…dia memutuskan berhenti…

Standar

Pukul 12.30 WIB.  Telepon seluler saya sedang dalam status ‘silent’.  Tentu saja panggilan masuk tidak bisa diketahui.  Ada sekitar 5 panggilan tak terjawab dari nomor yang sama.  Setelah di cek ternyata dari salah seorang adik bernama Khalid.  Lima kali panggilan, berarti ada hal yang pentig.  Saya masih menduga-duga ada apa gerangan.  Maksud hati hendak menghubungi balik, tetap malah keduluan.  Panggilan ke enam berhasil tersambung.

“Hallo, ada apa khlaid ?”

“Ini bang, tadi Reza menyerahkan buku tabungan beasiswanya, lalu dia bilang dia mau berhenti sekolah dan sore nanti akan berangkat ke Kerinci..”

Astagfirullah…saya tak bisa mengerti, kenapa bisa terjadi.  Khalid dan Reza adalah dua dari 32 orang anak yang masuk kedalam program beasiswa yang sedang kami jalankan, khusus bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan secara ekonomi, tetapi memiliki semangat untuk sekolah.  Mereka bekerja dua kali lebih keras untuk mendapatkan sekolah, oleh karena itu kami bermaksud mengurangi beban anak-anak tersebut melalui beasiswa ini.

“Gimana bang ?” Khalid bertanya..

“Memang sore ini berangkat Lid ?” Saya tanya lagi

“Iya bang, kasian juga, dia sebetulnya masih pengen sekolah, apalagi sudah kelas III SMP kan, bentar lagi kan ujian nasional…” Khalid menjelaskanpanjang lebar, intinya minta bantuan agar bisa mencegah kepergian Reza ke kerinci untuk bekerja.

“Aduhhh, khalid, bang lagi di luar kota, gimana ya…ya sudah, nanti kita bicarakan lagi, yang jelas kita punya keterbatasan dan mendadak sekali”.  Saya coba tenangkan Khlaid.

“Ya… sudah bang, gak papa”.

Saya masih berfikir-fikir kenapa begitu mendadak, hingga saya tak punya waktu untuk mencegah hal itu terjadi.  Reza memang anak yang berasal dari keluarga ekonomi lemah.  Orang tuanya sakit-sakitan, dialah yang kemudian memenuhi segala kebutuhan hidup keluarga dengan menjadi pekerja pembuat batu bata.  Sepulang sekolah pekerjaan membuat batu bata dilakukannya hingga sore menjelang.

Memang Reza perah mengeluh…”Kadang-kadang Capek bang, habis gimana lagi, mungkin sudah nasib..”. Mendengar keluhan kadang sedih juga, mengapa situasi sedang tidak berpihak terhadap Reza.

Semalam saya bertemu dengan Khalid dan keluarganya, membicarakan tentag Reza.  Khalid memang tidak berasal dari keluarga mampu, tetapi yang membedakannya, kedua orang tua Khalid sangat memahami pentingnya pendidikan.  Oleh karena itu 5 orang anaknya dan 2 orang sepupu Khalid dibesarkan dengan kasih sayang, semua sekolah walalupun orang tuanya bekerja keras untuk itu.

Kembali ke Reza, malam itu kami sepakat untuk sama-sama berdoa. Doa yang sedikit aneh. Mudah-mudahan Reza Tidak Betah di Kerinci Jualan Sate dan Kembali Kerumah dan Kami Akan Siap Melakukan Apa Saja Untuk Mengembalikan Reza Ke Bangku Sekolah.

Saya tidak sempat ketemu dengan Reza sebelum dia berangkat, tapi saya yakin, dia berangkat dengan hati yang sangat berat.

 

NB : Gambar dari google lho…

Iklan

8 thoughts on “…dia memutuskan berhenti…

  1. keadaan ekonomi yg kurang memang sering menghasilkan anak2 yg putus sekolah ya Imoe
    walaupun mereka ingin bersekolah, namun apa daya sikon tdk memungkinkan 😦
    semoga saja doa yg ‘aneh’ ini diijabah NYA, aamiin
    salam

    • diyah

      itu tidak benar!
      ini kisah yang dialami guru b.inggris ku:
      dia dulu terlahir di keluarga yang sangat miskin rumah ya yang beratap daun ilalang,beralaskan tanah,berdindingkan daun keapa tempar tidur dari jerami dll
      dan guruku percaya kalo ada kemauan pasti
      ada jalan,da tidak percaya kalo orang gak bisa sekolah karena biaya karena dia sendiri merasakan
      mav kalo critanya pendek abis panjang banget critanya

  2. pilihan berat buat seorang Reza,
    doa saya: Mudahan Reza sukses berjualan satenya, dan juga bisa kembali menyelesaikan pendidikannya ditempat yg baru, mungkin nanti dengan mengikuti ujian kejar Paket, dan terus bisa ke tingkat selanjutnya.

  3. Darmanto Muat

    saya pun akan bingung jika dihadapkan pada masalah seperti ini.. dilain sisi saya harus berpikir untuk keluarga dilain sisi pendidikan itu amat penting untuk saya..

    salam kenal mas..

  4. Uni siti

    Mungkin ada jalan lain untuk reza bsa sekolah lagi, ………bsa saja dengan melalui pendidikan informal. bukankah banyak tokoh-tokoh besar di negeri ini yang menjadi besar dengan tanpa sekolah formal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s