…tuhan, jangan beri aku sakit…

Standar

1

Tiga minggu yang lalu seorang teman SMS saya.

“Hai bro, lagi sibuk apa. Mau gak bantu saya ?”

“Gak sibuk kok, boleh, gw bisa bantu apa ?”

“Gw mau pindah kuliah niy, tolongin bantu dong, setidaknya nemani mencari informasi kampus yang cocok.”

“Ok deh…kapan mau di temanin ?”

“Lusa aja ya, gw ngurus transkrip nilai dulu…”

“Ok dehh”

2

Saya menyanggupi permintaan teman itu, karena memang pada waktu itu saya lagi tidak ada kegiatan yang mendesak. Tapi keesokan harinya..

“Bro, sorry bgt, gw terpaksa batalin janji kita, soalnya ada panggilan segera ke Kabupaten Agam, gw harus fasilitasi kegiatan Forum Anak di sana..”

“Trus kapan loe bisa nemani gw ?”

3

“Nah, itu dia, gw belum bisa janjikan lagi, soalnya dari tadi pagi, gw trima telepon dari kolega untuk berbagai kegiatan dan seperti yang loe tau kan, kalo udah menyangkut kegiatan anak, gw ndak bisa menolaknya. Sorry ya…”

“Emang kemana aj loe dalam waktu dekat ini ?”

“Wah..padat deh, ntar aja kita ketemu dan kita ngobrol ya…”

“Ok dehhh”

41

Belakangan saya dan teman-teman memang seperti ‘orang gila’, memenuhi permintaan memfasilitasi berbagai kegiatan untuk anak. Parahnya, kami di buat tidak bisa menghela nafas, soalnya satu kabupaten dengan kabupaten lain bikin kegiatan di hari yang sama, bahkan ada yang dempat. Kami menawarkan untuk cari fasilitator lain, namun mereka menolak dan bahkan rela menggeser jadwal kegiatan asal yang datang adalah saya dan teman-teman.

Saya ke Kabupaten Agam :

Kabupaten Agam adalah sebuah daerah yang berada di pesisir pantai. Berjarak 3 jam perjalanan dari Kota Padang. Hari itu saya di minta untuk memfasilitasi kegiatan Forum Anak Kab. Agam. Karena undangan mulai jam 09.00 WIB, maka pukul 06.00 WIB saya sudah berdesakan dengan para pegawai negeri di atas sebuah bus menuju Lubuk Basung Agam.

5

Mungkin karena pagi, dan sepertinya bus tersebut telah punya langganan tetap, maka perjalanan pagi itu lancar, tidak ada kendala dan nyaris sempurna (tidak pernah ngetem sedetikpun). Jadinya pukul 08.30 WIB saya sudah terdampar di Aula Kantor Bupati Agam dan sialnya belum banyak yang datang. Dengan sabar saya menunggu dan akhirnya satu persatu, para tetamu dan peserta kegiatanpun datang. Pembukaan dimulai dan kemudian lagsung dilanjutkan dengan kegiatan inti. Tidak banyak yang mampu saya ceritakan di Agam ini, karena begitu sedikit waktu yang diberikan kepada saya untuk berinteraksi dengan anak-anak yang jadi peserta kegiatan ini. Tapi melalui nomor HP yang saya tinggalkan, sepanjang perjalanan pulang dan bahkan hingga hari ini, ada saja anak-anak Agam yang meng SMS saya menanyakan berbagai hal mulai dari soal sekolah, perlindungan anak, bullying sampai malah ada yang curhat gara-gara putus cinta (hehehehehe) sebagai konsekwensinya, dalam 2 hari pulsa saya bobol untuk membalas SMS mereka (kasian deh gw…).

