…sendal lebaran…

Standar

Siang itu, di rumah saya tiduran.  Capek, maklum habis nyuci satu baskom penuh, apalagi bulan puasa, wuihhh gak kebayang rasanya, gimana rasanya jadi pembantu rumah tangga.  Pasti lebih capek lagi.  Tapi banyak orang yang gak menghargai jasa-jasa para pekerja rumah tangga itu.  Danmalah ada yang tega menyiksa, padahal sudah dimudahkan urusannya.

Saya tidak akan cerita soal pembantu, ataupun cucian.  Sedang asyik asyiknya tiduran, seorang anak tetangga, beberapa rumah dari tempat saya datang dengan kantong plastik di tangan.  Meminta sesuatu.

“Om, ada jarum pentul gak ?” dia nanya barang yang gak saya punya.

“Buat apa jarum sama kamu ?” Saya tanyai anak yang usianya sekitar 10 tahun itu.

“Buat ini om” Si anak mengacungkan kantongnya.

“Sebentar, Om cari dulu..”

Saya bergerak kedalam rumah, grasak grusuk dan ketemu ternyat pentul pentul jilbab kaka saya.  Saya ambil beberapa buah dan segera ke teras Rumah.

“Ini, kamu mau berapa, banyak niy…” Saya sorongkan sekotak pentul.

Dia lalu ambil, duduk di lantai teras, mengeluarkan isi kantong plastik yang ternyata sepasang sendal kulit lama.  Tanpa tunggu lama-lama, si anak kemudian bekerja di teras rumah saya, memperbaiki sendalnya yang sudah agak rusak.  Di tusukannya satu persatu pentul ke bagian yang rusak.  Berharap sang sendal bisa di pakai lagi.  Saya amati terus, sambil santai.

“Eh, kenapa gak beli yang baru aja, nanti kaki kamu ketusuk lho…” saya pancing bertanya.

“Belum cukup duit om” Si anak nyantai aja, terus bekerja.

“Sendal itu buat apa siy, kan itu ada yang kamu pake tadi…” Saya tanya lagi…

“Buat lebaran om, kalau yang itu kan buat di rumah aja..” Sambil menunjuk sandal jepitnya.

“OOOOOOOOOOOOOOOOO” anak ini memang anak yang tahu diri, saya tahu betul dia dari keluarga yang tidak mampu juga.

“Duit kamu ada berapa, ayo liat Om, bawa kesini.” Saya tanya lagi.

“Dikit om, paling 25 ribu an”

“Memang sendal harganya berapa ?”

“Gak tahu om…”

“Bentar ya”.

Saya kedalam kamar dan periksa kamar.  Ada koin dalam kaleng yg selalu saya kumpulkan dari kelebihan belanja.  Saya hitung.  Ada 47 ribu.  Saya bawa keluar.

“Ini, ada 47 ribu, cukup gak ?” Saya sodorkan koin dalam kantong plastik.  Si anak kaget dan kemudian senyum.

“Hmmm cukup om, buat beli sendal kan…?” Si anak bertanya dan meyakinkan.

“Iya, ambil niy, dan buang sendal kamu itu, nanti kamu ketusuk jarum, bisa infeksi dan bisa di potong kalo terus infeksi lho…” saya menakut-nakutinya.

Tanpa ba bi bu lagi, tuh anak langsung berhenti bekerja, memasukan sendal lamanya ke dalam kantong plastik lagi, lalu membuanya ke tempat sampah.   Setelah itu mengembalikan kelebihan jarum pentul. Lalu berlari pulang.

“Trima kasih om……” begitu ucapnya sambil berlari ke arah pulang.

Saya tersenyum saja.  Wah, koin itu ternyata banyak gunanya.  Pelajaran hari itu, jangan menyepelakan koin, sekecil apapun itu, karena siapa tahu itu suatu saat ada gunanya.

Hmmmmmmmmmm memikirkan itu membuat saya tersentuh dengan kesabaran anak itu. Hehehehehe

Iklan

12 thoughts on “…sendal lebaran…

  1. makanya aku paling benci orang (bisa peminta-minta, bisa yang memberi jalan utk U-turn) yang membuang uang kecil sambil menggerutu. Jika kita tidak bisa menghargai yang kecil, bagaimana bisa dapat yang besar?

    EM

    • imoe

      Bnere bgt mbak, terkadang ada juga org yang tak menghargai koin koin itu, padahal dari situlah sebetulnya harga dari sebuah usaha…

  2. penyadaran itu datang dari pintu mana saja,
    beruntung saya berkunjung kesini, hargailah limpahan yang ada di sekelilingmu dan berbagilah, luar bisa sebuah sandal dan koin.

  3. Negara kita sudah mencatat sejarah gemilang soal koin ini..
    Sebut saja Koin Prita… Dari koin-koin yang dikumpulkan dari seluruh masyarakat Indonesia, telah mampu mendulang milyaran rupiah..

    Tidak hanya itu, dalam waktu yang bersamaan pula, kita telah berhasil mengumpulkan serpihan hati masyarakat indonesia untuk bersama-sama memerangi ketidakadilan…

    Aih… luar biasa sesungguhnya jika itu diseriuskan… 🙂

    Om, awak alun bali tarompa lai… Baa tu…?

  4. Koin itu memang tidak bisa dianggap sepele …
    pecahannya 200 – 500 – 1000

    kalau dikumpulkan … beuh … ini bisa luar biasa …

    (ingat celengan di rumah … ingat celengan di kantor …)(udah berapa ya jumlahnya ?)

    Salam saya Imoe

  5. sebelumnya salam hangat perkenalan semuanya.

    Dari yg kecil dan sedikit dahulu, dikumpulkan, pasti nabungnya ikhlas, gak kerasa memang sedikit, sedikit akhirnya bermanfaat.

    Bagi sebagian orang mungkin tak berarti namun untuk sebagian orang hal itu sgt berati bisa2 dibawa sampe dewasa kenangan yg tak terlupakan,

    Ceritanya menginspirasi uda…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s