…lagu dan badut untuk mentawai…

Standar

Orang-orang mulai melupakan mentawai, semua berbondong-bondang ke merapi.  Gak ada salahnya siy, tapi sedih aja melihat kenapa seolah-olah sanak saudara di mentawai di lupakan.  Hinga saat ini saja, seluruh relawan masih berkutan dalam situasi sulitnya penyaluran bantuan sembako dan peralatan hidup lainnya.  Tapi tak apa, yang penting semua kita masih tetap menginat bahwa masih ada sodara di sudut pulau sana.

Kami sangat ingin sekali kesana.  Ingin sekali berbagi dengan anak-anak disana, karena banyak anak yang kehilangan keluarga, menalami mungkin kecacatan, taruma karena masih terbayang dahsyatnya tsunami.  Tapi kami harus rela menunda keberankatan, karena sampai saat ini kami pun belum sepenuhnya memiliki amunisi cukup untuk memberankatkan tim ke sana.

Lanjutkan membaca

Iklan

…situasi gila bencana…

Standar

2Tiga hari setelah gempa, perlahan tapi pasti warga Kota Padang telah mulai bangkit.  Apa tandanya, saya sudah bisa menikamti Ikan Bakar sebuah warung nasi di bilangan Khatib Sulaiman.  Tak peduli banyak puing bangunan di sekitar jalan tersebut, semua orang bersantap sambil tetap tersenyum menikmati hari.  Tidak hanya itu, sebuah warnet langganan saya juga sudah mulai beroperasi dengan menyediakan genset.  Tak hayal, warnet itu menjadi serbuan para pelanggan yang tidak hanya sekedar ingin berselancar di dunia maya, tetapi juga yang hanya sekedar numpang nger charge HP.  Tak apalah, toh pemilik warnet adalah orang yang baik hati.  Tak berapa lama, aktivitas sekolahpun mulai menggeliat.  Inilah yang menjadi momentum ritme kehidupan mulai lancar.  Jika anak anak sudah mulai sekolah, maka sopir angkot tentu saja akan mulai bekerja, warung warung makanan di sekolah mulai berbenah dan akan memberikan dampak yang signifikat terhadap situasi lainnya.  Dan yang paling penting, ada situasi lain jika melihat gerombolan anak sekolah di jalan raya.  Sesuatu yang menandakan bahwa situasi terkendali.

Apa yang saya lakukan setelah gempa ? tentu saja berbenah, membersihkan rumah dari beberapa bagian kerusakan serta memindahkan barang-barang yang tidak bisa dipakai lagi ke tong sampah. Lelah  membersihkan rumah, saya kemudian menyambangi teman satu persatu, memastikan kondisi mereka.  Alhamdulilah tak satupun yang menjadi korban, hanya beberapa yang mengalami kerusakan rumah sehingga tidak bisa di gunakan lagi.

Situasi gila mulai menghampiri saya…

Lanjutkan membaca

…beginilah ceritanya…

Standar

IMG2362ASepuluh hari telah dilewati saat gempa besar mengguncang Sumatera getarannya begitu hebat hingga menyebabkan banyak sekali kerusakan.  Setelah kejadian, semua saluran komunikasi terputus dan listrik padam.  Tak ada kabar berita Sumatera Barat, khususnya Padang dan Pariaman seolah terisolasi jauh.  Setelah gempa berlalu dan perlahan komunikasi mulai lancar, banyak yang bertanya kepada saya, “sedang apakah saya saat kejadian berlangsung”.  Inilah sekelumit kisah menjawab pertanyaan itu.

Sore itu sangat terik.  Saking teriknya, tak secuil awanpun menggantung di angkasa.  Tidak ada tanda-tanda sesuatu yang besar akan terjadi.  Dua puluh menit sebleum gempa melanda, saya dihubungi oleh salah seorang adik, minta untuk dibantu membuat tugas sekolah.  Kebetulan saya sedang berada disebuah warnet langganan.  Langsung saja permohonan itu saya sanggupi “ayo datang aja ke warnet bla bla lantai dua’.  Tak berapa lama, akhirnya sang adik datang.  Tepat pukul 17.00 WIB.  Kamipun segera memulai mengumpulkan bahan untuk karya tulis.  Waktu terus berjalan.  Tak sampai 30 menit kemudian, saya merasakan getaran.  Saya memang orang yang sangat sensitif dengan getaran.  Saya kemudian berdiri dan kemudian memandang operator warnet, saya bilang “ada gempa”.  Tapi belum sempat kata kata saya dicerna oleh operator tersebut, tiba tiba sebuah goncangan hebat kami rasakan semua.  Sangat kencang sehingga membuat kita terjatuh.  Kebetulan saya berada di lantai dua dan sudah dapat dipastikan bahwa goncangannya lebih terasa.  Saya langsung lari ke arah pintu, kebetulan pintu warnet tersebut adalah kaca tebal.  Saya tarik…macet…….

Lanjutkan membaca