6

Saya ke Payakumbuh :

Setelah kembali dari Agam, keesokan harinya saya melanjutkan perjalanan ke Kota Payakumbuh. Kota ini berjarak 3 jam perjalanan arah utara dari Kota Padang. Payakumbuh menurut saya adalah kota yang paling eksotis setelah Bukittingi. Oleh karena itu, tawaran yang datang dari Kota ini tidak pernah saya lewatkan (heheheh). Nah, kali ini saya berangkat dengan 2 orang teman lain Rivo dan Lina. Tetapi setelah malam, bergabung Lukman dan Bayu.

Kegiatan Forum Anak Kota Payakumbuh ini terbilang sukses. Ngak tangung-tanggung, para pengurus forum yang rata-rata anak sekolah mulai dari kelas 6 SD sampai 2 SMA, sejak sebulan yang lalu telah menyiapkan berbagai keperluan dan konsep kegiatan. Senang sekali melihat mereka anak-anak terlibat dalam keputusan-keputusan berbagai kegiatan yang di kelola oleh Pemerintah Daerah. Setidaknya ini bukti bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh mulai menghargai hak partisipasi anak dan menempatkan ‘suara’ anak sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam mengambil keputusan.

7

Berbagai kegiatan kami lakukan bersama dalam dua hari pelaksanaan kegiatan ini. Ada diskusi kelompok, bernyanyi bersama, ada penampilan seni dari anak-anak jalanan, ada lari-lari, berebut balon. Pokoknya kegiatan kita wara wiri persis kayak anak TK, tetapi tetap dalam konteks mendiskusikan berbagai persoalan anak dari perspektif anak.

Salutnya saya, anak-anak pengurus forum menambahkan kegiatan dengan aksi turun ke jalan membagikan berbagai media KIE seperti leflet, poster, stiker, pin dan lain-lain. Mereka melakukan negosiasi dengan polisi untuk pengamanan, karena aksi dilakukan di jalan utama kota ini. Mungkin ini adalah aksi jalanan pertama kali yang dilakukan selama sejarah kota ini, makanya menarik perhatian publik di sana. Mereka disambut antusias oleh para pemakai jalan raya.

9

Selain itu, anak-anak pengurus forum juga sukses melakukan lobby terhadap salah satu radio swasta untuk menyiarkan secara berkesinambungan mulai dari persiapan, pelaksanaan serta penutupan kegiatan Forum Anak ini. Setiap malamnya secara bergantian, beberapa utusan peserta forum anak datang ke radio, sayapun kebagian pada malam ke dua. Benar-benar sebuah usaha yang patut di acungkan jempol. Karena semua di urus oleh anak-anak.

Atas kesuksesan tersebut, Radio PASS FM sebagai mitra dalam kegiatan tersebut malah menawarkan kegiatan talk show reguler untuk 3 bulan kedepan. Tentu saja tawaran ini tidak kami sia sia kan dan kami berjanji pada pihak radio untuk segera mendesain format kegiatannya. Untuk itu, konsekwensinya selama 1 bulan kedepan, stiap minggu saya dan kawan-kawan sudah dapat dipastikan akan melakukan perjalanan ke Payakumbuh untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

10

Sepulang dari Payakumbuh, karena memang kelelahan dan capek. Saya, Bayu, Rivo, Lina dan Lukman memilih untuk singgah bermalam di Bukittinggi. Menghabiskan waktu untuk beristirahat dan jalan-jalan menikmati indahnya Bukittinggi malam hari.

Saya ke Batam :

Dalam perjalanan pulang dari Bukittinggi menuju Padang saya kemudian mendapatkan telepon.

“Bapak Muharman, tugas ke Batam akan jadi dilaksanakan lusa. Semua persiapan sudah dilakukan dan Bapak tinggak berangkat aja dengan rombongan. Tidak bisa diwakilkan pak” Begitu kabar yang saya terima. Sebenarnya saya agak lelah…..

Tapi ya sudah, semua sudah di urus, apalagi ini tugas yang sangat berarti bagi saya, yakni melihat dari dekat pola penanganan kasus traficking yang dilaksanakan oleh berbagai lembaga baik itu LSM maupun instansi pemerintah di Batam.

