…Museum Tuanku Imam Bonjol…

Standar

Siapa gerangan Tuanku Imam Bonjol tidak perlu di jelaskan banyak.  Semua sudah tahu kalau beliau adalah salah seorang pahlawan nasional.  Tentu kita semua mengenal atau paling tidak pernah mendengar PERANG PADERI.  Perang yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol di daerah Bonjol Kab. Pasaman, SUmatera Barat.  Tuanku Imam Bonjol atau yang juga dikenal dengan panggilan Peto Syarif berhasil menggelorakan semangat perlawanan terhadap Belanda pada 1821-1837.  Wahhh hampir 16 tahun lamanya perang.

Saya berkesempatan berkunjung kembali ke Kabupaten Pasaman ini.  Ada undangan diskusi.  Sudah pasti saya akan melewati Kec. Bonjol yang menjadi basis Perang Paderi.  Tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini, saya menyediakan waktu untuk berkunjung ke Museum Tuanku Imam Bonjol.  Persis terletak di jalur Khatulistiwa, titik nol derajat Equator.  Inilah uniknya Kab. Pasaman.  Selain menjadi salah satu dari dua wilayah yang dilewati garis khatulistiwa, disini juga semnagat memerangi penjajah belanda di dengungkan Tuanku Imam Bonjol.

Di gerbang masuk kita telah disambut oleh patung Tuanku Imam Bonjol yang sedang menunggang Kuda dengan gagah berani.  Lalu ada bangunan yang menjadi museum peninggalan barang-barang Perang Paderi, mulai dari senjata, pedang, tombak, katapel besar buatan pasukan Tuanku Imam Bonjol, beberapa peralatan masak, dll.  Saya terus menelusuri detail museum dan bergidik ketika sampai ke sebuah lemari yang memajang pakaian kebesaran/pakaian perang Tuanku Imam Bonjol dan pasukannya.  Sebuah baju gamis warna putih panjang, dilengkapi dengan sorban kepala dan sebuah kain panjang yang diletakkan di leher hingga menutupi seluruh punggung hingga ke bawah.  Kain ini berwarna kuning muda dan di sulam dengan benang warna coklat.  Indah sekaligus memeiliki aura magis.  Tidak saja saya, tetapi juga teman-teman yang lain yang hadir disana, semua kita bergidik, membayangkan pakaian Tuanku Imam Bonjol melambai-lambai di atas kuda, berdiri paling depan mengerahkan pasukan untuk mengusir penjajah.

Senjata Perang Paderi

Tidak itu saja, kami juga berdialog dengan penjaga museum tentang strategi perang Tuanku Imam Bonjol.  Dari situ kami mengetahui bahwa Belanda berhasil di tekuk mundur oleh pasukan Paderi melalui strategis penghadangan dari atas bukit.  Bisa dibayangkan, jalan yang dilalui pasukan Belanda ketika memasuki daerah Bonjol di hadang dengan gelindingan batu-batu besar dari atas bukit dan serangan batu sebesar bola kaki anak-anak  dengan menggunakan katapel raksasa.  Wessss hebat bener….

Hampir dua jam kami berkeliling di Museum yang tidak begitu besar, hanya dua lantai saja, dan kami sempat juga di jelaskan sislsilah keluarga Tuanku Imam Bonjol.  Dan kami tahu bahwa bari beberapa tahun yang lalu, seorang keturunan ke lima Tuanku Imam Bonjol wafat.  Tetapi masih banyak keturunannya yang lain yang tersebar di seluruh Indonesia, karena memang tipologi masyarakat minang itu adalah merantau.

Seragam Pasukan

Puas berkeliling museum, kami membidikkan kamera, termasuk mengambil gambar garis Equator yang melintasi Kec. Bonjol Pasaman.  Kami puas sekali dengan wisata ini, hanya saja kami kecewa karena perawatan museum dan seluruh lingkungan museum tidak di garap secara maksimal.  Saya ingat pertanyaan SEKDA pasaman di pagi hari kepada saya.

“Apa saran buat Kab. Pasaman ?”

Waktu itu saya jawab iseng saja…

“Museumnya di rawat pak…”

Heheh dan ternyata benar.  Kunjungan saya beberapa kali di tahun sebelumnya, museum ini cukup terawat.  Tapi kunjungan kali ini membuat sedikit kekecewaan di hati kami.

Iklan

6 thoughts on “…Museum Tuanku Imam Bonjol…

  1. Subsidi segitu aja banyak yang tak mau mengunjungi museum ya. Apalagi kalau tiket dinaikkan.
    Ini kayak ayam dan telur, mana yang duluan. Karcis naik atau subsidi yg dinaikkan

    Ingim suatu saat bisa ke sini

  2. museum tuanku imam bonjol masih kurang dimanfaatkan sebagai media untuk belajar, slama ini msyarakat hanya mengetahui tu museum sebagai objek wisata.

  3. nor fadzilah

    Assalamualaikum. Saya ingin mengetahui lebih lanjut berkenaan anak2 dan keturunan beliau. Khabarnya ada cucunya yg berada di Malaysia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s