PERJALANAN II. Jaksa dan Monas Malam Hari

Standar

Image

Singgah di Jakarta dulu, sebelum ke Jogjakarta.  Tujuannya simple ketemu CATRA, teman blogger dan nyaris sudah seperti adik sendiri.  Sebelum take off, kejadiannya begini.

“Cat, sudah jadi carikan penginapan yang murah meriah dan mewah di Jakarta ?”

“Sudah bang, aman di Jaksa….”

Wah, kalau Jaksa siy saya sudah tahu, kalau itu adalah kawasan backpacker.  Tapi kalau nginap di kawasan tersebut, seumur-umur belum pernah.  Maklum, kalau dulu masih lajang, pastinya nebeng di kamar kos teman.   Tapi kali ini bawa istri.

Singkat cerita, akhirnya kami mendarat sempurna di Bandara Soeta.  Cuaca dilaporkan cerah.  Kami melanjutkan perjalan dengan menggunakan DAMRI menuju Stasiun GAMBIR.  Sambil menikamati perjalanan yang tidak macet.

“Cat, apa nama penginapannya di Jaksa?’

“Nick bang, lumayan murah,a man dan bersih..”

Hampir satu jam kemudian, kami sampai di Jaksa.  Celingak-celinguk, akhirnya sampai juga di Nick’s.  Sebuah penginapan bagi kaum Backpacker.  Kami masuk, lalu ketemu penjaga dan kami di kasih kunci.  Naik lantai 2.  Di lantai satu kami melihat gelimpangan para backpacker yang mungkin juga baru sampai.  Dengan model yang sangat beragam dan semuanya pada satu maksud.  Istirahat untuk selanjutnya melakukan perjalanan ke tujuan berikut. 

Lanjutkan membaca

Iklan

…Gempa Datang Lagi…

Standar

Menjelang shalat Ashar di bulan April 2012, bumi bergoncang lagi.  Sumbernya Simeulue Aceh, kekuatan dahsyat 8,3 SR.  Gempa sebesar itu sampai juga ke Pariaman.  Kala itu saya sedang duduk santai membaca artikel dari beberapa situs menarik yang tersedia.  Sedang menunggu azhan.

“Gempa Mu…” Begitu bos saya berteriak gecil.  Maklum, saat itu hanya saya dan beberapa ibi-ibu saja yang ada di Kantor.

“Iya bu, tapi gak kuat…”

Belum sempat saya selesai menjelaskan, Ibu bos telah sampai di luar gedung.  Maklum, saya berada di lantai dasar bangunan kantor dari dua lantai yang tersedia.  Lantai diatasnya belum di isi apa-apa, maklum masih dalam perbaikan (akibat gempa 2009 lalu).

Lanjutkan membaca

…DI BIM ADA PEDAGANG KAKI LIMA…

Standar

Rencana perjalanan jauh saya dengan istri memang telah lama tertunda.  Ada saja sebab yang menghalanginya.  Baru memasuki pernikhan pada bulan ke-3, saya bisa memenuhi janji untuk jalan-jalan.  Tujuan kami yang utama adalah Jogjakarta.  Hal ini atas permintaan istri yang sangat berkeinginan ke Borobudur.  Tapi tentu saja saya memberikan tawaran yang menarik.  Selain menikmati seluruh ke indahan dan pesona Jogja, saya juga menawarkan untuk singgah ke Solo, Bandung dan tentunya Jakarta.  Jadilah kemudian kesepakatan kami ‘perjalanan suka-suka’ alias tidak terpaku dengan satu tujuan, tetapi nikmati saja, kalau masih ada waktu, lanjutkan ke tempat lain yang mempesona, tentunya juga kalau masih ada uang tersisa (wkwkwkwk).

Sedari awal sebelum keberangkatan, saya bertekat untuk menuliskan hal-hal menarik yang saya temui selama perjalanan.  Apa saja, yang penting enak buat di tulis di Blog.  Dan inilah hal menarik pertama yang saya temui.

Lanjutkan membaca

…TRAGEDI SEPAK BOLA BOCAH…

Standar

Hari Sabtu. Libur kantor. Biasanya kerjaan saya tidur atau kalau nggak nonton. Tapi entah kenapa hari itu, saya ke rumah kontrakan lama. Ada kabar bahwa rumah lama yang saya kontrak, pagarnya di ganggu orang dan berhubung Ibu pemilik rumah masih mempercayakan pengawasan rumah kepada saya, maka amanah itu harus sayajalankan sebaik mungkin.

Siang itu saya menuju kontrakan lama.
Sampai di gang masuk ke rumah, dihalaman depan saya lihat sekelompok anak-anak kecil usia 8 tahunan lagi main bola. Sudah bisa dimaklumi kalau anak-anak lagi main bola, ributnya minta ampun. Salah seorang anak menegur saya.

“Om….” Saya tahu, ini anak tetangga depan rumah. Nama persisnya saya tidak ingat, tapi dia anak yang supel, karena hamper 2 tahun saya ngontrak rumah disana, kalau ketemu dan berpapasan selalu menyapa saya.

Saya lalu masuk ke dalam rumah. Ambil sapu dan sekedar bersih-bersih. Diluar masih rebut. Tak sampai 15 menit, lalu saya dengar ribut-ribut diluar. Suara seorang Ibu menjerit-jerit.

Lanjutkan membaca