Lusanya, dengan kondisi masih lelah dan mengantuk, saya akhirnya ke Batam. Anehnya, sampai di Batam saya bersemangat dan bahkan tanpa merasakan lelah. Tiga hari di Batam, tanpa sadar saya terkuras. Sampai di Padang, saya langsung terkapar lelah….tidur seharian, tanpa makan dan minum. Ketika terbangun tambah lelah…

11

Saya ke Payakumbuh lagi :

Lelah saya sudah agak hilang, karena istirahat 2 hari penuh. Tiba-tiba sebuah SMS masuk.

“Kak, kita rapat di lesehan tifa hari Sabtu pukul 13.30 WIB ya ?” Ini SMS dari anak-anak pengurus Forum Anak Kota Payakumbuh.

“Kami mau membahas mengenai proposal talk show radio, jangan lupa datang ya…”

Kalo yang mengundang adalah anak-anak, maka saya tak mampu menolaknya. Akhirnya saya, Bayu dan Rivo menuju Payakumbuh lagi. Tawaran naik motor dari mereka saya tolak dengan alasan, saya mau tidur di atas bus…hehehehehe. Akhirnya saya berangkat naik bus sementara Rivo dan Bayu menaiki motor.

13

Sesampai di Payakumbuh, kami langsung menuju TKP dan membicarakan berbagai hal mengenai program radio. Dalam waktu satu jam saja rapat semua KELAR, saya senang kali ini, karena biasanya rapat dengan anak-anak selalu di warnai dengan lelucon, guyonan, main petak umpet, teriak-teriak, ngalor ngidul. Tapi kali ini mereka serius dan jadi saya yang merasa aneh…kok niy anak serius banget…tapi its okay, semua kelar.

“Kak, ke game zone yuk, bete niy pengen main. Tapi kak yang bayarin ya..!”

Dasar niy anak, baru saya ngeh, kalo mereka serius rapat karena ingin segera ke game zone. Maklum di Payakumbuh baru berdiri sebuah Plaza dan rame dikunjungi anak-anak terutama game zone nya. Karena mereka juga lagi libur sekolah karena ada Ujian Nasional, maka saya menyanggupi untuk ke Game Zone.

15

Lelah dari Game Zone, kami kemudian menyepakati untuk pulang. Tapi salah seorang nawarin untuk tidur bareng di rumah kakek salah seorang teman pengurus forum anak.

“Nginap bareng yuk kak, di rumah kakek Eka, udah dapat ijin kok dari mama Eka”

“O…bagus juga, ntar coba kak hubungi mama eka dulu ya…?

Tak susah untuk meminta ijin ke mama Eka, karena sebelumnya saya juga sudah pernah menginap di Rumah kakek Eka ini.

182

Rumah kakek Eka ini adalah sebuah rumah tua, peninggalan jaman Belanda dan saksi hidup lahirnya orang-orang penting dan tokoh pergerakan Indonesia dari Sumatera Barat. Di rumah itu lahir bapak BIRAN seorang pejabat pendidikan Sumatera Bagian tengah pada zman Belanda. Rumah ini juga melahirkan tokoh Prof. JAMAAN (kabarnya mantan Dekan Kedokteran Trisakti tahun 70 an). Di rumah ini juga pernah lahir ide-ide pergerakan kemerdekaan, karena Bung Hatta menjadikan rumah ini sebagai tempat berdiskusi membangun pemahaman Indonesia Merdeka.

Karena rumah ini fenomenal, tentu meninggalkan barang-barang kuno, dan kami kemudian mengeledah gudang belakang rumah dan ternyata kami memang menemukan arsip-arsip kuno. Foto-foto kuno, alat musik kuno dan segala macam tetek bengek yang kuno-kuno.

17

Sebelum ke rumah kakek Eka. Saya, Adyb, Wendi, Azhari dan Mulyadi singgah dahulu di taman kota Payakumbuh, kumpul-kumpul bareng dengan anak-anak jalanan yang ada disana. Keliatan sekali mereka (Adyb, Azhari, Mulyadi dan Wendi) ngak menyangka bahwa kehidupan anak-anak jalanan di malam hari sangat beresiko.

