“Sejak Kapan Saya Jadi Makelar Kunci UN ?”

Standar

Malam hari sebelum Ujian Nasional dilangsungkan, saya sempat di SMS oleh beberapa orang adik-adik yang saya kenal.  Pesan yang mereka kirim intinya nyaris 100 % sama.

“Bang, ada dapat kunci UN gak ?”

“Bagi kunci UN dong…”
”O ya bang, takut niy gak lulus, kalo bang dapat bocoran kunci kasih tau ya…?”

Malah ada versi yang lebih vulgar…

Lanjutkan membaca

Iklan

“proyek gila”

Standar

Minggu sore, saya dan 3 orang teman lain (Iben, Agung dan Ady) menuju Sari Anggrek di bilangan Permindo.  Tujuan kami satu yakni mencoba menggali informasi dan mencoba mendekati anak buta dan ibunya yang buta juga dan beraktifitas mengemis di depan pertokoan itu.  Sempat terjebak macet di Pasar Raya akibat menumpuknya angkutan umum di tengah jalan yang sempit, akhirnya kami berhasil parkir di depan toko itu.  Dari dekat sudah leihatan apa yang kami tuju.  Tapi kali ini berbeda, ada 2 orang anak gadis, dua ibu buta dan seorang anak usia 4 tahunan yang buta (yang pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya).

Kami kesulitan untuk mencari cara mendekati, karena saat itu kami lihat begitu ramai pengunjung toko, takutnya aksi kami nanti menarik perhatian orang lain dan tujuan semula buyar.  Kami putuskan masuk ke dalam toko, langsung ke lantai II dan memilih milih buku untuk dibeli (lantai II adalah toko buku).  Setelah 30 menit, dan saya sempat membeli satu buku, kami lalu turun dan kembali ke parkiran.  Kami lihat si anak yang buta tersebut sedang menangis.  Agaknya lagi kesal, ntah kenapa kami tak tahu.  Anak gadis dan ibu nya yang buta membujuk anak tersebut.  Tiga teman saya yang lain menuju parkiran, saya terhenti sesaat di depan mereka.  Saya lihat dan amati cara duduk mereka di trotoar di atur sedemikian rupa.  Di kiri dan kanan, duduk dua anak gadis yang juga menegadahkan ember, di tengah-tengah duduklah dua ibu buta yang menengadahkan ember juga dan anak kecil buta terakhir berkeliaran diseputar situ juga sambil menyorongkan meber kecil.

Lanjutkan membaca

…lika-liku kripik budaya…

Standar

aaaaa

Pemenang undian berhadiah makanan khas Minangkabau dalam rangka merayakan postingan ke 100 telah selesai dilaksanakan.  Begitu banyak kejutan dan perkembangan yang terjadi dalam tahapan akhir undian ini.  Salah satu yang menarik adalah,  mengenai HIBAHAN hadiah dari Marshmallow ke Pak Sawali.  Maka dari semula persoalan ini tak jauh dari masalah makanan, berkembang menjadi masalah dialog antar budaya (via makanan) hehehehe.

Inilah sekelumit cuplikan komunikasi yang terjadi melalui dunia maya antara Saya, Marshmallow, Pak sawali dan Putirenobaiak.  Mereka berkomentar.

Lanjutkan membaca

…(update)berhadiah makanan spesifik minangkabau…

Standar

kripik

Ini adalah postingan yang ke 99. Satu postingan lagi akan mencapai 100. Saya sengaja membuat postingan 99 dan 100 ini jadi istimewa. Maklumlah, menurut saya angka 99 dan 100 menjadi sebuah titik awal yang akan menentukan apakah saya akan bisa bertahan di ‘dunia per blogger an ini’ (cieeee). Oleh karena itu, untuk menjadikan postingan 99 dan 100 ini sebagai sebuah momen istimewa, maka saya berniat untuk bagi-bagi hadiah bagi seluruh teman blogger yang beruntung. Apaan itu ?

Lanjutkan membaca