslinya dari pada gambar gambar yang beredar di dunia maya. Huahuhauahuahahaha.

Kami bergabung ke lantai 5, disana ada Kai dan Riku yang lagi berenang dan ada KK dan KKK (kakak nya KK).  Jadilah rame.  Rame dan ribut heheheh. Hinggaa akhirnya, kami menuju kamar yang sudah disediakan, lalau ngobrol, mencandain Kai dan Riku, dan menjelang sore Uda Vizon dan DM bergabung.

Bedug kemudian berbunyi, kami berbuka bersama.  Lalu setelah itu dilanjutkan dengan makan-makan.  Seluruh makanan yang di pesan ala Minangkabau.  Saya sedikit kaget juga, ternyata DM suka sekali JARIANG alias JENGKOL hahahahahahahahah, malah kata Uda Vizon, DM memesan khusus untuk itu (hahahahahaha, fitnah ni).

Perut kenyang, mata mulai mengantuk, dan malam menjelang.  Pukul 21.30 WIB, saya pamitan dengan KK, KKK, DM dan Uda Vizon untuk kemali ke rumah Famili.  Bersama Mbak Imel kami menuju bilangan Blok M, karena kebetulan mbak Imel juga mengarah kesana.  Sampai di tempat yang dituju.  Saya turun, menyalami beliau dan kemudian berpamitan.  Ketika melangkahkan kaki menjauh dari mobil mbak Imel, saya sampaikan ke Catra.

“Ehh, kok rasanya kita sudah berkali-kali ketemu beliau ya, deket aja rasanya…”

“Iya bang, waktu di Bandung juga begitu waktu itu, begitulah adanya….Kopdar emang sesuatu yang tak bisa di terjemahkan…”

Pertemuan dengan sang Bunda Ratu berakhir.  Dari HP saya SMS beliau ngucapin terima kasih sekali lagi danbeliau balas.

“Sampai ketemu tahun depan ya, sampai bertemu kamu lagi dengan istri kamu, ntar biar bisa di PAMERIN”

“Haaaaaaaaaaa, kok di Pamerin siy…?” Saya ngakak

“Iay dong….kan istri kamu hahahah” Mbak IMel balas ngakak lewat SMS.

“Aminnnnnnnnnnnnnnn, mudah mudahan bisa terkabul……………………”

 

NB:

–  Penggunaan Istilah Sang Bunda Ratu, terilham dari dongen dongeng, biar bisa sedikit lebay hehehehe

– Foto, nyulik punya Uda Vizon

Iklan

11 thoughts on “…kopdar dengan sang bunda ratu…

  1. huaaaahhhh sudah tampil di sini rupanya….
    wahhh istilahmu itu loh Bunda Ratu hahahaa… biasanya tuh Bunda Ratu kesannya judes, jahat semua plek deh… tapi ya ngga papa juga sih 😀
    Terima kasih banyak ya buat “rencana” pertemuan yang bisa terlaksana juga akhirnya. Meskipun rasanya kita tak banyak ngobrol ya. Tapi menurutk memang pertemuan dgn blogger itu hanya semacam “pengesahan” bahwa sudah bertemu muka, percakapan selebihnya bisa pakai media lain yang ada. Dan tentu saja pengesahan itu = NARSIS…. berfoto gitu 😀

    EM

  2. Imoe beruntung bisa ketemu langsung dgn Mbak EM 🙂
    waktu Mbak EM dijakarta , aku malah gak sempet, maksudnya gak bisa ketemu krn mnetok dgn acara lain yg dah lama direncanakan 😦
    hiks…ngiri 😦
    salam

  3. Bunda Ratu…? hahaha…. bagus, bagus, bagus… 😀

    Seperti kata DM, ada banyak kebetulan dalam hidup kita, dan semuanya hanya akan jadi kebetulan semata jika kita tidak bisa menangkap pola atau kesempatan yang tersedia..

    So, ternyata Imoe berhasil menangkap itu semua, sehingga berbuah keindahan pertemuan yang kemarin itu..

    Jadi, kita akan segera kopdar bulan november nanti di Pariaman, Sidi? 😀

  4. Hahahah …
    Kocak bener …
    Penjagaan ketat … doktorandus sekuritih tentu jaga wibawa dooonnngg
    (hahaha)

    Eniwei …
    Ini cerita yang menyejukkan Da Imoe
    This is what I always call … The Beauty Of Blogging

    Salam saya Imoe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s