“Kasihan ya kak, tapi gimana lagi ya…kita juga gak bisa bantu”

“Iya ya…pemerintah aja tidak sanggup”

“Trus apa yang bisa kita lakukan ya,,kita kan pengurus forum anak, semua anak punya hak, begitu kan kata undang-undang”

Saya hanya mendengarkan saja pembicaraan mereka ini. Dalam hati saya berkata..

“Hebat kalian…mudah-mudahan kalian menjadi orang dewasa yang peduli nantinya…”

Akhirnya malam itu, kami semua tidur di rumah kakek Eka. Kecuali yang perempuan, tidak di ijinin untuk gabung dengan kami yang laki-laki (hehehehehe).

Belum sempat saya terlelap. Telepon masuk dari Regina (Ketua Forum Anak Kabupaten Tanah Datar).

“Halo kak Imoe. Ini Regina, gimana kabarnya ?

“Baik Gina, kabarnya gimana di sana ?

“Baik kak…. O ya kak, kami mau menyerahkan bantuan bagi sekolah yang terkena bencana longsor dan banjir bandang di Pasie Laweh hari Selasa, 28 April 2009. Jadi kami mau kak Imoe dan teman-teman datang ya. Kami dapat sponsor dari NESTLE kak”

“Wah…hebat kalian, hebat, salut, ntar deh, kak diskusikan dengan teman dari Padang dulu ya, tapi mudah-mudahan bisa datang kok”.

16

Datang lagi telepon dari Kota Pariaman. Saya mulai kuatir, jangan-jangan permintaan lagi dari Forum Anak….

“Halo, selamat malam Imoe. Ini elok dari Kota Pariaman”

“Iya Elok, apa kabar niy, lama tidak terdengar..”

“Alhamdulilah sehat Moe. O ya…elok minta tolong niy, datang ke Pariaman tanggal 12-14 Mei 2009 ya. Adik-adik disini tahun ini mau membentuk Forum Anak juga. Kami memang agak terlambat di banding kabupaten yang lain, tapi kami sangat bersemangat. Kegiatan kita 3 hari dan seharinya untuk outbond di kawsan wisata Malibou Anai. Mau kan..?”

Dengan sedikit memelas, elok memintanya.

“Insyaalah elok, saya dan kawan-kawan akan kesana. Doakan saja kami sehat-sehat. Karena kami dari LPA Sumbar semua sedang banyak dengan urusan sendiri-sendiri. Sementara relawan-relawan banyak yang sedang Ujian Tengah Semester di kampus masing-masing. Tapi kami akan sanggupi kok, insyaalah”.

“Trima kasih Imoe. Elok tunggu ya. Assalamuaikum WR WB.

Seperti biasa, saya tidak bisa menolak permintaan teman-teman muda, anak-anak kreatif yang peduli dengan teman sebaya mereka.

Mudah-mudahan saya dan kawan-kawan diberikan kekuatan untuk bisa memobilisasi diri dalam situasi ini. Satu permintaan kami, TUHAN JANGAN BERI KAMI SAKIT

Iklan

42 thoughts on “…tuhan, jangan beri aku sakit…

  1. semoga imoe tetap sehat dan bisa menjalankan semua rencana.

    liat foto studio radio, jadi kangen masuk studio lagi….. hiks
    liat foto anak-anak itu, duh cakep cakep dan ceria begitu….

    semangat terus ya….. Gambatte kudasai
    EM

  2. vizon

    aih… dahsyat sungguh kegiatan ajo yg satu ini, salut lah!
    saya doakan sepenuh hati agar ajo imoe dkk tidak sakit sama sekali, biar bisa terus berkarya demi anak2 negeri…
    eh, sepeda gadang tu mambuek ambo taragak pulang kampuang… ayo, ayo, pulang kampuang… 😉

  3. Salut untuak ajo.. Berarti ajo acok batamu jo kak seto dong??
    kalo buliah tau, organisasi tampek ajo beraktivitas ko independent seperti LSM atau baa ajo?? Ambo hanya ingin tau sajo nyo…

    Sukses untuak ajo…

  4. Wow! Great! Dahsyat betul kegiatanmu! Salut! Angkat topi! Kagum tanpa syarat!

    Kegiatannya seabrek. Mau tidak mau fisik dan pikiran mesti jadi penyokong utama kesibukan sepadat itu. Tapi kalau kuperhatikan, rasanya semua dilakukan dengan gembira ya? Syukurlah.

    Tapi jangan diberi sakit? Bagaimana mungkin… Ah, namanya juga doa ya, Da. Amin.

  5. @ mbak imel : ntar kapan-kapan mbak imel ikutan talk show ya…kalo lagi di padang heheh (tapi kapan ya…)

    @ catra : nah tuh…PR bersama tuh. Intinya, jika ada anak yang gagal dalam berperilaku, itu bukti kegagalan orang dewasa sekitarnya tuh. Soal baju batik hehehehe itu karena iseng ajah hahahahaha

    @ uda vizon : ayo pulang da…nanti biar bisa jadi narasumber dadakan di radio anak-anak tuh…hehehehe

    @ muzda : hehehe thanks ya mbak…tapi semua jadi cahaya kok, termasuk doa mbak…

    @ DM : nah, itulah mas…kalau udah bersama mereka, memang situasi jadi gembira. AKu malah bisa ngelupain masalah yang lain yang se abrek…tapi persoalannya suka lupa diri dan setelah balik kerumah baru terkapar hehehehe

  6. Oom Imoe, salut banget. Nggak nyangka kegiatanmu padat sekali. Aku bantu doa deh supaya jangan sakit, sehat terus dan salam buat sohib-sohib kecilmu. 🙂

    • Jangan salut gitu deh…biasa-biasa aja kok…itupun kan di bantu ama teman-teman heheheheh. Thaks ya doanya…. Ntar dehhh salam dirimu aku sampaikan, dari seorang mbak yang cantikkk banget hahahahahaha

  7. wah, sungguh kesibukan kemanusiaan yang amat bermanfaat buat kepentingan sesama, mas imoe. lari sana, lari sini, loncat sana, loncat lagi ke sini. ndak kebayang gimana sibuknya mas imoe. yang pasti saya salut atas aktivitasnya. yang penting, mas imoe juga tetep jaga kesehatan. Oh, Tuham, jangan berikan sakit pada mereka yang telah banyak berbuat kebajikan buat sesama.

    • Hehehehe kalo dibilang sibuk, gak juga siy pak..tapi mobilisasi diri itu lho yang susah bgt…apalagi mesti naik bus kan hehehehe. Thanks atas doanya…

  8. mantab bener sampeyan ini mas, bener-bener kegiatan yang membumi, langsung ke sasaran. salut! semoga tetep semangat! memang beginilah seharusnya yang didapet anak jalanan, ndak sekedar uang cepekan.

  9. wah, imoe. staminamu luar biasa.
    pasti pengaruh mindset yang positif.
    karena konon ringan beratnya suatu kondisi itu sangat ditentukan oleh apa yang kita pikirkan.
    ah, aku sih baru bisa ngomong doang, merealisasikannya sulit.
    semoga imoe dan rekan-rekan selalu dikaruniai kesehatan yang baik.

  10. Kalaupun toh suatu saat Tuhan memberi sakit, itu adalah bentuk cinta-Nya pada Uda Imoe. “Beliau” mungkin meminta Uda untuk istirahat dulu dari pekerjaan yang seabrek itu. Betapapun, tubuh kita juga punya hak untuk diperhatikan.

  11. yenni ramzi

    bang imoe…. saya sodaranya icha istrinya da hardi dari payakumbuh…. katanya mau main ke Ar-rahmah…. kami tunggu ya kedatangannya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s